Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 24


__ADS_3

Abraham keluar rumah lalu masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia merasa nafasnya akan habis dia merasa sesak seakan batu besar menghimpit rongga dadanya


Dia menghentikan mobilnya disebuah taman kota


CITTTTT


Suara gesekan roda mobil dengan aspal terdengar jelas


ARGGHHHHHH


Abraham mengeram dia memukuli setir mobilnya dengan kuat dan berulang kali


ARGHHHHH


Dia membenturkan kepalanya kearah setir dengan kuat


Lalu memukuli dadanya yang sakit, tolong dia sangat sulit bernafas saat ini akhirnya dia keluar dari mobil dan terduduk begitu saja disamping pintu mobil dengan nafas tersengal


Dia mencoba mengatur pernafasannya dengan terus memukuli dadanya berharap nafasnya kembali lancar


Air matanya akhirnya jatuh juga dia tergugu sambil meremas dadanya yang sakit sambil menahan suara tangisnya


Sumpah demi apapun dia terlihat seperti orang depresi berat

__ADS_1


Dia bukan emosi dan marah kepada istrinya! Bukan! Dia emosi kepada dirinya sendiri, dia marah kepada dirinya sendiri akan kebodohannya saat dulu yang sangking terkekangnya hatinya kepada wanita sialan penghianat itu dia sampai menempuh jalur ini


Sumpah dia merasa bersalah kepada istrinya itu sekarang setelah membentak dan memarahi istrinya itu semata hanya karna pelampiasan akan dirinya sendiri


Dia merasa dia adalah laki-laki paling brengsek, paling bajingan, paling pengecut melampiaskan kekecewaan akan dirinya sendiri kepada istrinya


Dia tidak punya cukup kebaranian untuk jujur, tidak! Dia tidak senekat itu. Dia tidak ingin ambil resiko Clara akan sakit hati dan meninggalkannya, tidak! Tidak!


Abraham terus menggelengkan kepalanya membayangkan jika dia jujur lalu Clara meninggalkan dirinya, dia tidak akan sanggup untuk itu, tidak akan!


Batin Abraham terus berucap hal-hal yang akan terjadi jika dia jujur


Ditengah isak tangisnya yang tanpa suara itu seseorang menghampirinya berdiri tepat dihadapannya


Sementara dikediaman Abraham dan Clara


Ina sang nanny Arsen tampak meneteskan air matanya mendengar perdebatan majikannya itu, memang dikediaman besar ini hanya dia asisten yang bertempat tinggal dirumah utama pelayan yang lain tinggal dibagian belakang rumah yang berisi kamar-kamar pelayan seperti kos-kosan berjejer


Didekapnya erat tubuh Arsen berharap tuan mudanya ini tidak terganggu dengan suara perdebatan hebat orang tuanya dan suara tangis Clara yang sangat memilukan terdengar bahkan dia sampai meneteskan air mata mendengar tangisan pilu majikannya itu


“Apapun yang mereka ributkan tidak seharusnya tuan sekasar itu kepada nyonya” kata Ina lirih seperti berbisik kepada dirinya sendiri agar tidak menganggu Arsen


Sementara Clara masih tergugu, dia salah langkah! Dia salah bertindak! Dia terlalu percaya diri!

__ADS_1


“Hikssss sakit mama papa sakit tolong Ara” ucapnya terisak sambil memukuli dadanya berulang kali


“Sakit tolong” dia meremat dadanya menahan sesak


Dia tolehkan wajahnya kearah lemari yang telah berantakan isinya berhamburan, dengan menghapus air matanya Clara bangkit perlahan sambil menahan sesak


Dia mulai merapikan baju itu kembali, dia tidak ingin menunggu besok atau menyuruh pelayan merapikan, dia tidak ingin menganggu para pelayannya dan membuat mereka bertanya-tanya apa yang terjadi dikamar ini


Dia punguti baju-baju itu lalu menghangerkannya kembali satu persatu


“Ini salahmu ara, benar kata Abraham seharusnya kamu senang dia perhatian bahkan mengurusi baju yang harus kau pakai agar terlihat pebih cantik” kata Clara pelan sambil merapikan baju-baju itu


“Ck ini semua karena Bella” dia mencoba menenangkan dirinya dengan kata-kata penghiburan


“Besok aku harus minta maaf pada Abraham, harus! Maafkan aku suamiku seharusnya aku berterimakasih atas semua perhatianmu” sesal Clara pula


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Selamat membaca gaesss


Jangan lupa tinggalin jejak yaaa


Lopyuuu alllll😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2