
DEG
Rasanya nyawa Abraham seakan keluar dari dalam tubuhnya ketika melihat hasil tes DNA yang tertera didalam kertas yang saaat ini berada dalam gengggamannya
Tanpa dia minta air matanya keluar begitu saja, pikirannya langsung berkelana menerka segala yang akan terjadi kepada keluarganya ketika mengetahui hasil yang keluar ini diketahui, apakah dia akan sanggup menghadapi semua orang yang dicintainya akan meninggalkannya lagi
Pikirannya gamang saat ini, Abraham memukul dadanya yang terasa sangat sesak bahkan menarik nafas normalpun dia sudah tidak bisa
"Katakan ini bohong" ucapnya dengan nada bergetar sembari menatap sang dokter yang terpaku menatap ekspresi Abraham sangat diluar ekspektasinya
"Maaf pak, hasil ini sudah sebenar-benarnya tanpa ada manipulasi dari pihak manapun sesuai permintaan bapak jika ada yang mencoba mendatangi kami untuk mengubah hasilnya maka hanya perintah bapaklah yang mutlak kami ikuti" Jelas sang dokter panjang lebar karena takut Abraham menyalahkan mereka karena memang ada seorang pria yang mendatangi tim rumah sakit meminta untuk mengubah hasil Tes DNA tersebut
Abraham tidak fokus lagi mendengarkan perkataan sang dokter karena memang dia sangat yakin bahwa tidak mungkin dokter tersebut mengkhianatinya
Dengan tertatih Abraham berdiri untuk keluar dari ruangan sang dokter, dan ternyata didepan ruangan sang dokter sudah berdiri Keysha dengan raut wajah bersalah penuh penyesalan
"Bagaimana bisa?" Abraham menatap Keysha dengan sendu dan memegang kedua bahu Keysha
__ADS_1
"Bagaimana bisa itu ANAKKU?" Teriak Abraham sembari mengguncang bahu Key dengan kencang
Mulut Keysha tidak mampu untuk berucap hanya air matanya yang mampu menunjukkan betapa dalam rasa penyesalannya terhadap pria didepannya ini
"Tidak puaskah kau meninggalkanku dulu dan menghancurkan hidupku, kepercayaan diriku? lalu saat aku sudah berhasil bangkit dari luka yang kau torehkan dan berhasil menemukan kebahagian yang baru kenapa kau tega" suara Abraham melemah, semua percuma rasanya betapapun dia berteriak, memaki bahkan rasanya ingin memukul wanita ini namun dia tahu semuanya tidak akan mampu merubah apa yang sudah terjadi
"Maafkan aku, sungguh Bi maafkan aku" akhirnya mulut Keysha mampu mengucapkan kata yang memang hanya itu yang mampu dia ucapkan
"Se-sekarang aku tidak menuntut tanggung jawabmu, kau tidak perlu mengakui anak itu, kau tidak perlu menjelaskan hasil ini kepada Clara" Keysha mencoba memberikan solusi untuk Abraham agar semua tetap sesuai keinginan Abraham
Abraham yang awalnya tidak ingin menyakiti Keysha seketika mencekik leher wanita tersebut dengan sangat kuat
Keysha berusaha melepaskan cekikan tangan Abraham dilehernya
"Ka-kalau begitu bertanggung jawablah dan kita teruskan rumah tangga kita ini demi bayi kita Bi, demi anak perempuan kita. Arsen sudah besar dan aku rasa dia sudah bisa hidup tanpa hadirnya sosok ayah tapi bayi kecil kita dia masih membutuhkanmu Bi, ba-bahkan..." Keysha menjeda kalimatnya karena dia takut untuk mengucapkan kalimatnya selanjutnya
Abraham semakin tajam menatap Keysha yang beraninya membuka mulutnya saat ini
__ADS_1
"Ba-bahkan aku bisa menjadi ibu sambung Arsen, aku akan menerima Arsen jika kau ingin membawa Arsen tinggal bersama kita" sungguh keberanian Keysha saat ini sangat luar biasa, ya dia tahu Abraham adalah pria yang bertanggung jawab lalu kenapa dia merasa bersalah. Dia hanya perlu meyakinkan Abraham untuk bertahan disisinya
"Dalam mimpimu, aku tidak menyangka kau adalah wanita iblis ternyata Key. Aku menyesal pernah mengenalmu, rasa sakit ini akan kubawa sampai kematianku" ucap Abraham lalu melepaskan cengkramannya dileher Key lalu berjalan keluar dari rumah sakit
Sementara Key terbatuk batuk merasakan sesak nafasnya dan berusaha menormalkan nafasnya
Sementara seorang pria menatap gedung pencakar langit melalui kaca ruangannya
"Maafkan aku Ara semua diluar kendaliku" gumamnya
Sementara Abraham melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh dia sungguh tidak tahu bagaimana untuk menghadapi ini semua
Langit yang sudah mendung akhirnya menurunkan juga airnya dengan sangat deras, derasnya air yang turun sejalan dengan derasnya air mata Abraham
"Ara, Arsen aku harus bagaimana? hikss...hiksss aku tidak bisa hidup tanpa kalian" Abraham semakin kalut hingga tanpa terasa dia melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata ditambah kondisi sedang hujanpun tidak membuatnya untuk tersadar dan melambatkan mobilnya
Hingga tiba-tiba...
__ADS_1
BRAKKKK....BRAKKKKK...BRAKKKK