
Akhirnya setelah menerima ceramah panjang lebar dari sang Ayah, Abraham memutuskan untu pulang kerumah
Ketika memasuki rumah sekilah Abraham melihat Key sedang menonton tv dengan bangak kue kue coklat di meja
Key yang mendengar suara langkah kaki akhirnya menoleh kearah sumber suara dan terkejut akhirnya setelah seminggu sejak dia diusir dari kantor Abraham akhirnya sang suami pulang kerumah
Key bangkit berdiri dan menghampiri Abraham
“Bi, akhirnya kau pulang” ucapnya dengan girang namun seketika langkahnya terhenti ketika memcium aroma tidak sedap dari tubuh Abraham
“Hueekkkk” Key berlari menuju toilet karena aroma Abraham membuatnya mual
Abraham hanya berdiri mematung memandang Key, sungguh dia tidak peduli mau apapun yang terjadi kepada Key
Abraham memilih meneruskan langkahnya kekamar untuk membersihkan tubuhnya
Setelah membersihkan diri Abraham akhirnya merasa lapar dan dia memilih turun kebawah, padahal hampir seminggu ini dia tidak mood makan namun setelah merasa bersih ntah kenapa perasaan lapar dia rasakan
__ADS_1
“Bi” Key tersenyum melihat sang suami, biasanya Abraham tidak pernah mau makan dimeja makan bersama dirinya namun sekarang? Rasanya dia ingin menangis terharu
“A-aku ambilkan, kamu mau makan apa bi?” Tanya Key gugup ketika dia melihat pandangan datar Abraham
“Tidak perlu” ketus Abraham dan dia mengambil makanannya sendiri
“Kapan kau melahirkan?” Tanya Abraham sekilas menatap Key
“Masih lama Bi” jawab Key sembari tersenyum, dia senang Abraham bertanya mengenai anak mereka
Abraham membuang kasar nafasnya
“TIDAK!” Key berteriak dan membanting sendok ditanggannya kemeja
“BERANINYA KAUUU!” Abraham yang memang masih dalam emosi yang labil menerima perlakuan Key seperti itu merasa terpancing, Abraham menggebrak meja makan dengan sangat keras
“Berhentilah meragukan bayi yang kukandung Abraham, ini anakmu! Harus berapa kali kukatakan!” Teriak Key, rasanya dia sangat tidak terima Abraham selalu meragukan bayinya
__ADS_1
“KAUUU” Abraham menghampiri Key dan menarik kasar rambutnya
“Aauuuuu Bi sakit” teriak Key kesakitan sembari memegang tangan Abraham yang menarik rambutnya
“Seandainya! Seandainya kau tidak pernah muncul lagi dihadapanku maka hidupku tidak akan seperti ini, sampai matipun aku tidak akan pernah mengakui itu anakku, camkan itu!” Ucap Abraham dan melepaskan rambut Key dengan kasar
Hal itu membuat tubuh Key terdorong kebelakang dan terjatuh dengan keras
“Auuuuu” Key meringis kesakitan karena dia terjatuh dengan bokong terbentur keras
“No...no...no” ucap Key berteriak ketika merasa perutnya sakit dan sesuatu terasa basah diarea inti nua
“Bi, tolong... auuuuu” Key berteriak histeris ketika melihat darah sudah merembes hingga keluar
Abraham yang melihat hal itu seketika terpaku, batinnya bergejolak antara menolong atau tidak. Jika dia tidak menolong kemungkinan Key akan kehilangan bayinya dan otomatis dirinya akan terbebas dari segala tanggung jawab, namun apakah dia tega? Bagaimana jika itu adalah benar anaknya? Apakah dia akan sanggup namun jika dia menolong maka Kemungkinan bayinya akan selamat dan dia akan semakin lama terikat dengan Key dan tentu saja dia akan semakin jauh dari Clara dan juga Arsen
Abraham masih memandang Key yang merintih kesakitan dengan darah yang mulai merembes kelantai
__ADS_1
Bagaimana jika dia tidak menolong Key dan bayinya lalu bayi tersebut tidak selamat dan bagaimana jika memang bayi itu miliknya? Apakah dia mampu menerima cap sebagai pembunuh anaknya sendiri?