
Clara tersenyum miring melihat tampilannya dicermin dan teringat penampilan wanita yang dilihatnya bersama sang suami yang dia anggap memiliki rasa yang sama seperti dirinya.
Clara mengambil gunting dan memotong rambut yang awalnya dicintainya ini karena merupakan permintaan suaminya namun sekarang tiba-tiba dia sangat membenci ini bahkan rasanya dia ingin melepaskan seluruh rambutnya jika bisa.
Clara memotong rambutnya dengan pandangan kosong, dia berusaha untuk menjaga agar air matanya tidak jatuh. Kenyataan yang dia dapatkan hari ini sangat memukul mentalnya. Ketika sedang memandangi hasil potongan rambutnya yang berantakan pintu terbuka dengan keras, Clara sudah tahu siapa yang dengan kasarnya membuka pintu
Abraham terpaku setelah membuka pintu, dia melihat dibawah kaki istrinya rambut berserakan dan penampilan istrinya? sungguh Abraham merasa sangat terluka melihat penampilan istrinya. Dia melihat pandangan kosong istrinya yang menatap kearahnya
"Ara" ucap Abraham dengan lirih sambil melangkahkan kakinya mendekati istrinya yang masih mematung tersebut
"Jangan mendekat" ucap Clara dengan dingin namun ucapannya itu tidak dengarkan oleh Abraham yang masih terus melangkah maju
"JANGAN MENDEKATTTT" Clara berteriak karna dia takut akan dirinya yang tidak bisa mengendalikan dirinya jika pria itu mendekat
__ADS_1
Abraham terpaku dan spontan menghentikan langkahnya sungguh dia melihat sesuatu yang lain dari istrinya yang selama ini tidak pernah terlihat
" Katakan! apakah dia yang kau lihat selama ini dariku?" Ucap Clara, saat ini dia ingin meminta penjelasan atas apa yang dilihatnya tadi
"Katakan! apakah selama kita hidup bersama hanya dia yang kau lihat? katakan! kenapa kau menciptakan dia padaku" KATAKAN BAJINGANNN" ucap Clara berteriak dan menghamburkan seluruh apa yang ada dimeja rias dan mengambil gunting yang sudah dijatuhkannya tadi lalu dengan gerakan cepat menghampiri Abraham yang hanya terpaku
"Maafkan aku" Hanya itu kalimat yang bisa Abraham ucapkan karna memang jawaban atas pertanyaan sang istri adalah benar adanya
Clara yang awalnya melangkahkan kakinya untuk menghampiri Abraham berhenti seketika, dia terpaku akan jawaban Abrham yang sebenarnya sudah dia duga hanya saja dia berharap pria itu menjawab tidak. Mungkin dengan jawaban itu dia akan bisa memaafkan dan akan mengganggap yang dia lihat tadi hanya sebuah kebetulan saja
"aaaa hiks hiksss sakit aaaaa tolong ini sakittt" Clara menangis dengan pilu sembari memukul dadanya yang rasanya sangat sesak bahkan rasanya dia akan berhenti bernafas
Abraham berlutut didepan Clara, dia tidak menyangka jika ini akan berakhir menjadi seperti ini. Bahkan akhir akhir ini dia merasa sudah tidak lagi melihat sosok lain didalam istrinya. Tapi apa ini? kenapa disaat dia mulai bisa menikmati ritme hidupnya dengan istri dan anaknya semua yang selama ini dia sembunyikan harus terungkap
__ADS_1
"Maafkan aku, sungguh maafkan aku Ara maafkan aku sayang" Ucap Abraham meminta pengampunan
Clara yang mendengar bajingan didepannya ini masih sanggup memanggilnya dengtan panggilan sayang sungguh semakin menaikkan emosinya
Clara menghentikan tangisnya dan menghapus air matanya
"Katakan sudah berapa lama kau selingkuh dibelakangku?" Tanya Clara dia ingin memastikan hubungan sialan yang disembunyika oleh suaminya ini
"Tidak sayang! aku tidak pernah berselingkuh darimu sungguh! aku juga tidak sengaja bertemu dengannya, sungguh!" Ucap Abraham dengan cepat, untuk menyangkal perkataan istrinya karna memang dia tidak pernah menduakan istrinya.
Clara tertawa dengan sinis "kau pikir aku percaya?"
"Sungguh sayang, aku memang melakukan kesalahan dengan mengubahmu menjuadi dia tapi aku tidak pernah melakukan tindakan memalukan itu sayang sungguh! aku bisa membawa Key untuk mejelaskan bahwa kami memang baru bertemu sayang, sungguh!" Ucap Abraham
__ADS_1
Clara hanya memandang Abraham dia bingung tindakan apa yang akan dia ambil