
Dengan sedikit memaksa akhirnya Gio berhasil masuk dan dia melihat Clara dengan posisi berbaring diranjang dengan selimut membalut tubuhnya dna suhu ruangan yang sangat dingin
Dengan perlahan Gio berjalan mendekati ranjang Clara, dia dapat melihat wajah tersebut sangat pucat namun terlihat damai. Jantung Gio semakin terasa terpompa ketika melihat Clara dengan jara dekat, wajah itu terlalu tenang untuk seorang yang tidur
Gio mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah pucat pasi tersebut
Deg
Air matanya jatuh lalu dia menoleh ke arah Arsen yang ternyata juga sedang melihat dirinya dan dia dapat melihat wajah mungil tersebut sudah berderai air mata
"Paman, bagaimana caranya supaya mami bangun?" dengan suara bergetar Arsen mendekati Gio
"Paman jangan bilang sama kakek dan nenek, biar saja mami disini paman"
Gio mendekat dan mendekap tubuh mungil tersebut, tangis Arsen pecah seketika
"paman.. paman please, jangan biarkan mami pergi ketempat daddy please paman"
Air mata Gio sudah tidak mampu dibendungnya lagi, dia mendekap tubuh Arsen dengan sangat kuat seolah membagi kekuatan kepada manusia kecil yang sekarang sudah berstatus yatim piatu
"Apa Arsen senang mami tersiksa?" tanya Gio setelah berusaha menenangkan dirinya, dia harus membujuk Arsen untuk melepaskan Clara karena dia yakin tubuh itu sudah beberapa hari terbaring tanpa pengawet dan sebentar lagi alam akan menunjukkan bagaimana manusia yang sudah tidak memiliki nafas kehidupan akan kembali menjadi tanah dan dia tidak akan membiarkan Arsen melihat hal tersebut yang tentunya akan semakin menyakitkan
Arsen menghapus air matanya dengan lengan bajunya smabil menatap Gio dengan tanda tanya
"Apa maksud paman?"
__ADS_1
"Mami Clara akan tersiksa jika kita tidak menidurkannya ditempat yang semestinya nak, jadi kita akan menidurkan mami disamping daddy ya?" bujuk Gio
Arsen seketika melepaskan pelukan Gio dan berteriak
"Arsen tidak akan membiarkan mami bertemu daddy dan meninggalkan aku disini" lalu dia naik keranjang dan memeluk tubuh tersebut dengan terisak
"mami tidak akan kemana mana sampai kapan pun" lalu Arsen mengecup pipi dingin tersebut dan mendekap dengan sangat erat seolah memang dia sangat sangat takut tidak akan mampu untuk memeluk raga ini lagi sampai kapanpun
Gio merogoh sakunya dan mengambil ponselnya lalu menguhubungi kedua orang tua Abraham
"Halo nak"
"paman" hening sejenak Gio menoleh kearah Arsen yang berada disamping Clara
"paman, sepertinya paman dan tante harus kembali kesini"
"Clara menyerah paman"
mendengar kalimat yang diucapkan Gio suara tangis pecah karena memang mereka mengerti maksud kalimat tersebut dan Gio tidak mampu mendengar isak tangis dan bahkan seperti handphone terjatuh sehingga Gio memutuskan panggilan tersebut dan menghampiri Arsen
"paman sudah menghubungi kakek dan nenek untuk kembali, mami Clara harus kita makamkan nak" ucap Gio dan mengelus kepala Arsen dengan sayang
Arsen tidak peduli dia justru semakin mendekap tubuh tersebut, sudah tidak terhitung seberapa banyak air mata anak yang berstatus yatim piatu tersebut keluar. Dunia rasanya tidak adil baginya, lalu bagaimana dia akan menghadapi kehidupannya setelah ini?
Gio tidak dapat membayangkan bagaimana Arsen mampu bertahan selama tiga hari bersama tubuh tidak bernyawa dengan suhu ruangan yang sangat dingin
__ADS_1
ketika sedang termenung memikirkan semua yang dilakukan Arsen tiba-tiba Gio mendengar suara Arsen memanggilnya
"paman? lalu bagaimana aku akan menghadapi dunia ini sendirian?" tanyanya sendu
"Arsen tidak sendiri, ada kakek dan nenek dan tentunya paman. paman akan menggantikan kedua orang tua Arsen hingga Arsen tidak akan merasa sendirian didunia ini"
Arsen menatap Gio dengan sungguh-sungguh
"Apa paman tidak akan meninggalkanku?"
Gio mengangguk dengan pasti karena memang semasih Abraham adapun dia sudah menganggap Arsen anaknya dan hubungan mereka memang cukup dekat
"Arsen tidak mau tinggal dengan kakek dan nenek" ucapnya sendu, dia telah menyaksikan kedua orang tuanya meninggalkannya dan dia tidak dapat membayangkan jika dia harus menyaksikan kakek dan neneknya juga akan meninggalkannya karena dia tahu kedua orang tua tersebut sudah tua dan suntuk umur sudah mendekati mereka
Gio dapat menangkap maksud perkataan Arsen
"Paman berjanji akan menjadi kedua orang tua untukmu nak, paman berjanji saat ini didepan raga mami Clara" sebuah sumpah terucap dari mulut Gio
Arsen menangis lalu kembali memeluk raga Clara lalu membisikkan ketelinganya kalimat perpisahan
"mami pasti sudah bertemu dengan daddy kan? kalian bahagia disanakan setelah meninggalkanku disini? ini terakhir kalinya aku akan menangis, aku tidak akan pernah menangisi kalian lagi. aku akan bahagia tanpa kalian berdua, aku akan membuktikan bahwa tanpa kalian berdua aku akan hidup lama" Arsen lalu mengecup kening Clara
"sampaikan pada daddy bahwa aku membenci dia selamanya" setelah mengucapkan kalimat terakhirnya Arsen bangkit dari ranjang dan menghampiri Gio
"Aku melepaskan mami paman, biarkan dia bersama daddy" ucapnya dingin bahkan Gio seolah tidak mengenal aura dingin yang keluar dari Arsen
__ADS_1
lalu Arsen keluar dari kamar tersebut dengan langkah tegap dan ekspresi yang membuat Gio terheran