Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 86


__ADS_3

Clara yang masih dengan lamunannya mengingat bagaiman Abraham akhirnya memutuskan untuk melepaskannya dengan alasan yang sangat sangat menyakitkan bagi Clara tiba-tiba tersadar ketikaa mendengar teriakan sang anak


Dengan segera Clara memutar kursi rodanya dan menjalankannya keluar dari kamarnya


"Ada apa ini Gio?" sentaknya ketika melihat Gio yang mendekap berusaha menenangkan Arsen yang mengamuk, tidak pernah setahunya sang anak bersikap sebrutal ini. Arsen adalah anak yang sangat dewasa menurutnya diusianya yang masih anak-anak namun saat ini sikap tersebut bertolak belakang


"Mama...mama... i hate you, i hate daddy.. aku benci kalian berduaaa" teriaknya dengan lantang dan memukuli Gio membabi buta


Kekecewaan Arsen sudah tidak terbendung lagi, dia merasa kedua orang tuanya adalah orang tua yang egois. Gurunya pernah berkata bahwa orang tua akan melakukan apapun untuk kebahagian sang anak namun Arsen merasa kedua orang tuanya tidak seperti yang gurunya katakan


Kedua orang tuanya dengan egoisnya memilih berpisah dan membuatnya berada dipilihan sulit, karena sesungguhnya dia menyayangi keduanya dan tidak dapat memilih salah satu, dia juga ingin tinggal dengan ayahnya namun dia tahu ayahnya memiliki wanita lain sehingga dia harus tinggal dengan ibunya bukan berarti dia tidak senang bersama sang ibu namun dia berpikir bukankah lebih menyenangkan jika memiliki keduanya?


Bukankah hadirnya dia didunia ini karena cinta kedua orang tuanya? seperti itulah gurunya berkata lalu kalau saling mencintai kenapa berpisah? kenapa menikah dengan wanita lain selain ibunya? kenapa memilih meninggalkannya daripada meninggalkan wanita lain itu


Arsen sedih karena merasa tidak menjadi pilihan kedua orang tuanya, Arsen terluka karena keputusan kedua orang tuanya tidak membawa dirinya sebagai pertimbangan

__ADS_1


Clara pun yang masih dalam keadaan sedih dan tertekan mengingat kenangan menyakitkan itu tersulut emosi


"Arsen berhentilah berteriak dan jelaskan kenapa kau membenci mama?" tanya Clara dengan nada membentak


Arsen tergugu mendengar bentakan sang ibu untuk pertama kalinya, dia semakin yakin bahwa dia bukanlah pilihan orang tuanya


Gio yang mendengar suara bentakan Clara pun terpaku, setahunya Clara adalah wanita yang lemah lembut dan penuh kasih sayang terlebih kepada sang anak


Gio menoleh kearah Clara dan Gio dapat melihat bahwa wajah Clara bengkak dengan mata merah dan hidung memerah seperti sehabis menangis, Gio meyakini bahwa Clara juga pasti menangisi hari ini, hari yang sangat menyakitkan bagi semua orang tidak terkecuali sang sahabat Abraham yang mungkin bahkan jiwanya terbunuh secara perlahan


"Seperti inikah balasan yang mama terima darimu setelah mama berusaha memperjuangkanmu keluar dari rumah itu? bahkan mama tetap memilihmu walau dengan kondisi seperti ini karena mama tidak ingin kau merasakan mempunyai ibu tiri? apakah kau tidak bahagia tinggal bersama mama? apakah kau juga lebih memilih wanita itu seperti yang daddy mu lakukan" teriak Clara


"Mama" ucap Arsen tergugu, sungguh bukan itu maksudnya


"Katakan! apakah kau ingin tinggal dengan daddymu dan wanita itu?" ucap Clara lagi

__ADS_1


"Ara" Gio berusaha menenangkan Clara yang dalam mode berapi-api ini hingga kalimat yang keluar dari mulutnya sangat tidak terkontrol dan sangat melukai sang anak, Gio tahu kalau sebenarnya Clarapun terluka dengan kalimat yang dia ucapkan untuk sang anak


"Biarkan Gio, lepaskan dia! jika memang dia tidak bahagia denganku maka biarkan dia menemui ayahnya, lelaki brengsek yang telah menghianatiku dan ternyata sifat penghianat itu turun kepada anaknya ini" balas Clara sengit


"ARA" Teriak Gio tidak terima, dia merasa Clara sudah kelewatan dan sangat tidak masuk akal


"Pergilah temui ayahmu dan kau tidak akan melihatku lagi dan kau bukan lagi anakku" ucap Clara dengan suara melemah dan terisak


Dia juga terluka sangat terluka dan tidak bisakah sang anak berada dipihaknya, kenapa malah sang anak ikut menyudutkannya dan membenci dirinya juga?


"Mama tidak, maafkan Arsen" Arsen berlari menghambur kepelukan Clara yang terisak


"Jangan tinggalkan Arsen, jangan buang Arsen" Arsen terisak sembari menenggelamkan dirinya ditubuh hangat sang ibu


Clara semakin menagis mendengar suara tangis pilu sang anak semata wayangnya ini

__ADS_1


Gio yang menyaksikan adegan mengharu biru ibu dan anak tersebut ikut meneteskan air matanya dan dia memilih menajuhkan diri dari ibu dan anak tersebut


aku tidak akan pernah menikah batin Gio sembari menghapus air matanya


__ADS_2