
Tidak berbeda jauh dengan sosok wanita yang menjadi sumber segala malapetaka ini
Terbaring disebuah ranjang dengan kaki dan tangan yang di ikat agar dia tidak kembali menyakiti dirinya bahkan menyakiti orang lain
Pandangan matanya kosong menatap langit-langit kamarnya air matanya tiada pernah berhenti mengalir
“Bisakah dia sembuh?” Tanya Zack kepada dokter yang merawat Keysha
Zack merasa cukup terpukul atas apa yang terjadi kepada Keysha, wanita yang pernah dia cintai dan ia berlakukan kasar demi mendapatkan cinta wanita tersebut sekarang berbaring disebuah ranjang rumah sakit jiwa dengan kondisi yang sangat memprihatinkan
Setelah mendapatkan kabar kematian Abraham Keysha histeris tiada henti menyalahkan dirinya hingga dia berbuat nekat untuk mengakhiri hidupnya dengan berharap akn bertemu dengan Abraham dan memohon pengampunan
Untungnya Zack saat itu berinisiatif mendatangi apartemen Keysha setelah mengetahui kabar duka Abraham, dia yakin Keysha akan berbuat nekat dan ternyata benar. Ketika masuk kedalam dia telah melihat Keysha tergelat dilantai dengan bersinbah darah
Namun nasib baik masih berpihak padanya karena Abraham berhasil menemukannya dan membawa kerumah sakit sehingga dirinya tertolong namun ketika sadar hal tidak terduga terjadi Keysha mengamuk berteriak dan berusaha menyakiti dirinya
__ADS_1
Hingga dokter memvonis Keysha mengalami gangguan kejiwaan dan setelah lukanya dinyatakan sembuh dokter menyarankan Zack untuk membawa Keysha kerumah sakit jiwa agar dapat pengobatan yang tepat
Hingga disinilah sekarang Keysha berada
“Lakukan yang terbaik untuknya, jaga dia. Jangan sampai dia menyakiti dirinya lagi” ucap Zack
“Baik tuan akan kami lakukan yang terbaik” balas sang dokter patuh
Akhirnya Zack memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut lalu menuju kerumah sakit tempat Aleena dirawat
Hampir sejam berkendara akhirnya Zack sampai dan langsung menuju ruangan khusus Aleena
Zack tetap menepati janjinya bahwa Aleena akan menjadi anak dan tanggung jawabnya mulai saat ini
“Bagaimana keadaan anakku?” Zack sudah tidak sungkan dihadapan orang lain mengakui baby Aleena sebagai anaknya
__ADS_1
“Perkembangan Aleena semakin baik tuan, berat badannya juga semakin bagus” balas seorang perawat yang menjaga ruangan khusus bayi bayi dengan kebutuhan khusus tersebut
Zack tersenyum memandang Aleena, hingga tiba-tiba jantungnya berdebar kencang ketika Aleena yang awalnya tidur membuka matanya dan menguap dengan mulut mungilnya
“Ohhh my baby” Zack mengusap usap kaca pembatas seolah mengusap baby Aleena
“Bisakah saya masuk?” Tanya Zack
“Mohon maaf tuan, kondisi bayi-bayi disini masih sangat rentan sehingga masih belum bisa dibesuk karena takutnya tubuh kita yang dari luar ini membawa virus sehingga akan menularkan kepada bayi-bayi tuan” perawat tersebut mencoba menjelaskan alasan kenapa ruangan ini tidak dapat dimasuki sembarangan orang
Zack menganggukkan kepalanya paham
“Baiklah, aku hanya sangat ingin memegang jari kecilnya” ucap Zack
Perawat tersebut tersenyum karena memang banyak orang tua juga yang berkeinginan sama namun apa boleh buat kesehatan bayi-bayi disini adalah yang utama
__ADS_1
“Baby, papa pulang dulu ya besok papa datang lagi. Papa harus kerja supaya punya uang untuk my baby” sungguh Zack sangat bahagia ketika berbicara dengan baby Aleena walau tidak ada respon, dia tidak tahu akan semembahagiakan ini mempunyai anak
“Papa loves Aleena so much, cepat sembuh my baby” lalu Zack berbalik pergi untuk melanjutkan pekerjaannya