
Sudah 2 hari Clara belum juga terlihat membuka matanya, semua orang sudah terlihat sangat kusut menerka-nerka apa yang terjadi kenapa Clara enggan membuka matanya
Saat itu Arsen hanya sendiri menunggu Clara diruangan itu dia tidak pergi kesekolah selama Clara masih terbaring dirumah sakit sementara Abraham harus kekantor karena ada rapat penting yang tidak bisa dia tunda.
"Mama... Arsen sedang melukis kita berdua dibalkon kamar mama melihat matahari terbenam, nanti saat mama sudah sehat kita akan melakukan ini ya?" Arsen sedang melukis disofa meja yang tersedia dikamar tersebut
"Ah jika mama lihat pasti mama akan marah, hihihi Arsen mewarnai langitnya warna biru seharusnya kuningkan? hihihi sorry mama" Arsen cekikikan sendiri membayangkan Clara yang terus cemberut jika dia salah mewarnai langit senja, Clara dan Arsen memiliki kebiasaan menikmati matahari terbenam dari balkon kamar Clara
"Mama lihatlah" Arsen mengangkat lukisannya untuk ditunjukkan kearah Clara
DEG
Mata Arsen membola ketika melihat Clara tersenyum kearahnya
"Mamaaa" Arsen berteriak dan menghambur kearah Clara
"Mamaaa" Arsen naik keranjang dan menciumi seluruh wajah Clara
"I love you mama"
"Arsen panggil om Alex dulu, oke? mama jangan tidur lagi, Arsen hanya sebentar"
Clara hanya mengangguk dia menyentuh sekilas wajah anaknya itu
__ADS_1
"Om ALEXXX Om ALEXXX" Arsen berteriak sepanjang lorong rumah sakit berharap Alex mendengar dan memang ya Alex mendengar teriakan Arsen karena kebetulan dia juga sedang memeriksa pasien dilantai yang sama
Alex terlihat opanik mendengar Arsen yang berteriak memanggilnya
"Ada apa?" Tanya Alex dengan setengah berlari menghampiri Arsen
"Mama bangun om" jawab Arsen tepat setelah Alex berdiri didepannya
Tanpa banyak tanya Alex mengangkat Arsen dan membawanya berlari menuju ruangan Clara
CEKLEK
Alex membuka pintu dengan dan terlihat Clara yang memejamkan mata, hal itu membuat Alex menoleh kearah Arsen yang berada digendongannya
"NO NO NO... Mama wake up please don't leave me" Arsen berteriak dan menangis dia berpikir Clara kembali koma
Clara yang mendengar teriakan sang anak akhirnya kembali membuka matanya, dia hanya terpejam sebentar ketika merasakan ada yang aneh pada tubuhnya
"Hei... mama disini, kenapa menangis?"
Semua syok mendengar suara Clara, ya Arsen benar Clara sudah terbangun
"Huaaaaaa mama....." Arsen menangis dan naik keranjang memeluk Clara
__ADS_1
Alex mendekat menghampiri istri temannya itu yang memang cukup jarang mereka bertemu
"Halo Clara, kau masih ingat akukan?" tanya Alex basa-basi
Clara mengangguk dan tersenyum
"Arsen sebentar om periksa mama ya" Alex beralih bicara kearah Arsen yang nyaman memeluk Clara
Arsen menghapus air matanya dan mengangguk lalu kemudian dia bangkit dari ranjang Clara
Alex memeriksa pupil mata Clara, denyut jantung dan lain-lain perihal dengan kondisi fisik Clara apakah ada yang terganggu atau tidak
"Gimana perasaanmu?" tanya Alex
"Kepalaku sakit sampai keleher" jawab Clara
"baiklah nanti kita akan melakukan CT Scan, apa ada keluhan lain?" tanya Alex mengenai sakit kepala Alex meyakini itu efek benturan tersebut dan penyesuaian dengan jahitan dibelakang kepala Clara
"Alex" Clara memanggil Alex karena sebenarnya dia takut dengan pertanyaannya ini
"Ya?" balas Alex
"Kenapa aku tidak bisa menggerakkan badanku? aku ingin duduk tapi aku tidak bisa mengangkat kakiku dan punggungku terasa sangat berat"
__ADS_1
Alex terkejut, dia terdiam dengan pemikiran yang memang hasil ini merupakan salah satu kemungkinan yang akan terjadi pada istri sahabatnya ini