Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 61


__ADS_3

"Jangan bercanda" Abraham menggebarak meja Alex


"Kau pikir aku dalam kondisi bercanda? saat ini aku bahkan ingin menghajarmu, istrimu lumpuh karena dirimu bajingan" Alex bahkan menarik kerah baju Abraham


Abraham melepaskan tangan Alex lalu berjalan keluar ruangan Alex, dia berjalan keluar dari rumah sakit dengan pikiran kosong


Dia masuk kedalam mobil dan melajukan kendaraannya tersebut dengan kecepatan tinggi bahkan dia hampir menabrak beberapa pengendara lainnya


"Aaaaaaaa" dia berteriak sembari memukul-mukul setir kendaraannya dia bahkan sudah siap mati saat ini


Dadanya saat ini sangat sesak memikirkan kondisi istrinya, memikirkan penyesalannya yang menyebabkan kemalangan tersebut terjadi


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dia menoleh sebentar dan ternyata nomor sang Ayah memanggil.


"KAU DIMANA?" baru saja dia menerima panggilan tersebut sudah terdengar suara menggelegar sang ayah


"Aku sedang diluar pa" balasnya


"Cepatlah kemari istrimu mengamuk" Belum sempat Abraham bertanya kenapa panggilan tersebut tiba-tiba terputus

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang Abraham memutar kemudinya untuk kembali kerumah sakit yang memang belum terlalu jauh dia tinggalkan


CITTTT


Dia memarkirkan mobilnya sembarang, dan berlari masuk kerumah sakit


BRAKK


Tanpa pikir panjang dia masuk dengan membanting pintu


Senyap


Semua orang menoleh kearahnya karena mendengar pintu yang dibanting


"KAU PEMBUNUH, KAU MENGHANCURKAN HIDUPKUUU BAJINGANNNN" Clara berteriak histeris matanya memerah memancarkan kemarahan yang sangat dalam


"KEMBALIKAN HIDUPKU, KEMBALIKAN HIDUPKU" Clara memukul mukul kepalanya karena jujur saat ini bahkan untuk bergerakpun dia tidak bisa, dia tidak dapat menerima ini semua. Kenyataan ini sangat tidak dapat dia terima


Abraham berlari mendekati istrinya lalu memeluknya dia tidak peduli walau istrinya ini memberontak

__ADS_1


"Maafkan aku, maafkan aku sayang tolong maafkan aku sayang" Abraham berkata dengan sangat mengiba air matanya bahkan sudah tak terbendungnya lagi


"Matilah! lalu aku akan memaafkanmu" Ucap Clara sinis


"Kau tidak boleh bahagia, kau tidak boleh bahagia sementara aku seperti ini"


Abraham terdiam


"Aku tidak akan bahagia sayang, seumur hidupku akan mengabdi padamu sayang. Tolong izinkan aku menebus semua dosaku sayang, tolong" Abraham benar-benar mengemis memohon pengampunan pada istrinya


Clara berusaha menenangkan dirinya, emosi dan rasa benci benar-benar telah menguasai hatinya bahkan dia merasa tidak ada lagi cinta bagi suaminya ini


"Kau pasti sembuh sayang, aku akan melakukan apapun agar istriku kembali seperti dulu lagi" Abraham menangkup wajah Clara dan melabuhkan kecupan tanda sayang dikening sang istri


Clara masih terdiam, dia berpikir apa yang terbaik untuk dirinya. Dia tidak akan membiarkan pria ini bahagia apalagi jika dengan mantan kekasihnya tersebut, Clara akan membuat pria ini seumur hidupnya menjadi budak. Biarlah dia menjadi si jahat saat ini karna dia tidak akan membiarkan pria yang melukainya bahagia, tidak akan!


Clara tersenyum, dia akan menyembunyikan sakit hatinya, kebenciannya. dia akan menyiksa pria ini, dia akan melihat sejauh apa kesabaran pria ini kepadanya. Dia bukan siwanita baik hati seperti di drama-drama yang akan melepaskan prianya karna takut tidak akan bisa membahagiakan, dia justru sengaja terus menjerat pria ini akan rasa bersalahnya untuk menjadi budaknya seumur hidupnya


"Baiklah, buktikan semua perkataanmu" Ucap Clara dengan datar

__ADS_1


Walau begitu Abraham sudah senang, istrinya tidak lagi membencinya (dia pikir)


"Tentu sayang, aku akan menebus semua kesalahanku" Balas Abraham dan memeluk istrinya dengan perasaan senang, dia tidak peduli apapun selama dia masih diterima oleh istrinya


__ADS_2