Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 75


__ADS_3

Clara masuk kedalam rumah terlebih dahulu dari Abraham


"Terimakasih, kamu boleh kebelakang dan jangan biarkan ada yang masuk kerumah utama" ucap Clara kepada pelayan yang membantu dirinya hingga masuk kekamar


Tidak lama Abraham akhirnya memasuki rumah dengan raut wajah bertanya-tanya dia naik kelantai dua tempat kamar dia dan istrinya berada, dengan langkah gontai dimasuk kedalam lift


"Tidak akan terjadi apa-apa, ya tidak akan" ucap Abraham kepada bayangan dirinya yang terpantul di dinding lift


Ceklek


Abraham membuka pintu kamar dan melihat istrinya telah berada didekat meja yang diatasnya terdapat dua map coklat, kening Abraham berkerut melihat map tersebut


"Duduklah" ucap Clara lembut dan sedikit membubuhkan senyuman manisnya


"Ada apa sayang? kau membuatku takut" balas Abraham namun tak urung dia mendekati sang istri


"Duduklah dulu lalu akan aku beritahu" balas Clara


"Aku ingin memberi kamu sesuatu, aku punya dua map yang ingin aku berikan kekamu tapi kamu boleh memilih ingin membuka yang mana dulu" lanjut Clara Setelah melihat sang suami duduk dihadapannya


"A-apa isinya?" tanya Abraham gugup, dikepalanya sudah terlintas sesuatu yang sangat akan membunuhnya secara perlahan


"Bukalah, kita akan lihat bersama isinya" balas Clara


Dengan penuh keraguan dan rasa takut yang sangat luar biasa Abraham akhirnya memilih sebuah map yang terdapat disebelah kanannya

__ADS_1


"Bukalah" ucap Clara


Dengan perlahan Abraham membuka map tersebut


DEG


Surat Gugatan Cerai


"A-apa maksudnya ini sayang?" jantung Abraham rasanya sudah tidak karuan lagi detaknya


"Aku melepasmu Abraham, maaf setahun ini aku egois menahanmu disisiku" ucap Clara yang tidak terlihat raut kesedihan diwajahnya


Dengan segera Abraham bangkit dari duduknya dan bersimpuh dikaki sang istri


"Please... please" Ucap Abraham lirih, dia benar-benar merendahkan dirinya


Tes.. tes..tes


Tidak dapat Abraham tahan air matanya luruh dengan derasnya mmengenai pahanya


"Aku akan mati, aku akan mati tanpamu. jangan tinggalkan aku. Aku mohon sayang jangan tinggalkan aku" Abraham membungkukkan badannya yang sedang berlutut tersebut, dia benar-benar sangat sangat mengemis kepada istrinya agar jangan ditinggalkan


"Maafkan aku atas semuanya tapi jangan hukum aku seperti ini sayang, ampuni aku sayang" Abraham berkata dengan tubuh yang bergetar hebat


Melihat Abraham yang begitu mengiba membuat Clara tidak dapat menahan kesedihannya, air matanya pun luruh nmelihat betapa terlihat menyedihkannya suaminya ini

__ADS_1


"Bukankah seharusnya kamu senang aku melepasmu?" tanya Clara sungguh dia tidak menyangka respon Abraham akan seperti ini


Abraham mengangkat kepalanya yang tertunduk tadi dan terlihatlah mata dan hidungnya benar-benar memerah


"Tidak sayang, aku akan mati tanpamu" balas Abraham cepat


"benarkah? kamu terlihat sangat berlebihan Abraham, jangan ucapkan kata mati, itu terlalu berlebihan dan terdengar menjijikkan bagiku"Clara tersenyum miring dan memandang tajam kearah Abraham


Tes.. tes..


"Kau akan mati tanpaku? sangat menjijikkan bahkan masih setahun saja kau sudah berpaling dariku, bagaimana jika selamanya?" Clara terisak akan penghianatan yang nyata dilakukan Abraham padanya


Abraham mendekati Clara dengan posisi masih berlutut sehingga dia menggunakan lututnya untuk bergerak


"Don't touch me" hempas Clara tangan Abraham yang berusaha ingin meraih tangannya


"Aku tidak pernah berpaling darimu sayang bahkan kau tahu selama setahun ini aku bahkan menyerahkan pekerjaan kepada Gio" jawab Abraham dengan perasaan sedih bahkan istrinya sudah tidak ingin dia sentuh


"Hahaha... kau benar melihat perjuanganmu setahun ini sempat membuatku luluh namun ternyata kau kembali menorehkan luka yang bahkan belum sembuh ini Abraham! kau membuatku terlihat menyedihkan! kau membuatku sangat sangat terlihat rendah! aku membencimu bahkan jikapun kau mati aku bersumpah tidak akan menangisimu, hari ini adalah air mata terakhirku untukmu" Clara meluapkan semua yang dia pendam dengan berteriak didepan Abraham


"Map terakhir akan menjadi jawaban untukmu kenapa aku memilih meninggalkan bajingan yang bahkan tidak bisa menahan nafsunya" lanjut Clara dan menggerakkan kursi rodanya keluar dari kamar


Abraham terpaku mendengar kata kata Clara dan kepalanya menoleh kearah meja yang terdapat satu map belum terbuka, Abraham bangkit berdiri dengan sedikit tertatih. Diraihnya map tersebut dan dirobeknya dengan cepat


DEG

__ADS_1


Abraham jatuh tersungkur, tubuhnya bergetar hebat. seluruh tubuhnya terasa lemah tak berdaya, Abraham menangis dengan hebatnya dikamar yang akan menjadi sangat menyedihkan setelah ini


__ADS_2