
Clara terpaku mendengar perkataan Abraham yang sangat menyakiti hatinya, tidak merasa bersalahkah lelaki ini? tidak tahukah dirinya seperti ini karena perbuatannya
"YA AKU GILA BAJINGAN, KAU BRENGSEK LELAKI KURANG AJAR CUIHH" Maki Clara tak kalah menyakitkan dan meludah tepat mengenai wajah Abraham
Abraham sebagai seorang pria dan sebagai seorang suami yang merupakan kepala keluarga yang harusnya dihormati oleh istrinya namun apa yang dia dapat? ini sudah sangat melukai harga dirinya sebagai seorang pria
Rahangnya mengetat, dilapnya liur sang istri dari wajahnya dan mendekati Clara dengan langkah lebar
PLAK
Abraham menampar Clara dengan keras bahkan meninggalkan jejak yang sangat jelas diwajah putih bersih sang istri
__ADS_1
Clara terpaku bukan hanya sakit dipipinya namun juga sakit dihatinya lebih dominan, pria ini teganya menyakiti fisiknya
Abraham juga sebenarnya merasa sangat bersalah tidak seharusnya dia melakukan kekerasan terhadap istrinya, dia mengepalkan tangannya merutuki kelancangannya melukai sang istri. Namun penghinaan sang istri tidak mampu dia tahan
"Bagaimanapun aku adalah suamimu, aku adalah kepala keluarga. Apakah ini aslinya dirimu?" Abraham mencoba menghilangkan rasa bersalahnya karena jika dia kembali melembut maka istrinya akan kembali menggila
"Beraninya kau!" suara Clara bergetar dan air matanya tak tertahan lagi, sambil memegang pipinya Clara bergumam dalam hati ayah ibu bawa aku
"Tidakkah kau merasa bersalah kepadaku? tidakkah seharusnya kau bahkan bersujud memohon pengampunan dariku atas semua kebohonganmu padaku?"
Clara kembali histeris dia bahkan menghancurkan barang-barang pribadinya juga, dia mengambil manekin kalung dan melemparkan kearah Abraham dan telak mengenai dahi mulus pria itu
__ADS_1
"Aku menyerahkan segala diriku kepadamu Abraham, aku juga berat memulai ini semua pada awalnya. Kau yang sedingin salju, kau yang tidak pernah menatapku, kau yang tidak pernah tersenyum padaku Abraham. Tapi apa pernah aku melakukan kesalahan kepadamu? tidak pernah ABRAHAMMM" Bentak Clara dia pada akhirnya mengungkapkan segala isi hatinya
"Mungkin jika memang sampai saat ini hubungan kita masih sedingin seperti pertama bertemu dan kau memutuskan berselingkuh aku akan memaklumi, mungkin saja jika aku tidak menjadi istri yang baik dan kau berselingkuh mungkin aku akan mengutuk diriku sendiri"
Tapi ini? Dia berjanji didepan Tuhan dan didepan kedua orangtua mereka bahwa pernikahan ini kekal dan hanya kematian yang mampu memisahkan mereka, untuk itu dari awal mereka sah berstatus suami istri dia membuka hatinya dan memutuskan untuk mengabdi kepada pria ini seumur hidupnya
Dia menghilangkan kesedihannya yang selalu terpuruk ketika membayangkan kepergian kedua orang tuanya dan fokus mendekatkan dirinya kepada pria ini
Hingga akhirnya Abraham memberikan perhatiannya dengan mengatakan bahwa istrinya ini cantik dengan potongan rambut seperti ini, istrinya kelihatan lebih imut dengan warna rambut seperti ini, istrinya terlihat awet muda dengan memakai pakaian seperti ini.
Dia tersanjung, dia bahagia akhirnya tidak butuh waktu lama Abraham mencair juga. Dia bahagia terlebih ketika Abraham yang akhirnya menyentuhnya dan mengambil sesuatu yang memang dipersembahkan untuk suaminya kelak, hingga hari-hari berikutnya perhatian pria ini semakin membuncah yang membuat Clara bahagia
__ADS_1
Abraham membelikannya berbagai hal untuk mempercantik penampilannya, tentu saja dia bahagia. Dimana ada seorang suami yang bahkan ikut mengurusi hal seperti itu, biasanya suami hanya menyediakan uang dan menyerahkan pada istrinya mau dipakai untuk apa
Mengingat itu semua yang membuat Clara tak bisa memaafkan pria ini dengan mudah, selama umur pernikahan mereka ternyata AKU DIA BAGIMU