Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 48


__ADS_3

Clara mengerjapkan matanya karena merasa geli dibagian wajahnya dan ketika membuka matanya dia melihat putra tersayangnya menatapnya dengan senyum yang sangat lebar


"Good morning mama" ucap Arsen dan mengecupi wajah Clara


"Morning sayang mama" balas Clara dan mengecupi kembali wajah sang anak sembari menggelitiki Arsen yang membuat Arsen tertawa terbahak-bahak


"Mama udah mama, Arsen mau pipis ma"


"hahaha baiklah, cup. mama loves Arsen so much" ucap Clara dan mengangkat Arsen kekamar mandi


" Arsen loves mama too" balas Arsen tertawa sembari melilitkan tangannya keleher Clara


Sementara seorang pria sedang berdiri mematung didepan pintu kamar Arsen, dia mendengar sepasang anak dan ibu yang sangat saling menyayangi tersebut sedang tertawa bahagia tanpa dirinya. Biasanya setiap pagi dia dan Clara akan masuk bersama kekamar Arsen untuk membangunkan sang buah hati mereka dan akan bersama-sama membantu Arsen bersiap-siap untuk kesekolahnya namun pagi ini Abraham merasa terpukul karena dua orang yang sangat disayanginya mampu tertawa tanpa dirinya bahkan dia tidak mendengar sekalipun ada namanya disebut atau sekedar bertanya kenapa dia tidak hadir dikamar sang anak.


Kamar dirumah megah Abraham dan Clara memang sengaja di setting tanpa peredam suara karena mereka khawatir jika Arsen sedang butuh sesuatu mereka tidak akan mendengar.


Secara perlahan Abraham memabalikkan badannya dan mengurungkan niatnya untuk masuk, dia akan menunggu dimeja makan saja.


hampir sejam Abraham menunggu di meja makan akhirnya sepasang anak dan ibu itu datang juga


"Selamat pagi" dengan cerianya Abraham menyapa anak dan istrinya seolah-olah semua baik-baik saja


Hening

__ADS_1


Clara maupun Arsen tidak ada yang menjawab sapaan Abraham tersebut, bahkan menoleh kepada sang empunya suarapun tidak


ehemm


Abraham berdehem untuk menghilangkan rasa malu didirinya karena diabaikan bahkan dia merasa aneh kenapa sang anak tidak menjawab salamnya, apa tidak dengar? tidak mungkin dia mengucapkan sapaan dengan jarak yang cukup dekat


Dia melirik kearah sang anak yang duduk agak jauh dari dirinya, biasanya anaknya ini selalu menempel. Namun semua berubah dipagi ini, seketika dia menoleh pada istrinya dan kebetulan tanpa sengaja mata mereka bertemu


Deg


Abraham terpaku melihat sorot mata dingin sang istri yang hanya menatapnya sepersekian detik saja


"Anak papa tumben pagi ini tidak memberika morning kiss?" tanya Abraham memecahkan kecanggungan yang tercipta dimeja makan ini


"Mulai hari ini Arsen tidak akan mencium papa lagi" ucap Arsen yang membuat Abraham, tidak bukan hanya Abraham namun Clara juga terkejut


"Kenapa?" tanya Abraham


"Arsen sudah besar dan itu akan kelihatan aneh kalau Arsen mencium papa terus" balas Arsen tanpa menoleh kearah Abraham dia tetap fokus kearah makanannya


Abraham terpaku, dia merasa ditinggalkan sungguh dia sangat sangat mencintai anak semata wayangnya ini, Abraham melanjutkan untuk bertanya lagi namun dia memutuskan akan bertanya kepada istrinya nanti kenap Arsen berubah, apa Clara menceritakan masalah mereka kepada sang anank hingga Arsen berubah padanya.


Saat sedang fokus dengan sarapan mereka masing-masing tiba-tiba hp Abraham berdering yang memecah keheningan diantara mereka.

__ADS_1


Abraham merogoh saku jasnya untuk mengambil benda pintar tersebut, dia melihat nama Key tertera dikontak yang memanggilnya sekilas dia menoleh kearah Clara dan meliohat istrinya tersebut yang seakan tidak peduli


Abraham memutuskan untuk tidak mengangkat karena saat ini dia sedang galau atas sikap dingin sang anaknya, karena berhenti berbunyi Abraham meletakkan benda tersebut diatas meja. Namun tidak lama benda tersebut kembali berdering dan saat ini dia merasa canggung karena istri dan anaknya sama-sama menatapnya dengan tatapan tidak suka.


Akhirnya Abraham memutuskan untuk mengangkatnya namun tetap dimeja makan, dengan maksud hatinya agar Clara mendengar pembicaraan mereka agar istrinya tidak berpikir yang aneh-aneh kepadanya


"Halo Key" ucap Abraham ketika menggeser ikon hijau tanda menerima panggilan tersebut


"Halo Bi, tolong aku Bi" ucap Key dengan suara yang sedikit berteriak dan dengan nafas yang sedang ngos-ngosan karena dia sambil berlari


Seketika Abraham berdiri bahkan kursi yang didudukinya sampai terjungkal yang membuat suasana menjadi riuh bahkan Clara dan Arsen seketika menoleh kearah Abraham yang sudah bersiap untuk meninggalkan meja makan


Ketika akan meninggalkan meja makan, Abraham terpaku dengan ucapan Arsen


"Arsen mau papa yang mengantar kesekolah, tidak ada bantahan" tanpa melihat kearah sang papa, dia mengucapkan titah sang tuan muda tanpa ingin ada bantahan. Dengan sangat elegan Arsen melap mulutnya tanda bahwa dia telah menyelesaikan sarapannya


Dan sekarang Abraham dan Arsen sama-sama saling pandang dengan posisi berdiri, Arsen telah siap dengan tasnya. Sementara Abraham sedang galau untuk mengambil keputusan ini. Dia sadar mungkin dengan permintaan sang anak ini dapat mengembalikan keakraban mereka kembali, tapi bagaimana dengan Key?


Arrrgggggggggggg......


Lamunan Abraham buyar ketika hp yang masih menempel ditelinganya mengeluarkan suara Key yang sedang berteriak histeris, tanpa pikir panjang Abraham memutus pandangannya dengan Arsen dan berlari kencang keluar rumah


"Halo Key... Keyy Halo.  ****" Sambil berlari Abraham mencoba memanggil Key dengan suara berteriak yang dapat didengar Clara dan Arsen

__ADS_1


Arsen mengikuti jejak tubuh sang papa dengan pandangan yang entah...


__ADS_2