
Setelah puas berbasah basahan di pantai akhirnya Abraham dan Clara masuk kedalam vila yang telah mereka booking, dengan telaten Abraham membantuk membersihkan tubuh sang istri.
"Selesai" ucapnya ketika selesai mengeringkan tubuh sang istri dan memakaikan pakaiannya
"Baiklah, aku akan membersihkan diriku sebentar sayang lalu kita akan makan siang" lanjut Abraham dan bangkit berdiri lalu melabuhkan sebuah kecupan dikening sang istri
CUP
Clara tersenyum dengan sangat tulus dan memperhatikan punggung Abraham yang berlalu memasuki kamar mandi
Ting
Ponsel Clara berbunyi menandakan sebuah pesan masuk
"Semua sudah selesai nyonya dan sudah saya letakkan dikamar nyonya dan tuan" Clara membaca pesan dari seseorang yang memang dia suruh untuk melakukan sesuatu
"Kosongkan rumah, saya dan suami akan kembali 2 jam lagi" ketik Clara untuk membalas pesan sang pengirim
Clara menatap kearah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat
"Kuharap ini yang terbaik untuk kita berdua, aku mencintaimu bahkan sangat namun menggenggammu menyakiti diriku" gumamnya lirih dengan tatapan sendu kearah kamar mandi
Ceklek
Terdengar pintu kamar mandi yang terbuka
"Aku sudah memesan makan siang menjelang sore kita hahaha" ucap Clara menjelaskan karena melihat sang suami sedikit heran sudah ada makanan dikamar mereka
__ADS_1
"Kenapa harus memesan? aku ingin mengajak kamu makan diluar padahal" balas Abraham
"Tidak perlu, kamu pasti lelah menggendong aku terus dan aku sedikit malu" jawab Clara
"Tidak, siapa bilang aku lelah tentu saja tidak" balas Abraham dengan sedikit menggebu gebu
"Yayaya baiklah, sekarang berpakaianlah lalu kita makan" ucap Clara mengalah
Saat ini Clara dan Abraham sedang menikmati makan siang mereka dengan suasana yang menurut Abraham berubah menjadi dingin
"A-apakah aku berbuat salah sayang?" tanya Abraham hati-hati karena selama makan istrinya terlihat sangat pendiam bahkan tidak pernah menatap kearahnya padahal dia sudah bolak balik menatap sang istri, tidak mungkin Clara tidak sadar jika dirinya ditatap bukan?
Clara akhirnya mengangkat kepalanya dan memandang sang suami
"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Clara balik
"Ka-kamu dari tadi tidak pernah menatapku, apakah makanan itu terlihat lebih menarik dari suamimu ini?" tanya Abraham
"Mana ada, itu perasaan kamu saja. Aku hanya sedikit lapar jadi ingin cepat cepat menyelesaikan ini" balas Clara berkilah
Abraham hanya menganggukkan kepalanya
"Baiklah, lalu apa yang akan kita lakukan kembali untuk memenuhi keinginan kencanmu?" tanya Abraham
Clara menggeleng
"Sudah selesai kita pulang saja"
__ADS_1
"HA? Kenapa?" tanya Abraham dengan sedikit kaget, dia merasa tidak ingin menyudahi kencan mereka hari ini dan ntah kenapa dia sangat tidak ingin pulang kerumah rasanya dia takut kembali kerumah dan istrinya akan berubah mendiamkannya lagi
"Aku sudah cukup bersenang senang hari ini" balas Clara
"Baiklah"
Saat ini Clara dan Abraham sedang berada didalam mobil menuju kerumah mereka
Tidak ada percakapan diantara mereka dan entah kenapa Abraham merasa akan ada sesuatu yang terjadi
Abraham memegang dadanya yang terasa sedikit nyeri dan berdetak tidak karuan, dia merasa aneh. Tidak pernah sebelumnya dia merasa seperti ini, ini bukan rasa seperti penyakit ini seperti rasa kekhawatiran, rasa tidak enak seakan akan sesuatu akan terjadi
Dia menoleh kearah istrinya yang sejak tadi memalingkan wajahnya kearah jendela dan tidak berbicara apapun
"semuanya pasti baik-baik saja" gumam Abraham dalam hati, dia berusaha membuang segala pikiran buruk yang terlintas dipikirannya
Setelah berkendara hampir sejam lamanya akhirnya mereka sampai dirumah mewah mereka yang entah kenapa terasa horor bagi Abraham saat ini
Terlihat pelayan yang biasa membantu Clara sudah siap sedia dengan kursi roda
Abraham memarkirkan mobilnya dan pelayan tersebut segera menghampiri mobil sang tuan
Belum sempat Abraham membantu sang istri turun namun sudah lebih dulu dilakukan oleh pelayan
Clara menoleh kearah Abraham yang diam mematung didekat pintu mobil
"Aku ingin berbicara sesuatu, aku tunggu didalam" ucap Clara
__ADS_1
Deg
Pandangan sang istri terasa sangat dingin menurut Abraham