
Abraham tidak memperdulikan perkataan Key walau diapun sebenarnya merasa sedikit terusik oleh ucapan Key tersebut, sekarang dia harus bisa secepatnya sampai dirumah
Abraham berjalan dengan tergesa untuk keluar dari apartemen ini, dia tidak peduli lagi terhadap kunci mobilnya saat ini dia hanya butuh menyetop taxi
Hampir sekitar 15 menit diperjalanan akhirnya Abraham sampai dirumah, dengan tergesa dan sedikit berlari Abraham memasuki rumahnya dan dengan kasar membuka pintu rumahnya tersebut
Dia tidak melihat ada istrinya diruang tengah
"Ah dapur" ucapnya dan berlari kearah dapur
Deg
Dia terpaku ternyata benar istrinya ada disitu, duduk dikursi rodanya yang dimeja makan sudah penuh dengan makanan
Abraham sedikit terpaku, ada apa gerangan kenapa menu besar untuk sarapan pagi
"Sayang" ucap Abraham dan berjalan mendekati Clara
Deg
istrinya tersenyum, senyum tulus yang sudah lama hilang dari wajah cantik istrinya tersebut. Abraham terpaku dia merasa sedikit merasa aneh dengan ini semua, kenapa tiba-tiba istrinya berubah
Mendengar panggilan suaminya Clara mengangkat wajahnya dan tersenyum tulus bahkan sangat tulus
"Mandilah dulu, lalu kita akan sarapan bersama" ucap Clara dan masih dengan menyunggingkan senyumnya
"Ha?" Abraham merasa kikuk dengan situasi ini
__ADS_1
Clara mengangkat tangannya dan mengusap wajah Abraham yang kebetulan sudah ada dihadapannya
"Aku akan menunggu, mandilah" ulang Clara
Mendapat perlakuan manis istrinya dipagi yang sebenarnya sangat rumit menurut Abraham benar-benar membangkitkan moodnya
"Baiklah, aku tidak akan lama" balas Abraham dan dengan mode keberanian Abraham mengecup kening Clara dengan sedikit lama, dia merasa hidupnya akan kembali tertata kembali dengan kembalinya sifat istrinya yang dulu
Setelah memberi kecupan dikening Clara Abraham segera berlari menuju kamar mereka untuk membersihkan diri, didalam kamar mandi Abraham mandi dengan penuh semangat dan diselingi dengan bersiul ria bahkan dia melupakan ada satu masalah yang harus segera dia selesaikan
Setelah selesai membersihkan diri dan berpakaian santai pagi ini, bahkan dia menyemprotkan parfum kesukaan istrinya tersebut
Abraham berdiri didepan cermin dia memandangi dirinya dan tersenyum merasa malu dengan tingkahnya yang sangat kekanakan menurutnya, ternyata seperti ini rasanya mendapat maaf dari orang yang dia sayangi dan cintai tentunya
Setelah memastikan bahwa dirinya sudah tampan, rapi dan wangi Abraham berjalan turun kebawah
Clara tersenyum
"Tidak apa apa, aku sudah memasak semua makanan kesukaanmu. Apa kau suka?" Clara menunjuk beberapa makanan yang memang kesukaan Abraham
"Sayang seharusnya kau tidak perlu repot repot membuat ini semua" balas Abraham yang merasa khawatir istrinya akan kelelahan mengerjakan ini semua
"Tidak, ini tidak semua aku sendiri yang mengerjakan kok. Aku dibantu sama para bibi" Balas Clara yang memang benar adanya, bagaimana mungkin dia bisa mengerjakan ini seorang diri dengan kondisi yang seperti ini
"Makanlah aku harap kau suka" lanjut Clara lagi
"Tentu sayang, terimakasih atas sarapan yang indah ini" balas Abraham dan mulai memakan sarapannya yang memang sudah disediakan Clara dihadapannya
__ADS_1
"Ini sangat nikmat, terimakasih istriku. Aku mencintaimu" balas Abraham dan melabuhkan kecupan dipipi Clara
Mendapat respon Abraham tersebut Clara hanya tersenyum dan melanjutkan sarapannya
Abraham tersenyum bahagia melihat tidak ada lagi penolakan istrinya
"Apakah Arsen sudah pergi sekolah?" tanya Abraham lagi, dia tidak akan menyianyiakan momen ini. Momen dimana istrinya sudah tidak mendiamkannya lagi
"Sudah dan nanti Arsen akan kerumah mami dan papi"
"Tumben, kenapa?" balas Abraham
"Ya, katanya mami sama papi rindu Arsen karna sudah lama juga Arsen tidak kerumah mami"
Abraham hanya mengangguk membenarkan memang semenjak retaknya hubungan mereka bahkan hubungan keorangtuanya pun ikut rusak
"Bisakah hari ini kau tidak kekantor?" tanya Clara
Abraham terpaku menatap Clara dengan penuh tanda tanya
Clara yang paham maksud tatapan Abraham pun tersenyum lembut
"Aku ingin berkencan dengan suamiku yang tampan ini hanya hari ini" balas Clara dan memberikan kecupan dipipi Abraham dan tentu hal itu menyenangkan hati Abraham
"Kenapa hanya hari ini? aku akan meluangkan waktuku setiap istriku ingin berkencan dan tentu saja dengan senang hati" jawab Abraham dan membalas kecupan Abraham dipipi Clara
"Terimakasih" balas Clara tersenyum
__ADS_1