
"Papa" ucap Arsen terbata dan berlari kearah Zack ketika melihat Abraham akan mendekatinya
Arsen bersembunyi dibalik punggung Zack yang masih terduduk ditanah
"Arsen ini daddy nak" ucap Abraham mengiba
"Maafkan daddy" lanjutnya
Arsen menggelengkan kepalanya
"Papa ayo pulang" Arsen menggoyangkan bahu Zack dari belakang
Abraham tidak juga menyerah, dia mendekati Arsen yang membuat tubuh Arsen gemetar ketakutan
"Maafkan daddy sayang, daddy tidak sengaja sayang" Abraham sangat merasa tergugu melihat sang anak ketakutan ketika melihat dirinya
Namun memang karena emosi Abraham belum sepenuhnya pulih dia masih belum berpikir jernih sehingga masih berusaha memaksakan kehendaknya
Dengan cepat Abraham meraih Arsen dan menggendongnya
"Aaaaaaaa" teriak Arsen sambil memukul mukul Abraham
__ADS_1
Dia sangat syok ketika berada didalam dekapan sang daddy, dia takut akan dipukul juga oleh Abraham
Melihat betapa histerisnya Arsen membuat Zack akhirnya melayangkan bogemnya
Bug
"Bajingan, bukan seperti ini caramu untuk mendekati anakmu" teriak Zack
Melihat Abraham yang lengah membuat Zack mengambil Arsen dan menggendongnya untuk pergi meninggalkan Abraham yang sepertinya masih syok
Akhirnya Abraham berjalan dengan langkah lunglai menuju mobilnya tanpa peduli pandangan orang-orang kearahnya
Berulangkali Abraham melampiaskan emosinya dengan memukul stir mobilnya
"Aneh... perasaan aku gak ada makan yang aneh-aneh deh" Key bergumam sembari mencoba mengingat apa kira-kira yang dimakannya semalam dikantor
Namun seingatnya dia tidak ada makan aneh-aneh, pikirannya jauh melayang
"Apa mungkin?" gumamnya
Setelah itu Key menyunggingkan senyumnya dan segera bangkit untuk mengambil kardigan dan kunci mobilnya dia akan membeli sesuatu di apotek
__ADS_1
"Semoga Tuhan, please sekali ini berpihaklah kepadaku" gumamnya sembari mengendarai mobilnya
Tidak lama Key sampai disebuah apotek dan berjalan masuk kedalam
"Cari apa ya kak?" tanya seorang penjaga apotek tersebut
"Hmmm, begini tiba-tiba saya merasa sakit kepala dan mual-mual bahkan mencium makanan yang biasa saya makan juga membuat saya mual. Kira-kira itu kenapa ya mbak?" jawab Key menjelaskan kondisinya, dia ingin meminta pendapat penjaga apotek tersebut terlebih dahulu kira-kira ada apa dengan kondisi tubuhnya
"Maaf sebelumnya kak, apa kakak sudah menikah?" tanya balik si mbak penjaga apotek
"Ehhh, kenapa memangnya mbak?" balas Key merasa kikuk tidak mungkin dia mengatakan jika dia belum menikah dan ternyata kemungkinan dia hamil memang benar adanya bisa-bisa dia mempermalukan dirinya sendiri
"Sepertinya berdasarkan ciri-ciri yang kakak bilang kemungkinan kakak sedang hamil" jawab sipenjaga sembari tersenyum
"Benarkah?" balas Key sembari tersenyum lebar karena merasa keyakinannya bahwa dia hamil semakin besar saja
"Ini, kakak boleh mencoba menggunakan test pack disini saja jika hasilnya positif saya saranin kakak langsung kedokter saja namun jika negatif kemungkinan kakak hanya sedang kelelahan jadi saya sarankan untuk lebih banyak beristirahan tapi saya yakin sih kalau kakak sedang hamil nih" jawab sipenjaga panjang lebar sembari menyerahkan alat tes kehamilan
Dengan tersenyum lebar Key menyambut alat tes kehamilan tersebut dari tangan si penjaga apotek dan segera menuju toilet yang disediakan untuk konsumen
"Please... please...please" ucap Key sembari memperhatikan alat tersebut untuk melihat hasilnya
__ADS_1
"Ahhkkkkk" Key berteriak melihat hasil yang ditunjukkan oleh alat tersebut