
"Harus berapa kali kukatakan aku tidak pernah berselingkuh Ara" Bentak Abraham, dia merasa pedih didahinya dan seperti sesuatu mengalir. Diusapnya ternyata darah namun tidak terlalu banyak
"Tidak berselingkuh kau bilang? sekarang katakan! ketika kau mencumbuku siapa yang kau lihat? wanita ****** itukan?"
"ARAAA" Abraham tidak terima istrinya ini berkata kasar kepada mantan kekasihnya, bukan maksud apa-apa tapi memang Key tidak bersalah menurutnya karna memang dia sendiri dan atas kesadarannya sendiri menciptakan istrinya menyerupai wanita lain
"Apa kau tidak terima? mau memukulku lagi?" tantang Clara, Abraham terdiam karena dia tidak akan melakukan hal itu lagi
"Katakan Abraham siapa yang kau lihat ketika kau mencapai ******* ketika menyetubuhiku? katakan!!" bentak Clara lagi karena pria ini tidak kunjung menjawab pertanyaannya malah seperti orang bodoh yang hanya menatapnya
"Maafkan aku" Ucap Abraham pada akhirnya karena memang apa yang dipikirkan Clara itulah memang kenyataannya, dia menyebut nama wanita lain didalam hatinya ketika mendapatkan pelepasannya
__ADS_1
"Tapi sekarang tidak lagi" sambung Abraham dengan cepat agar istrinya tidak salah paham lagi
"Sekarang aku sudah seutuhnya melihat dirimu sayang, tidak ada wanita lain. Sungguh!" Lanjut Abraham menjelaskan karena memang itulah adanya dia hanya menunggu timing yang tepat sebenarnya untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya pada istrinya
Namun naas, semua harus terbongkar
"Hahahah kau menjijikkan, kau benar-benar pecundang ternyata"
"Berhentilah menghinaku Ara! apa karena kesalahanku yang sebenarnya tidak seberapa ini kau sampai merendahkan harga diriku" ucap Abraham, ya dia tahu dia salah tapi menurutnya ini hal yang tidak perlu sampai dibesar-besarkan seperti ini. Ini hal sepele menurutnya karna jika tidak dengan cara seperti itu mungkin saja hubungan mereka tidak akan ada kemajuan
Mendengar pengungkapan cinta Clara yang tidak ada romantis-romantisnya sebenarnya bisa dikatakan tidak ada unsur pengungkapan cinta namun mampu menyejukkan hatinya ternyata istrinya juga mencintai dirinya. dia tidak mencintai seorang diri
__ADS_1
Abraham mendekati istrinya dan mendekap istrinya dengan erat agar Clara tidak memberontak.
"Aku juga mencintai dirimu sayang, aku tahu aku salah. Tapi sekarang sungguh aku sudah tidak melihat dia lagi didirimu" Abraham berkata sangat lembut barangkali emosi istrinya akan mereda, dia mengusap perlahan rambut istrinya dan mengecup kepala istrinya berulang kali
Clara terdiam, apakah dia harus percaya? apakah kali ini dia harus memaafkan Abraham? namun tiba-tiba dia teringat tadi pagi laki-laki ini meninggalkan rumah dengan terburu-buru yang dia yakini untuk bertemu wanita itu bahkan teganya dia mengabaikan sang putra tercintanya hanya untuk wanita sialan itu yang Clara tidak peduli apapun alasannya mau perempuan itu sekarat atau tidak tapi dia tidak terima anak semata wayangnya diabaikan seperti itu
Clara menggigit dada Abraham yang sebenarnya sudah terluka akibat sabetan guntingnya tadi
Akkkkkhhh
Abraham berteriak karena memang rasanya sangat menyakitkan Clara menggigitnya tidak tanggung-tanggung, dia menggigit sekuat tenaga dan dengan spontan Abraham mendorong Clara dengan tenaganya, Clara yang tidak siap dengan reflek Abraham tersebut terjungkang kebelakang dia tidak dapat meraih sesuatu untuk berpegang
__ADS_1
BUG
Abraham terpaku dengan tubuh yang gemetar melihat apa yang terjadi pada istrinya.....