
Abraham membeku mendengar pertanyaan istrinya, bibirnya kelu dia bingung harus menjawab apa
Sementara Clara terus memandang Abraham mencoba menyelami isi pikiran pria ini sambil dengan jantung berdebar menanti jawaban Abraham
Dia harap Abraham murni mengubahnya seperti ini berdasarkan imajinasinya mungkin atau mungkin Abraham mempunyai selera fashion khusus mungkin yang ingin diaplikasikan jika memiliki istri
Dia dan Bella pernah membicarakan ini, karena Bella merasa aneh semua mengenai tampilan Clara Abraham ubah total. Oke kalau soal rambut mungkin Bella dapat menerima jika Abraham kurang suka dengan model rambut Clara, tapi ini tidak! Semua! semua Abraham ubah sehingga menurut Bella Abraham menghilangkan jati diri Clara
Bayangkan prihal pakaian rumahan Clara pun Abraham mendoktrin harus warna ini, harus model begini, harus tampil anggun lemah lembut padahal dia tahu Clara sangat tidak nyaman dengan hal itu karena Clara adalah tipe orang yang santai jika dirumah walau terlahir menjadi putri orang berada dan sedikit urakan menurut Bella tidak sampi disitu tahukah kalian skincare Clara siapa yang membelikannya? Yap benar Abraham dengan merek yang berbeda dengan yang dipakai Clara
Apa iya sampai skincare pun Abraham harus mendoktrin Clara? Juga bagaimana Abraham tahu mengenai ini? Banyak pertanyaan-pertanyaan Bella yang diutarakan kepada Clara
Tapi Clara saat itu hanya menjawab bahwa dia senang itu artinya Abraham perhatian padanya dan mungkin ini satu cara Abraham untuk mendekatkan hubungan mereka makanya Clara tidak banyak menyela perintah Abraham, karena jika mendekatkan diri melalui kata-kata dia cukup tahu jika Abraham orang yang pendiam
Itu adalah pemahaman yang didoktrin Clara kedalam hati dan pikirannya walau dihati kecilnya juga merasa aneh
Tiba-tiba lamunan Clara buyar ketika dia tersentak Abraham menghempaskan tangannya dari leher pria itu dengan kasar
“Apa maksudmu?” Tanya Abraham ketus
DEG
__ADS_1
Clara mendadak membeku, ini! Ini yang dia takutkan jika mengungkapkan isi pikirannya. Suaminya ini akan marah, dia tidak ingin menghancurkan keintiman yang baru terbangun diantara mereka
“Ja-jangan marah a-aku hanya bertanya saja” kata Clara terbata dan mencoba meraih tangan Abraham
Abraham menghempas tangan Clara
“Kamu tidak senang mematuhi semua perintahku? Kamu tidak suka aku perhatian padamu?” Tanya Abraham dengan membentak
Sumpah demi apapun ini cara dia untuk menutupi kegugupan dan kebohongannya terhadap istrinya ini, dia tidak ingin Clara banyak bertanya mengenai ini
Maafkan aku gumamnya dalam hati melihat Clara ketakutan mendengar suranya yang meninggi
“Kamu tahu? Seharusnya kamu bersyukur suamimu perhatian padamu! Peduli kamu mengenakan pakaian yang seperti apa yang terlihat bagus! Tidak semua suami sepertiku perhatian CLARA!” Lanjut Abraham lagi dengan menaikkan oktaf suaranya diujung kalimatnya
Dia pikir mereka telah bisa bertukar pikiran saat ini, dia bodoh dia merusak semuanya dia terlalu terburu-buru. Dia salah langkah
“MINGGIR!!!” Bentak Abraham lagi lalu sedikit menggeser kasar tubuh Clara hingga Clara terhuyung kesamping untung dia masih bisa menyeimbangkan dirinya agar tidak terjatuh walau pinggangnya sedikit mengenai ujung meja dan membuat rasa nyeri dan ngilu dipanggangnya tapi dia tidak berani mengeluarkan suara ringisan dia hanya menggigit bibirnya menahan suaranya
“Kamu tidak senangkan dengan perhatianku! Baiklah kuhancurkan semua ini” lanjutnya lagi dengan mengeluarkan dengan kasar pakaian-pakaian Clara yang dia perintahkan beli sesuai selera dia. Selera dia?
Melihat kemarahan berapi-api Abraham dia merasa bersalah telah berburuk sangka, akhirnya air mata Clara tumpah sudah
__ADS_1
AARRGGGHHHHH
Abraham menggeram dengan kuat namun suara tertahan sumpah emosinya sudah dipuncak, matanya sudah memerah nafasnya sudah tersengal sengal memburu
Clara yang mendengar geraman itu menghampiri Abraham menghambur memeluk tubuh pria itu
“Hikssss maafkan aku, maafkan aku hiksss” kata Clara tergugu
“Jangan marah jangan marah aku salah sayang jangan marah” lanjutnya lagi dengan air mata turun dengar derasnya
Dia berusaha menghentikan tangan Abraham mengeluarkan semua pakaiannya
“A-aku senang aku senang dengan semua baju-baju ini maafkan aku hiksss” kata Clara dengan mencoba mendekap Abraham erat untuk menunjukkan rasa bersalahnya
Abraham menghempaskan tangan Clara kasar lalu berjalan pergi meninggalkan Clara, Clara mencoba mengejar lalu memeluk erat pinggang Abraham namun sama Abraham menghempaskannya kasar dan berlalu
Clara terduduk bersimpuh dia menangis dengan sejadi-jadinya sambil memukuli dadanya yang terasa sesak
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Selamat membaca gaessss
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak