
Arsen baru kembali dari sekolah dan berjalan menuju kekamar sang mami, sudah 1 tahun berlalu sejak kejadian tragis tersebut namun senyum belum kembali menghiasi wajah orang-orang yang ditinggalkan
Arsen membuka pintu kamar dan melihat Clara duduk dikursi rodanya mengahadap jendela kamar
“Mami kebiasaan deh tidur didepan jendela” gerutu Arsen karena memang kebiasaan Clara ini dilakukan sejak kejadian tersebut, Clara akan merenung dan ujung-ujungnya akan tertidur
Arsen berjalan dan berdiri didepan kursi Clara sejenak dia memandang wajah sang mami yang sudah terlihat tirus
“Mami Arsen pulang” ucapnya ketika sudah berada didepan Clara
Namun tidak ada reaksi apapun, lalu Arsen mengangkat dagu Clara yang tertunduk karena dia berpikir bahwa sang mami tertidur
“Mami” suara Arsen bergetar dan dia menyentuh tangan Clara yang berpangku pada pegangan kursi roda
Clara tidak menyahut, bahkan Arsen sudah menggoyangkan tangannya namun tetap tidak ada reaksi
“Mami pasti sangat lelah yakan makanya tidurnya sangat nyenyak” air mata Arsen jatuh ketika mengucapkan kalimat tersebut
Lalu Arsen memutar kursi roda sang mami dan membawanya ketempat tidur
__ADS_1
“Badan mami akan sakit kalau tidur seperti ini” Walau berat namun dengan susah payah Arsen memindahkan Clara keatas tempat tidur, lalu Arsen menyelimuti tubuh ringkih yang terlihat pucat tersebut
“Tangan mami sangat dingin apa mami kedinginan?” Arsen mengusap tangan Clara agar menghangat
“Mami? Mami?” Arsen menepuk nepuk pipi Clara namun sama tidak ada reaksi
“Mami, please wake up” Air matanya jatuh ketika pikirannya mengambil keputusan yang menyakitkan mengenai Clara
“Mami, jangan tinggalkan Arsen sendiri” Arsen mengguncang tubuh yang tak bertenaga itu dengan keras, sama! Tidak ada respon
Arsen menangis meraung, dia tidak menyangka sang mami juga akan meninggalkannya. Sekarang dia sendiri, dia tidak terima ini semua!
“MAMI WAKE UP” Teriaknya diiringi air mata
“BANGUN MAMI, KALIAN JAHAT AKU MEMBENCI KALIAAANN!!!!” Teriaknya histeris
Arsen terduduk dilantai dan menangis meraung meratapi dirinya yang ditinggal sendiri
“Kalian meninggalkanku pada akhirnya, cinta dan sayang kalian palsu padaku. Bagaimana kalian tega meninggalkanku sendiri disini, apa daddy senang sekarang? Apa daddy senang telah membawa mami?” Luka akibat ditinggalkan orang tua adalah luka yang tidak dapat dilukiskan sakitnya
__ADS_1
Dia berusaha tegar karena berpikir masih ada sang mami yang akan menemaninya namun sekarang, siapa yang akan menemaninya? Siapa yang akan menjaganya menghadapi dunia yang seharusnya penuh dengan kebahagian masa kanak kanak baginya
“Aku membenci kalian!” Lalu Arsen menghapus air mata dan cairan yang keluar dari hidungnya dengan bajunya
Dia berbalik dan melihat Clara yang sudah tidak terselimuti, hatinya tidak tega melihat itu lalu dia kembali membetulkan selimut tersebut
Lalu dikecupnya kening sang mami dengan sayang
“Kuharap mami akan bangun” lalu Arsen berjalan keluar kamar dan menemui semua pelayan rumah sang nenek
Kebetulan memang Orang tua Abraham sedang diluar negri mengurus bisnis yang sekarang kembali menjadi kewajiban mereka sejak sang anak berpulang
“Mami sedang tidur karena sangat lelah jadi tidak ada yang boleh memasuki kamar mami apapun alasannya, apa kalian paham?” Arsen bertanya dengan aura dingin dan tegas menatap satu persatu pelayan dirumah besar tersebut
“Baik tuan muda” jawab mereka kompak karena memang mempercayai hal tersebut
“Lalu bagaimana makan siang nyonya tuan muda?” Tanya salah satu pelayan
“Mami belum makan siang?” Tanya Arsen dengan suara tercekat, air matanya kembali jatuh namun segera dihapusnya
__ADS_1
“Belum tuan muda”
“Baiklah siapkan makan siang mami aku yang akan membawa keatas, ingat jangan ada yang berani masuk kekamar mami!” Tekan Arsen lalu dia duduk disofa menunggu pelayan menyiapkan makan siang Clara