Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 10


__ADS_3

Setelah mampu mengendalikan emosinya Abraham bangkit dan mengambil kunci mobilnya, di memutuskan untuk mendatangi istrinya dan memastikan apakah memang sesibuk itu hingga tak dapat berkirim pesan padanya.


Ternyata jalanan pun tak memihak Abraham, dijam pulang kantor seperti ini tentu saja jalanan macet parah, hal ini menambah emosinya sumpah demi apapun jika bisa seperti disinetron kepala mengelurkan asap maka itulah yang terjadi pada Abraham sekarang dengan wajah merah padam dan mata berair


Tin tin


Sangking emosinya Abraham sampai tidak memakai lagi logikanya, sudah tahu kendaraan memang tidak bisa bergerak tetapi tetap saja dia membunyikan klakson hanya sekedar untuk melampiaskan emosinya


Perjalanan yang biasanya dapat ditempuh setengah jam dari kantornya kebutik Clara kini ditempuh olehnya nyaris sejam lebih


Begitu sampai diparkiran dia memarkirkan mobilnya serampangan lalu bergegas keluar untuk melihat istrinya apakah benar sesibuk itu


Ketika berjalan tergesa gesa tiba-tiba dia berhenti seperti rem pakem ketika melihat ternyata butik telah tertutup rapat


Sumpah apa sebutan yang pas untuk Abraham? Gengsi membawa petaka? Sudah tahu jelas jam tutup butik Clara tapi bukannya berinisiatif menunggu dirumah malah mendatangi butik yang jelas jelas pasti sudah tutup


Sangking emosinya dia sampai berteriak

__ADS_1


“SIALLLL, BRENGSEKKK BAJINGANNN” sumpah serapah keluar dari mulutnya tanpa difilter dia bahkan menendang rolling door butik itu yang tak salah apapun


Wajahnya merah padam menahan emosi dia menendangkan kakinya keudara sembari terus mengumpat ntah untuk siapa


Akhirnya dia memutuskan untuk masuk kedalam mobil dan menuju rumahnya dia yakin Clara pasti sudah dirumah


Ketika masuk kehalaman rumahnya dilihat mobil Clara telah terparkir rapi, dia langsung memarkirkan mobilnya asal dan bergegas turun, dia membuka pintu secara kasar sampai mengagetkan ART yang kebetulan berada didekat pintu


“Mana istriku?” Tanya Abraham


“A-anu ibu ada didapur pak” jawab asistennya gugup sangking takutnya melihat majikannya itu yang pulang dengan tampilan kusut, air mukanya juga menyeramkan


Dibenaknya muncul beribu pertanyaan kenapa hanya karna tak mendapat pesan dari Clara dia sampai seperti ini? Tak ada satupun pekerjaannya yang bisa diselesaikan hari ini semuanya hancur sehancur moodnya


Apakah benar ternyata dia mencintai istrinya seperti yang Gio katakan? Hanya saja dia selalu menyangkal karna dia membentengi dirinya agar tak terluka kembali seperti yang diperbuat masa lalunya itu


Tunggu, ada yang salah sejak dia masuk pintu tadi

__ADS_1


lamunan Abraham buyar karna merasa ada yang salah, ya dia ingat biasanya Clara selalu memghampirinya sepulang kerja membantu membawakan tasnya, membantu melepas jasnya tapi ini kenapa? Tidak mungkin Clara tidak mendengar kedatangannya


Mustahil dia tak menyadari aku datang batin Abraham


Ya sebenarnya Clara tahu Abraham datang tetapi dia ingin pria itu berinisiatif menegurnya terlebih dahulu tetapi sepertinya setelah beberapa lama berdiri pria itu tak memiliki inisiatif untuk menegurnya


Akhirnya Clara harus membalikkan badannya karna merasa risih hanya ditatap dari belakang dia merasa merinding seperti hantu yang tak kasat mata namun kehadirannya dapat dirasakan


“Bergegaslah mandi lalu turun makan” tanpa menatap Abraham dia mengeluarkan suara untuk mengusir pria itu


Tanpa menunggu jawaban Clara Abraham membalikkan badannya dia merasa konyol padahal sebelumnya semangatnya berapi-api untuk mencari tahu mengapa Clara tak mengiriminya pesan seharian ini


Sambil menaiki anak tangga banyak pertanyaan yang bergemelut dipikiran Abraham


Sementara Clara hanya menatap punggung pria itu yang semakin menjauh


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Selamat membaca gaess jangan lupa bagi like, komen dan hadiahnya yaaaa ehhhh vote juga dengggg 😁😁😁


Biar semangat nulisnya


__ADS_2