Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 37


__ADS_3

7 tahun yang lalu ketika mereka menjalin kasih Key selalu menunggu Abraham pulang kerja diapartemen ini dengan menyiapkan makan malam dan jika menginap mereka akan tidur seranjang dengan saling memeluk bahkan tak jarang mereka beraakhir saling memuaskan untuk meluapkan rasa cinta yang menggebu dan penuh nafsu dan hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka


Key sudah layaknya istri yang melayani suaminya segala kebutuhan Abraham dia yang menyiapkan begitupun Abraham walau nafkah batin hanya 50% yang bisa dia berikan namun untuk nafkah lahir dia tidak pernah lupa untuk memberikaan kepada Key, sungguh kisah cinta yang sangat indah yang mereka jalani dulu


Namun takdir tidak mengizinkan mereka bersanding


Lalu mereka sama-sama tersadar dari lamunan mereka yang membayangkan indahnya kisah mereka yang dahulu


"Ayo aku antar kekamarmu" kata Abraham, dia tidak ingin mengingat hal yang sudah lalu. untuk kali ini dia murni ingin membantu wanita ini. Dia selalu menanamkan didalam pikirannya bahwa dia sudah menikah, dia sudah memiliki tanggung jawab yang tidak bisa dengan mudah dia lepaskan begitu saja banyak pertimbangan dan resiko yang harus dia hadapi jika mengikuti egonya sendiri

__ADS_1


Sebenarnya Key ingin menjawab bahwa dia tahu dimana kamar itu, karena memang apartemen Abraham hanya ada satu kamar dan tentu saja Key sudah sangat hapal seluk beluk apartemen ini, namun Key tidak ingin menjawab seperti itu dia tidak ingin Abraham menganggap dirinya mengungkit kisah mereka dulu jadi dia memutuskan pura-pura tidak tahu dan menurut saja


CEKLEK


Abraham membuka pintu kamar satu-satunya diapartemen itu lalu mereka berdua sama-sama melangkah kedalam kamar itu


"Kurasa baju-baju didalam lemari juga masih seperti yang dulu, karena aku memang tidak pernah membuangnya tapi aku tidak tahu apakah masih layak digunakan atau tidak" kata Abraham dan berjalan menuju lemari dia bermaksud mengatakan itu untuk membuat Key untuk tidak ambil pusing perkara pakaian ganti


DEG

__ADS_1


Mereka merasa kembali seperti bernostalgia, didalam lemari itu tergantung rapi pakaian-pakaian tidur minim key yang memang wanita itu suka kenakan dulu, awalnya dia memang suka memakai pakaian tidur berbahan minim ketika tidur namun semakin dalam menjalin kasih dengan Abraham  ternyata pakaian minim itu mempermudah Abraham untuk mengeksplor tubuhnya dan Abraham cukup menyukainya sehingga Abraham selalu memerintahkan Key untuk memakai pakaian minim itu jika menginap dan karena Key juga sudah kecanduan dengan sentuhan Abraham sehingga dia pun dengan senang hati memakai pakaian minim itu untuk menggoda Abraham. Sumpah dulu hubungan mereka memang seintim itu!


"Sepertinya masih bisa digunakan Bi" kata Key ketika dia meneliti pakaian itu dan memang pakaian itu terlihat teraawat sungguh orang yang membersihkan apartemen ini sangat telaten merawat apartemen ini dia layak mendapatkan penghargaan atas totalitasnya dalam merawat apartemen ini


Sungguh apartemen ini terlihat seperti museum kenangan mereka yang tidak pernah terlupakan, semua barang peninggalan kenangan indah mereka jelas masih ada diapartemen ini


"hmm ya bebersihlah dulu, aku akan kebelakang mengecek apakah tersedia bahan makanan disini" kata Abraham dan tanpa menunggu jawaban Key dia berjalan keluar dari kamar itu sungguh tanpa dia minta kenangan indah mereka dulu tiba-tiba terlintas begitu saja ketika melihat semua barang-barang peninggalan mereka


Melihat Abraham yang berjalan keluar, Key tersenyum ketika tak sengaja melihat wajah Abraham memerah dan dia cukup tahu arti memerahnya wajah Abraham

__ADS_1


Bolehkah aku egois Tuhan? bolehkah aku mengambil kebahagiaanku yang tertunda? gumam Key dalam hati


__ADS_2