
Setelah 5 hari tidak kembali kerumah sakit akhirnya Abraham memutuskan untuk menjenguk istri keduanya dan bayi milik wanita tersebut, ada rasa yang tidak mampu Abraham ungkapkan setelah 5 hari tidak melihat bayi tersebut
Pertama dia ingin melihat bayi yang membuat perasaannya tidak menentu tersebut dan terkejut ternyata Key berada juga diruangan tersebut
Kedatangan Abraham membuyarkan lamunan Key yang bersedih akan kondisi sang anak yang tidak pernah dijenguk ayahnya
"Akhirnya kamu melihat anak kita Bi" ucapnya ketika Abraham telah berdiri tegak disampingnya untuk melihat bayi mereka dibalik kaca pembatas
"belum tentu dia bayiku" balas Abraham ketus
"Apakah kamu tidak dapat melihat kemiripan wajahmu dengan anak kita Bi?" balas key sendu bahkan setelah wujud sang bayi terlihat Abraham masih saja menyangkal status ssang anak
Abraham terpaku mendengar perkataan Key dan mulai menelisik wajah bayi didalam inkubator penunjang kehidupannya tersebut dengan seksama
Deg
Dia memang merasa ada kemiripan diantara dirinya dan bayi tersebut terlebih dibagian hidung dan bibir namun dia selalu meyakini bahwa wajah bayi memang rata-rata seperti itu
"mungkin itu hanya kebetulan dan aku sudah mengajukan tes DNA sebentar lagi hasilnya keluar" jawab Abraham
Perkataan Abraham tersebut membuat Key mendelik menatap nanar kepada pria yang sangat dia cintai ini
"Teganya kau!" ucap Key geram
__ADS_1
"Maaf, aku hanya ingin memastikan. jika dia memang bayiku maka aku akan bertanggung jawab atas dirinya" Abraham berucap tanpa sedikit pun melihat istri keduanya tersebut yang sudah memasang wajah sendu
"Segitu cintanyakah kau kepada Clara? hingga bahkan darah dagingmu sendiri yang sedang berrjuang hidup dengan segala peralatan tersebut dan dengaan teganya kau melukainya dengan tes terkutuk tersebut" balas Keysha sinis
Perkataan Key tersebut sontak membuat Abraham menoleh dan menatap tidak suka kepada istrinya tersebut
"Ya, kau tahu? bahkan rasanya aku akan mati jika tidak bisa hidup bersama dengannya kembali, aku tahu hal ini tidak pantas kuucapkan dihadapanmu tapi apakah kau tahu Key? disini!" ucap Abraham lalu menunjuk kearah dadanya
"Disini rasanya sangat sakit, hidup tanpa Clara membuatku seakan mejadi manusia tidak berguna" Abraham menatap dalam mata Keysha yang juga menatapnya degan lekat, Abraham ingin Key mengerti bahwa dihidupnya hanya ada Clara sekalipun Key adalah orang yang pernah dia cintai namun sekarang rasa tersebut setitikpun sudah tiada, hatinya seutuhnya telah diambil oleh sang mantan istri
Dia ingin Key mengerti dan berusaha memahami dirinya
"Apakah sedikitpun tidak ada namaku disini?" balas Key dan meletakkan tangannya didada Abraham sembari mata mereka masih saling menatap dalam
Key dapat melihat betapa Abraham menderita setelah berpisah dari Clara, Abraham yang gagah berwibawa sudah tidak ada lagi. Sekarang dihadapannya hanyalah seoraang pria yang bahkan mencukur bulu wajahnya saja tidak rapi dan beraturan
Hal tersebut membuat hati Key meradang, karena keegoisannya dia menjerumuskan pria tersebut kedalam lembah menuju kesengsaraan
"lalu kenapa kau membuat istrimu berpenampilan sepertiku?" Key masih ingin mencari kebenaran yang mungkin tidak disadari Abraham
Abraham menghela nafasnya kasar
"Itu adalah kebodohanku yang sangat aku sesali dan benci, tiada seharipun aku tidak menyesali perbuatanku tersebut dan mengutuk diriku" balas Abraham sendu lalu memalingkan wajahnya melihat inkubator sang bayi
__ADS_1
Key masih setia menatap Abraham walau hanya dari samping
"La-lalu bagaimana dengan yang kau datang keapartemen kita dan mencumbuku dengan sangat bernafsu?" tanya Key gagap karena dia semakin yakin bahwa dia telah menempuh jalan yang salah untuk mendapatkan pria tersebut
Abraham kembali menoleh dan menatap mata istrinya tersebut
"Saat itu aku merasa terhina sebagai seorang lelaki ketika istriku menolak diriku, aku meraasa harga diriku diinjak atas penolakannya padahal diluar sana banyak wanita yang menginginkanku" jawab Abraham mengingat momen dia yang ditolak oleh Clara
"Dan salah satu wanita tersebut aku?" tanya Key sendu namun dia berusaha menahan air matanya
Abraham mengangguk
"Maafkan aku, saat itu aku tidak terima akan penolakannya dan hasil dari keegoisanku, keangkuhanku membuatku seperti akan mati Key" Abraham meneteskan air matanya namun buru buru dihapus
"Rasanya tiap hari aku menuju kearah kegelapan, aku tidak dapat berpikir jernih dihadapanku semua terasa gelap bahkan rasanya untuk bernafaspun aku sulit Key" Abraham makin terisak
Entah bagaimana sepasang mantan kekasih yang telah menjadi sepasang suami istri ini akhirnya mampu berbicara dari hati kehati dihadapan bayi mereka yang sedang berjuang hidup
"Lalu bagaimana seandainya bayi yang dihapanmu saat ini adalah milikmu?" Key kembali ebrtanya setelah melihat tangis Abraham sudah mereda, hatinya sangat teriris dan didalam hatinya dia merasa sangat bersalah
Abraham menoleh dengan matanya yang sendu memerah lalu kembali menatap inkubator
"Apakah dia milikku?" tanya Abraham balik
__ADS_1