Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 44


__ADS_3

Melihat tangannya yang digoyangkan sang putra akhirnya Clara tersadar dan mengangkat sang putra kegendongannya lalu mengecup kepala sang putra dengan sayang


"Kita pulang ya?" Ucap Clara dengan lembut kepada sang putra dan menatapnya dengan dalam, Arsenpun menganggukkan kepalanya tanpa ada pertanyaan lagi, seolah-olah dia mengerti dengan apa yang terjadi


Tanpa berkata apa-apa, tanpa menyapa sang suami, tanpa melempar senyum dan bahkan tanpa menatap sang suami setelah mendengar jawaban sang putra yang menyetujui ajakannya kembali Clara membalikkan tubuhnya dan berlalu pergi dengan Arsen digendongannya


Hal itu membuat Abraham kaget dan mengejar langkah Clara dan sang putra


"Bi, kau mau kemana? jangan tinggalkan aku Bi" Ucap Key yang kaget melihat Abraham meninggalkannya, Abraham menoleh sebentar lalu berkata


"Kembalilah ke apartemen terlebih dahulu" Kata Abraham dan melanjutkan langkahnya dan tentu saja ucapan diantara dua manusia itu terdengar oleh kdua telinga Clara dengan jelas karena dirinya belum jauh dari posisi Abraham dan Key


Seketika air mata Clara terjatuh tanpa dia sadari namun ekspresinya tidak menunjukkan apapun seolah-olah air mata itu keluar tanpa dia inginkan, bukankah itu air mata yang menunjukkan kesakitan yang sangat luar biasa?

__ADS_1


Arsen yang melihat air mata sang mama mengusap air mata itu dari wajah sang mama lalu menenggelamkan wajahnya diceruk leher sang mama


"Arsen sangat mencintai mama, jangan menangis" Ucap Arsen dengan suara lemah, mendengar ucapan sang anak membuat air mata itu semakin deras keluar dan dia mendekap sang anak semakin erat dan terdengar isakan pelan Arsen yang membuat Clara semakin merasa sakit


"Mama juga sangat mencintai Arsen, jangan nangis nak" Ucap Clara dan mengangkat wajah sang anak dan menghapus air mata itu dari wajah buah cintanya dengan sang suami itu, tidak! Arsen bukan buah cinta mereka berdua, hanya dia! ya Clara akhirnya menyadari bahwa selama ini hanya dia sendiri yang memiliki perasaan kepada sang suami, jika memang sang saumi memiliki rasa yang sama maka dia akan mencintai Clara dengan segala apa yang ada didiri Clara


Clara sudah menekan tombol untuk membuka pintu mobil dan ketika akan memasukkan Arsen disamping kemudi Abraham membalikkan tubuh Clara yang dalam posisi masih menggendong Arsen


DEG


"Apa yang terjadi?" Ucap Abraham dan akan mengambil Arsen dari gendongan sang istri yang masih dengan tatapan yang tidak pernah Abraham lihat


Melihat istrinya yang hanya diam akhirnya Abraham bertanya kepada sang anak, bukankah tadi semua baik-baik saja

__ADS_1


"Arsen sayang apa terjadi sesuatu?" lanjut Abraham dan mengambil Arsen dari gendongan Clara namun Clara menahan agar Arsen tetap dipelukannya, hal itu tentu membuat Abraham heran dan menatap kearah istrinya karena tidak berhasil mengambil alih sang anak dan dia juga heran ketika sang anak juga semakin memeluk erat sang mama, bukankah tadi Arsen senang berjumpa dengannya?


Clara yang tahu arti tatapan Abraham yang menuntut penjelasan atas apa yang terjadi seketika membuka suara yang berhasil membuat Abraham membeku ditempat


"Jangan sentuh anakku dengan tangan kotormu" ucap Clara dengan sinis dan berhasil menghujam jantung Abraham


Sungguh mendengar jawaban itu membuat darah Abraham seolah-olah berhenti, apa yang terjadi? apakah Clara sudah salah paham dengan apa yang dilihatnya tadi?


Seketika Abraham merasa takut dengan situasi ini


"Ara" katanya lembut sementara Clara sudah berhasil membuka pintu mobil dan memasukkan Arsen duduk disamping kemudi dan memasang sabuk pengamannya, Abraham tersadar ketika ia merasa angin berhembus didepan wajahnya ketika Clara melintasinya begitu saja


Abraham mengejar Clara yang sudah berjalan menuju arah kemudi, Abraham menahan tangan Clara

__ADS_1


"Ara, ini tidak seperti yang kau pikirkan! kau salah paham" ucap Abraham ketika Clara telah menoleh kearahnya sementara Clara hanya mengangguk tanpa menjawab ucapan Abraham lalu melepaskan cekalan tangan Abraham dilengannya dan melanjutkan langkahnya memasuki mobil


Ketika sudah memasuki mobil Clara langsung mengunci pintu mobil agar Abraham tidak menghalangi lagi langkahnya untuk pulang, sungguh! saat ini dia butuh sendiri untuk menenangkan pikirannya yang sudah sangat penuh akan berbagai hal


__ADS_2