Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 85


__ADS_3

Abraham melepaskan cengkraman tangan Key dan berjalan dengan langkah tergesa untuk mengikuti Gio yang membawa anaknya keluar dari ruangan yang menyakitkan tersebut


Namun ternyata dia sudah kehilangan jejak Gio dan Arsen karena Gio memang dengan buru-buru membawa Arsen untuk keluar


"Arggggggg" Abraham berteriak dan memukulkan tinjunya ketembok yang kebetulan tempatnya berhenti


"Bagaiman bisa Arsen datang kesini? bagaimana bisa semua menjadi sekacau ini" Teriaknya marah


Sementara disebuah rumah yang sederhana Clara berada didalam kamarnya dengan memegang sebuah figura foto keluarga kecilnya, Abraham, Arsen dan dirinya yang saat itu merayakan ulang tahun sang anak


Clara menghapus air matanya yang jatuh tepat diatas figura tersebut


"Inikah akhirnya? apakah dengan begini kamu akan menemukan kebahagianmu? apakah tidak cukup hanya ada aku dan Arsen yang menjadi sumber kebahagianmu?" gumam Clara terisak

__ADS_1


"Aku sangat membencimu Abraham, aku akan membawa rasa sakitku dan penghianatanmu ini sampai akhir nafasku" Clara semakin tergugu dia kembali mengingat ketika akhirnya Abraham mendatanginya dan menyetujui keinginannya untuk bercerai


flashback


Disebuah restoran yang menyediakan ruangan privat disinilah Abraham dan Clara untuk pertama kalinya kembali berjumpa setelah Clara memutuskan untuk meninggalkan rumah mewah Abraham dengan membawa sang anak


Abraham rasanya ingin sekali merengkuh tubuh sang istri dan menyesap aroma yang sudah sangat dia rindukan namun dia ingat bahwa saat ini bahkan duduk dihadapan sang istripun dia sudah merasa tidak pantas


"Bagaimana kabarmu sayang?" kalimat itulah yang pertama terlontar dari mulut Abraham, dia ingin berbasa basi sekedar mengulur waktu untuk merasakan momen berdua dengan sang istri untuk terakhir kalinya


Abraham yang semula duduk berhadapan dengan Clara memilih berdiri dan keluar dari ruang kursinya lalu berjalan mendekati sang istri, Clara hanya mengamati apa kiranya yang akanĀ  dilakukan oleh Abraham


Setelah berada didekat sang istri Abraham menjatuhkan kedua lututnya kelantai dan menaruh kedua tangannya diatas pahanya dengan kepala yang menunduk

__ADS_1


Tes tes


Clara dapat melihat air mata Abraham yang jatuh mengenai kedua tangannya dan suara isakan Abraham menjadi jelas terdengar seiring dengan derasnya air mata itu turun mengenai tangannya


"Dikehidupan selanjutnya kuharap kita akan bertemu lebih awal, dikehidupan selanjutnya kuharap kau tetap menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku, dikehidupan selanjutnya.." Abraham tidak mampu melanjutkan kalimatnya karena dadanya rasanya sangat sesak, dia merasa oksigen sudah tidak mengaliri tubuhnya lagi


Clara yang melihat pria yang dicintainya ternyata begitu terluka akan keputusannya merasa sangat bersalah, air matanya tidak mampu dia bendung juga namun untuk memaafkanpun rasanya dia tidak mampu


"Dikehidupan selanjutnya aku akan mencintaimu dan memberikan segala kebahagian yang tidak dapat kuberikan dikehidupan saat ini" Abraham berucap dengan sangat yakin seolah dia memang tidak akan ditakdirkan untuk bahagia dengan Clara dikehidupan saat ini


"Berhentilah bicara kehidupan selanjutnya karena aku tidak akan ingin terlahir kembali dan ditakdirkan dengan pria penghianat sepertimu" Balas Clara ketus walau sebenarnya diapun menaruh amin didalam kalimat yang diucapkan Abraham


Abraham meraih tangan Clara dan menggenggamnya erat, dia memindai wajah sang istri untuk menjadi memori terindah yang akan dia kenang

__ADS_1


Abraham sangat yakin bahwa kehidupannya saat ini tidak akan lama hingga dia berharap terlahir kembali dan memulai cerita awal yang indah dengan sang istri kelak


__ADS_2