Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 97


__ADS_3

Abraham berusaha fokus mengerjakan pekerjaan walau sebenarnya pikirannya sangat kalut dan penuh dengan tebakan tebakan mengenai hasil tes DNA tersebut


Ketika jam menunjukkan pukul 12 siang Abraham memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas menuju rumah sakit


Didalam perjalan langit sangat gelap, Abraham meraih handphone nya dan menghubungi Clara


“Halo” didering pertama Clara langsung mengangkat panggilan tersebut karena memang dia menantikan telepon dari Abraham


Sejenak Abraham tersenyum


“Sayang, aku sedang menuju rumah sakit. Langit sangat mendung, apakah Arsen sudah dirumah?” Tanya Abraham memang dia sangat khawatir jika anaknya belum pulang kerumah


“Sudah, Apakah kau ingin berbicara dengan Arsen?” Tanya Clara


“Apakah tidak mengganggu?” Balas Abraham sendu


“Tentu saja tidak, kebetulan Arsen disampingku” dan Clara menyerahkan handphonenya kepada Arsen


“Daddy?” Panggil Arsen


“Sayang” rasanya suara Abraham tercekat ditenggorakannya


“Daddy akan kembali kerumahkan?” Tanya Arsen


“Tentu saja sayang, apapun yang terjadi daddy akan kembali” balas Abraham


“Arsen sayang daddy, Arsen cinta daddy. Arsen akan menunggu daddy kembali”


Abraham tersenyum mendengar pengakuan cinta sang anak


“Daddy juga sangat mencintai Arsen dan Mami, untuk itu daddy menitipkan mami kepada Arsen. Jadilah kuat untuk Mami, jaga mami ya nak” ketakutan Abraham semakin menjadi ketika dia telah sampai dihalaman rumah sakit


“Tidak, Arsen tidak akan menjaga mami karena Arsen masih kecil jadi daddy yang harus menjaga mami dan juga Arsen” balas Arsen ketus karena tidak suka dengan bahasa Abraham


“Tentu saja yang utama memang daddy yang menjaga kalian berdua, sekarang bolehkah daddy berbicara sama mami lagi?” Tanya Abraham

__ADS_1


Arsen mengangguk seolah Abraham melihat anggukannya dan memberikan Handphone tersebut keada Clara


“Halo?” Clara berucap dengan lembut


“Apakah sudah sampai?” Clara meyakini hal tersebut karena memang jarak rumah sakit tidaklah terlalu jauh dari kantor Abraham


“Sudah” balas Abraham singkat


“Lalu kenapa tidak masuk?”


“Aku tidak ingin mengakhiri telpon ini rasanya aku ingin kembali saja kerumah” Abraham terkekeh


“Isssss sudah sejauh itu kenapa tiba-tiba tidak berania” Clara berucap dengan nada kesal yang dibuat buat


“Sayang, kau mencintaikukan?” tanya Abraham mengalihkan pembicaraan


“Tolong katakan bahwa kau mencintaiku” ucap Abraham lagi mengiba


“A-aku mencintaimu Abraham” Clara sedikit gugup mengatakan kalimat tersebut karena memang dia jarang mengatakan kalimat itu kepada Abraham


“Issss, jangan berkata seperti itu. Jika kau benar mencintaiku maka kembalilah dengan seutuhnya dirimu” balas Clara


“Tentu sayang aku pasti kembali karena rumahku adalah bersamamu dan Arsen”


Ucapan Abraham membuat Clara disebrang menangis tertahan


“Baiklah, aku masuk dulu sayang tunggu aku” lanjut Abraham


“Hmmm” Clara hanya mampu bergumam karena tidak ingin mengetahui bahwa dia telah menangis


Setelah sambungan telepon terputus Abraham menarik nafasnya dalam dan melangkahkan kakinya keluar dari mobil namun sebelum itu dia meraih sebuah paper bag dari kursi samping kemudinya


Abraham berjalan memasuki rumah sakit dan tujuan utamanya adalah ruangan bayi mungil tersebut yang bahkan sampai sekarang belum memiliki nama, ternyata didalam ruangan itu juga sudah ada Keysha


“Akhirnya kau datang” ucap Keysha

__ADS_1


Abraham hanya mengangguk lalu dia menyodorkan paper bag yang dibawanya kepada Keysha


“Tadi dijalan ada yang jualan boneka mini ini dan aku teringat dengannya, jika dia sudah semakin sehat jangan lupa berikan ini padanya. Ini mungkin menjadi hadiah pertama dan terakhir dariku untuknya” Abraham berkata dan memandang sendu bayi mungil tersebut


“Kau belum memberinya nama?” Tanya Abraham


Keysha hanya mampu menggeleng


“Bisakah kau menamainya? Hanya sebagai hadiah” ucap Keysha


Abtaham tersenyum dengan tulus untuk pertama kalinya ketika melihat bayi tersebut


“Aleena” aku memberinya nama Aleena yang berarti cahaya, kuharap dimanapun dia berada mampu menjadi cahaya penerang bagi orang sekitarnya, namanya akan membuatnya menjadi pribadi yang ceria sehingga menjadi sumber kebahagian bagi sekitarnya


“Aleena nama yang indah” Keysha tersenyum


Abraham hanya mengangguk


“Baiklah, aku akan menemui dokter sekarang” balas Abraham


Keysha mengangguk dan membiarkan Abraham meninggalkannya diruangan Aleena


“Aleena semoga kau akan tumbuh seperti nama yang diberikan daddy” Key tersenyum dan keluar juga dari ruangan tersebut


Tok tok


“Selamat siang dokter, maaf saya terlambat” ucap Abraham setelah diberi izin untuk masuk


“Tidak masalah pak Abraham, mungkin bapak sibuk jadi saya tidak akan membuang waktu lgi. Hasil tes DNA sudah keluar dan bapak boleh membukanya” ucap sang dokter dan memberikan amplop berisi hasil tes DNA


Abraham menerima amplop tersebut dengan tangan bergetar dan dadanya bergemuruh hebat


“Izinkan aku kembali kepelukan Clara dan Arsen Tuhan” ucap Abraham dalam hati dan membuka amplop tersebut


DAN......

__ADS_1


__ADS_2