
Sementara Clara yang berada dirumah kembali berjalan menuju kekamar yang selama ini menjadi tempatnya memadu kasih dengan suami tercintanya tersebut.
Ketika memasuki kamar tersebut dia heran kamar ini telah kembali dengan keadaan semula tidak seperti saat dia meniggalkan dengan pecahan kaca dimana-mana
"Bikk... bikkkk" teriak Clara karena dia ingin bertanya apa para asisten rumah tangganya ini yang membersihkan
Dengan terburu-buru bik jinah mendatangi sang nyonya
"Apa kalian sudah membersihkan kamar?" tanya Clara begitu melihat bik Jinah
"Be-belum nyonya" dengan nafas yang masih bertalu-talu bik jinah menjawab
"Benarkah? lalu siapa yang membersihkan kamar ya, baiklah bibi boleh kembali bekerja"
Clara kembali memasuki kamarnya dengan pikiran yang bertanya-tanya, jika bukan ART nya yang membersihkan lalu siapa? apa Abraham? sudahlah tidak penting siapa yang akan membersihkannya
Clara mendudukkan dirinya ditepi ranjang, dia mengusap sisi ranjang yang kebetulan merupakan sisi yang selalu menjadi tempat suaminya tersebut beristirahat dari segala rutinitas harian yang sangat melelahkan
Air matanya kembali menetes, dia meratapi nasibnya yang sudah melakukan segala yang terbaik selama mereka berumah tangga. Tidak pernah sekalipun Clara menentang perintah Abraham bahkan sampai dengan teganya pria tersebut merubah dirinya menjadi selingkuhannya
Arrrrrggggggggg
__ADS_1
Mengingat itu Clara menarik bed cover yang sudah terpasang rapi hingga terlepas dan jatuh kelantai
Argggggggggg
"Bajingan brengsekkkkkkk, apa kurangnya aku dibanding wanita murahan itu bajingannn" Clara berteriak dengan histeris sungguh dia tidak habis pikir dimana letak kekurangannya
Clara menutup mulutnya dan berteriak dengan suara tertahan dan air mata yang keluar dengan derasnya seakan menggambarkan bahwa dia sedang sangat-sangat terpukul dengan keadaannya saat ini
Setelah berteriak Clara berusaha untuk meredam emosinya yang menggebu-gebu, berulang kali dia menarik nafas dan menghembuskan dengan perlahan
"Lebih baik aku pergi kebutik daripada memikirkan bajingan yang sedang memadu kasih dengan selirnya tersebut" Ucap Clara dan berjalan menuju walk in closet, awalnya dia hanya ingin menagnis dikamar seharian karna benar-benar sedang tidak mood namun setelah menengkan diri dia memutuskan untuk mencari kesibukan
Ketika sedang memilih setelan apa yang akan dipakainya fokus Clara terpecah ketika melihat jejeran kemeja dan jas-jas mahal suaminya. Ntah setan alas apa yang merasukinya dia berjalan keluar dari walk in closet menuju meja rias dan mengambil gunting
Clara tidak peduli bahwa dia mungkin saja akan diamuk oleh pria tersebut karena merusak setelan mahalnya, hampir tiga jam Clara berkutat dengan kegiatan barunya yang bertujuan untuk mengalihkan pikirannya dari bajingan pemilik setelan ini
Bayangkan seluruh pakaian suaminya yang ada di walk in closet tersebut dihancurkannya tanpa pandang bulu sekalipun itu pakaian yang produksinya terbatas
Gila bukan? hahaha
"Matilah kau, matilah kalian seperti pakaian ini" sumpah serapah keluar dari mulut Clara sembari terus menggunting
__ADS_1
Tiba-tiba pintu walk in closet terbuka, Clara menoleh dengan mendongakkan kepalanya dan sebenarnya dia kaget melihat sosok yang berdiri mematung dengan pandangan yang semakin diperhatikan sorot mata tersebut semakin menajam namun dia berusaha bersikap sedatar mungkin
"APA YANG KAU LAKUKAN!" Teriak Abraham, sumpah demi apapun istrinya sekarang seperti berada dirongsokan kain perca yang sudah menutupi lantai walk in closet tersebut
Clara tersenyum miring dan tidak menjawab pertanyaan Abraham justru dia melanjutkan kegiatannya tanpa peduli sorot mata tajam tersebut
Abraham yang emosi dan merasa diabaikan mendekati Clara dan melihat seluruh walk in closet yang menjadi tempat pakaiannya telah kosong
"Hentikan Ara" Abraham merendahkan intonasi suaranya dan mendekati Clara dan merebut gunting tersebut dari tangan istrinya
"Please hentikan, maafkan aku" Abraham memeluk istrinya tersebut, dia tahu bahwa ini semua karena perbuatannya
Clara mendorong Abraham dengan keras
"DON'T TOUCH ME YOU FUCKING BASTARD" Teriak Clara dengan keras, Clara merebut gunting ditangan Abraham dan menyabetkannya secara spontan kearah Abraham dan mengenai dada pria itu yang hanya mengenakan kemeja saja
"Ya pukul aku, bunuh aku jika memang itu bisa membuatmu memaafkanku" balas Abraham yang saat ini dia pasrah dengan perlakuan istrinya
Clara berdiri dan membabi buta menghancurkan barang-barang diwalk in closet tersebut, jam-jam mahal milik pria tersebut dibanting, hancur tak tersisa dan tidak dapat diperbaiki lagi
Abraham bingung melihat kegilaan istrinya yang selama ini berperangai lemah lembut seingatnya
__ADS_1
"HENTIKAN, KAU GILAAAA ARA!" ucap Abraham dengan suara yang sangat keras bahkan terdengar hingga keluar kamar mereka dan sialnya mereka tidak menyadari bahwa sang anak juga ikut menyaksikan kegilaan kedua orangtuanya tersebut dengan air mata yang mengalir deras namun dia berusaha menahan suara isakannya dengan membekap mulutnya sendiri agar tidak didengar kedua orang tuanya