
Seperti perkataan Abraham dia akan menjemput putranya dari sekolah, ketika jam 10 Abraham berjalan keluar dari ruangannya
Abraham memasuki ruangan wakilnya yaitu Gio, melihat pintu ruangannya dibuka Gio menolehkan kepalanya
"Ada apa?" tanya Gio
"Aku pergi dulu, aku akan menjemput putraku" balas Abraham
"Apa kau yakin? kuharap apapun yang akan dilakukan Arsen jangan pernah memaksanya" Gio memberi peringatan kepada atasannya ini takut takut Arsen akan memberi reaksi yang tidak sesuai ekspektasi Abraham dan membuat Abraham gelap mata
Dia tahu sebenarnya atasannya ini belum sepenuhnya sembuh
"Ckkk aku tahu, tidak mungkin aku semakin membuat anakku menjauh" balas Abraham
"Aku pergi" lanjut Abraham lagi
Sepanjang perjalanan menuju sekolah Arsen jantung Abraham bergemuruh membayangkan rindunya yang membuncah kepada sang anak akan segera terobati sebentar lagi
"Daddy merindukanmu" ucap Abraham lirih
Akhirnya Abraham sampai dipelantaran parkir sekolah sang anak dan bertepatan dengan jam keluar sang anak
Abraham melihat dari jauh sang anak bergandengan tangan dengan dua orang temannya dan tertawa dengan ceria, melihat itu membuat dada Abraham sesak dan matanya mengembun. Sudah sebulan dia tidak melihat sang anak
"Arsen" panggil Abraham
Arsen yang mendengar namanya dipanggil seketika terpaku mendengar suara yang tentu saja dia sangat hapal pemiliknya
__ADS_1
Arsen mengedarkan pandangannya kearah suara
"Daddy" ucapnya lirih dan seketika senyumnya mengembang dan secara spontan Arsen berlari kearah sang daddy yang memang sangat dia rindukan secara diam-diam
Melihat sang anak yang mengembangkan senyumnya dan berlari kearahnya Abraham merentangkan tangannya untuk menerima sang dengan tersenyum cerah
Namun senyum tersebut tidak bertahan lama, kening Abraham mengkerut ketika melihat Arsen menghentikan langkahnya
"Papa" panggil Arsen
"Papa" gumam Abraham lirih karena itu bukan panggilan untuknya
Abraham terpaku ketika melihat Arsen berjalan bukan kearahnya melainkan kearah seorang pria yang Abraham merasa tidak asing dengan wajahnya
"Arsen" ucap Abraham tertahan, dia merasa patah hati melihat sang anak yang memluk pria lain dan apa itu "papa?" apa istrinya menikah lagi. Tentu saja tidak mungkin karena mereka belum bercerai
Deg
"Bajingan" ucap Abraham geram ketika ingat siapa pria tersebut
Dengan langkah cepat Abraham menghampiri pria tersebut yang masih memeluk sang anak tercintanya
Bug
Abraham membogem pipi pria tersebut tanpa melihat sang anak yang masih berada dipelukan pria tersebut, Abraham merasa gelap mata seketika
Brakkk
__ADS_1
Zack terjatuh karena tidak siap akan serangan tersebut, untungnya Arsen berada tepat diatas tubuhnya ketika terjatuh sehingga Arsen tidak terluka sedikitpun
"Anak papa tidak apa-apa?" tanya Zack panik
Abraham yang mendengar pria tersebut mengklaim anaknya seketika semakin naik pitam, ditariknya paksa Arsen dan diletakkan dibelakang tubuhnya
"Dia anakku" teriak Abraham
Bug... Bug...Bug
Abraham menghajar Zack secara membabi buta
"Abraham" ucap Zack disela-sela pukulan Abraham yang berhasil membuat wajahnya babak belur
"Bajingan, setelah istrimu sekarang kau juga muncul untuk menghancurkan kehidupanku" maki Abraham
"Hentikan, ada Arsen disini brengsekkk" balas Zack yang tersadar bahwa Arsen sedang menangis karena ketakutan dibelakang
Ucapan Zack menyadarkan Abraham dan dia menoleh kebelakang untuk melihat sang anak
"Sayang,d-daddy" ucap Abraham terbata dan mencoba mendekati Arsen ketika melihat sang anak tampak sangat ketakutan
Arsen mundur perlahan ketika melihat Abraham akan mendekatinya
Tbc
Maaf lama gk bisa update ya kesayangan othor semua dikarenakan kerjaan dunia nyata lagi banyak banyaknya
__ADS_1
Terimakasih udah setia sama othor untuk ngikuti cerita ini, love you guys so much