
Disebuah butik seorang wanita yang selalu berusaha tersenyum dihadapan semua orang namun di kesendiriannya hanya dia dan Tuhan yang tahu apa yang dia rasakan. Clara sedang mengerjakan pekerjaannya dengan penuh konsentrasi, tiba-tiba pintu diketuk
Tok tok tok
“Masuk” ucap Clara mengizinkan siapapun yang berada dibalik pintu tersebut untuk masuk
“ Sorry nona waktunya makan siang” ucap seorang pria dengan menunjukkan sebuah paper bag makanan
“Zack” ucap Clara tersenyum dan memutar kursi rodanya dan menjalankan untuk menghampiri sang tamu
“ Bagaimana kabarmu?” Tanya Zack ketika dia sudah berhadapan dengan Clara, dia bisa melihat bobot tubuh Clara mengalami penurunan yang dia yakini pasti diakibatkan beratnya masalah hati yang dia hadapi
“Seperti yang bisa kau lihat, wanita cacat ini baik-baik saja” balas Clara sembari tersenyum kecut
“Hei.... jangan berkata seperti itu, kau sempurna dimataku” sanggah Zack cepat karena memang menurutnya Clara adalah wanita yang mengagumkan, bagaimana tidak? Sampai sejauh ini dia mampu bertahan dan tetap terlihat tegar walau masalah yang dia hadapi sangat menyakitkan
“Ckkk, kau semakin pandai saja menggombal” balas Clara sembari tersenyum canggung
Zack mensejajarkan tubuhnya dengan kursi roda Clara lalu dia mengambil tangan Clara
Cup
“Aku sangat mengagumimu, sungguh! Tetaplah semangat, tetaplah percaya diri bukan hanya untuk Arsen tapi untuk ku juga” ucap Zack dengan menekankan kalimat terakhirnya
__ADS_1
Clara terpaku dengan kalimat yang dilontarkan Zacky dengan perasaan canggung Clara menarik tangannya dari Zack lalu memutar kursi rodanya kearah meja sofa yang terdapat diruangannya
“Cepatlah Zack, aku sudah lapar” ucap Clara
Zack tersenyum melihat kegugupan dan kecanggungan Clara
“Baiklah nona, sepertinya nona cantikku sudah sangat lapar” goda Zack lagi
Clara hanya diam dan memperhatikan Zack yang membuka paper bag yang dia bawa dan menata makanan diatas meja
Sementara disebuah ruangan yang sangat besar dengan desain mewah terlihat seorang pria yang merupakan pemimpin perusahaan tersebut terlihat sangat berantakan dengan banyak botol minuman yang berserak
Abraham duduk disudut ruangan dengan pikiran kosong dan botol minuman ditangannya
Ctarrr...ctarrr...ctarr
Semua berubah, penampilannya yang penuh kharisma dan wibawa hilang seiring hilangnya dua orang tersayangnya dari genggamannya
Air mata menetes, menyesali segala perbuatannya tentu saja! Namun apa daya ingin memperbaiki juga tiada guna
Ingin melangkah maju dan menerima suratan takdir namun terasa sangat menyesakkan
“Abraham! Apa yang kau lakukan” terlihat sang Ayah masuk keruangannya setelah mendapat laporan dari sekretaris Abraham selain Gio bahwa Abraham setiap hari hanya minum-minum bahkan beberapa pertemuan bisnis tidak dihadiri sehingga membuat rekan bisnis merasa terhina dan memutuskan kerja sama
__ADS_1
Kerusuhan yang disebabkan oleh Anaknya ini sudah tidak bisa ditolerir lagi karena ini menyangkut keberlangsungan orang banyak
“Papa” ucap Abraham lemah dan menatap sang ayah dengan pandangan sayu
Tuan besar Wiraguna merasa sesak melihat anak semata wayangnya ini yang terlihat sangat menyedihkan
“Berhentilah bersifat kekanakan! Mau sampai kapan kau hidup seperti ini, jangan egois!” Ucap tuan besar Wiraguna tanpa perasaan
Abraham menatap tajam kearah sang ayah, bukannya memberikan semangat dan dorongan malah sang ayah semakin membuat dirinya merasa down
“Kalau papa datang hanya untuk menghakimiku lebih baik papa pergi” balas Abraham sinis
“Ckk...ckkk beraninya kau mengusirku dari perusahaanku sendiri” balas sang tuan besar dengan santainya dan berjalan kearah kursi kebesaran sang anak
“Mau sampai kapan kau meratapi semua yang telah terjadi? Apakah dengan kau minum-minum, menyiksa diri dengan tidak makan bahkan aku tebak mandipun kau tidak pernah kurasa” kata sang tuan besar sembari menelusuri penampilan sang anak, baju yang terlihat berantakan dan penuh noda minuman, rambut yang ntah bagaimana lagi kusutnya, kumis dan jambang jambang yang memenuhi wajah
Ckkk
“Kau terlihat mengerikan, jika Clara melihatmu dia bukan merasa Iba namun merasa jijik melihatmu” sinis tuan Wiraguna
CTARRR
Abraham melemparkan botol minuman ke dinding
__ADS_1
“Tidak mungkin! Mau seperti apapun penampilanku aku yakin Clara pasti mencintaiku” balas Abraham penuh percaya diri
Tuan Wiraguna hanya mampu tertawa mengejek sang anak