Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 31


__ADS_3

Sementara Abraham bingung harus membawa kemana laju mobilnya, untuk pulang kerumah jujur dia belum siap untuk melihat istrinya. Dia masih bingung bagaimana seharusnya bersikap didepan istrinya apalagi setelah dua kali bertemu dengan Key sepertinya dia mulai merasakan goyah hatinya. Tapi apakah dia akan sanggup menghianati janji suci yang dia ucapkan kepada Tuhan. Apa dia akan tega merusak kebahagiaan keluarga kecilnya terlebih dia sudah memiliki anak dengan Clara bahkan apa yang akan dikatakan kepada kedua orang tuanya jika dia ingin mencari kebahagiaannya sendiri, dan apa yang akan Abraham katakan kelak jika bertemu dengan orang tua Clara dikeabadian nanti.


Sungguh! bolehkah aku egois Tuhan?  batin Abraham


Aaahkkkkkkkkk


abraham berteriak karena sumpah demi apapun sekarang isi pikirannya menjadi kacau setelah dia bertemu dengan cinta masa lalunya yang dia yakini sebenarnya rasa itu masih ada didalam hatinya buktinya dia masih bergetar ketika bertemu dengan Key


Akhirnya setelah bergelut dengan banyaknya pikiran didalam hatinya dia memutuskan untuk pulang, apapun yang terjadi dia tidak seharusnya menjadi pengecut dengan meninggalkan rumah, apapun yang terjadi dia akan selalu pulang kerumah, rumah yang menjadi tempaatnya menghilangkan segala kenangan buruk yang wanita sialan itu torehkan kepadanya dulu. Tapi sekarang wanita itu muncul kembali dan membuka rasa yang berusaha dia kubur dalam-dalam


"Apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan istri dan anakku, wanita sialan itu yang meninggalkan aku dahulu, sekarang aku tidak akan peduli mau hati ini masih ada dia atau tidak aku tidak akan pernah berpaling dari keluargaku" Gumam Abraham pelan sembari melajukan mobilnya dia akan mempertahankan rumah tangganya dia akan memperjuangkan cinta yang mulai tumbuh untuk istrinya agar lebih mekar dan menghapus rasa terhadap wanita masa lalunya itu

__ADS_1


Setelah berkendara lebih kurang 30 menit, akhirnya Abraham sampai di istana tempatnya bernaung selama ini


Ceklekk


Abraham membuka pintu perlahan dilihat, lampu seluruh ruangan sudah padam yang menandakan bahwa penghuni rumah mewah ini sudah masuk ketempatnya beristirahat masing-masing.


Abraham melangkahkan kakinya menuju kamar sang putra tercintanya,


Ceklek


"Kenapa wajahmu sangat meniru papa nak, papa lebih senang seandainya wajah kamu lebih condong kemama" Kata Abraham sambil mengusap surai hitam dan lebat milik anaknya dengan penuh kasih sayang

__ADS_1


"Tapi untung sifat kamu lebih kearah mama ya nak, papa harap kamu menjadi pria yang tidak mudah goyah seperti papa" Ucap Abraham lembut dan tidak terasa air matanya jatuh tanpa dia minta.


Kamu adalah alasan papa bertahan nak, kuatkan papa melewati semua ini nak Batin Abraham, ya Arsen adalah alasan dia untuk tetap pada hubungan ini, dia tidak akan memberikan keluarga yang tidak utuh untuk putranya, tidak! itu tidak akan pernah terjadi! benarkah tidak akan pernah terjadi?


Setelah puas mengamati wajah tampan putranya Abraham bangkit berdiri dan berjalan menuju kekamar dirinya dan Clara


Apa yang harus kulakukan?  ucap Abraham dalam hati sambil berjalan menuju kekamar mereka


Ceklek


Abraham masuk kekamar yang masih terang benderang dilihatnya istrinya masih terjaga, Ara sedang duduk termenung membelakangi pintu dengan banyaknya beban pikiran didalam otaknya sehingga dia sampai tidak mendengar jika Abraham masuk kedalam kamar

__ADS_1


Abraham berjalan perlahan mendekati Ara istrinya, sejak awal menikah Abraham memang memutuskan untuk memanggil Clara dengan Ara mengikuti panggilan kedua orang tua Clara kata Abraham ini akan membuat mereka semakin dekat dan lebih intim


__ADS_2