
"Baiklah sekarang agenda kencan seperti apa yang diinginkan istri cantik ku ini?" tanya Abraham setelah selesai dengan kegiatannya menciumi sang istri
Clara tersenyum dan mengusap dengan lembut wajah Abraham
"Dari dulu sebenarnya aku mempunyai keinginan kencan menggunakan motor lalu aku akan memeluk kekasihku dari belakang tapi yah dengan kondisiku saat ini itu tidak mungkin yakan?" Clara tersenyum membayangkan impiannya sejak dulu itu, dia merasa muda mudi yang berkencan menggunakan motor sangat manis
Abraham yang mendengar permintaan sang istri merasa tertohok karena kondisi istrinya saat ini adalah akibat ulahnya
"Maafkan aku" ucapnya dengan penuh penyesalan
Clara tersenyum dia tahu bagaimana suaminya ini terperangkap didalam rasa bersalah terhadap dirinya
"Hei.. lihat aku" Clara mengangkat dagu sang suami agar kepalanya terangkat dan melihat kearahnya
Cup
Clara mengecup kening Abraham
"It's oke, lupakan semua yang sudah terjadi dimasa lalu oke?" ucap Clara
"Kamu juga sudah membuktikan bahwa kamu bertanggung jawab atas diriku atas anak kita Arsen, melangkahlah kedepan jangan lihat lagi yang lalu. I Love you" lanjut Clara
Cup
Clara kembali mengecup kening Abraham dengan durasi lebih lama dari sebelumnya
Tes
Sudah sekuat tenaga Clara berusaha untuk tidak menangis namun air matanya tak dapat dia tahan juga pada akhirnya
Abraham juga ntah kenapa dia merasakan ciuman yang diberikan sang istri terasa sangat menyakitkan baginya tanpa terasa dia juga meneteskan air matanya ntah karena apa
Setelah merasa cukup Clara menjauhkan dirinya dari sang suami namun belum sempat Clara kembali menyenderkan tubuhnya Abraham kembali menahan tubuh sang istri ditahannya kedua lengan sang istri
"Kau tidak akan meninggalkanku kan sayang?" ntah bagaimana kata-kata ini keluar begitu saja dari mulut Abraham
"Aku akan mati tanpamu, aku akan mati!" ucapnya sendu
__ADS_1
Cup
"Bagaimana kalau kita kepantai di daerah X katanya pasir putihnya sangat indah" Clara mengecup sekilas bibir Abraham dan mengalihkan topik pembicaraan mereka
Abraham yang mendengar perkataan sang istri sedikit kecewa, Abraham tahu istrinya sengaja mengalihkan pembicaraan mereka namun Abraham hanya beranggapan berarti istrinya belum sepenuhnya memaafkan dirinya.
"Tidak masalah sayang, aku akan membuktikan bahwa hidupku hanya untukmu hingga kau memaafkan diriku bahkan akan kubuat hanya ada kebahagian dalam hidupmu mulai detik ini hingga kau lupa bahwa aku pernah membuatmu menangis" Gumam Abraham dalam hati dan berjanji akan mengisi hari hari sang istri dengan kebahagiaan tiada tara
"Baiklah, ratuku. Hari ini hamba akan memberikan kencan yang luar biasa untuk baginda ratu" ucap Abraham bersemangat
"Ck.. aku baru tahu bahwa suamiku ini ternyata sangat pandai menggombal" balas Clara dengan mencebik
"Tidak gombal sayangku" balas Abraham dengan mengerlingkan matanya dan melajukan kembali mobilnya menuju pantai yang dikatakan sang istri
Hampir sejam perjalanan akhirnya mereka sampai kepantai berpasir putih yang dikatakan Clara
"Ahhhhh indahnya" Clara membuka kaca jendela mobil dan menghirup dalam dalam udara yang memang terasa sangat menyegarkan paru paru
Abraham memarkirkan mobilnya lalu berjalan membuka pintu untuk sang istri lalu dia bersiap untuk menggendong sang istri
"Kursi rodanya" Clara menahan Abraham yang bersiap untuk menggendongnya
"Tapi aku berat" Clara masih berusaha menahan
"Tidak untukku" Paksa Abraham dan mengangkat Clara
"Baiklah.. baiklahhh tapi gendong belakang saja supaya tidak terlalu berat" tawar Clara
"Baiklah walaupun sebenarnya aku sangat kuat untuk mengangkat istriku ini didepan" Abraham memutuskan mengalah
Akhirnya Abraham menggendong Clara dipunggungnya dan berjalan menyusuri pantai pasir putih tersebut, kebetulan ombak dan angin sedikit kencang
"Jangan terlalu kedalam kita ditepian saja jalannya" ucap Clara yang merasakan tubuhnya pun bergoyang ketika kaki sang suami diterpa ombak
Abraham yang tahu istrinya ketakutan seketika terlintas ide untuk menggoda sang istri, ketika ombak kembali menerpa kakinya dengan sengaja dia berpura pura akan terjatuh
"Sayang" ucap Clara spontan dengan sedikit berteriak dan mengeratkan belitan tanggannya dileher Abraham dia sangat takut seandainya mereka jatuh
__ADS_1
"Apa? katakan sekali lagi sayang" pinta Abraham ketika mendengar untuk pertama kali istrinya memanggil dirinya dengan sebutan sayang
"Tidak ada" balas Clara ketus, dia merutuki dirinya kenapa justru kata itu yang keluar dari mulutnya
"Tidak mau?" balas Abraham dan menggoda istrinya lagi dengan berpura akan terjatuh lagi ketika ombak datang
"Abraham" teriak Clara karna dia merasa sangat takut jika seandainya mereka benar benar terjatuh
"OOO sangat keras kepala" ucap Abraham dan dia membawa istrinya agak kedalam lagi dan berpura pura akan terjatuh lagi
"Abraham jangan terlalu kedalam"
"Oh masih Abraham" Abraham berlari dan menggoda terus dengan berpura pura akan jatuh
Namun naas kali ini mereka betulan terjatuh karena ombak yang cukup besar dan dalam posisi Abraham berlari
"SAYANGGGG" Teriak Clara
Sebelum benar benar terjatuh Abraham membalikkan badannya agar tubuh istrinya menimpa dirinya
Byurrr
Abraham terjatuh dengan tubuh Clara diatasnya yang untungnya Clara jatuh dalam posisi menduduki sang suami
" Pfttttt HAHAHAHA" Clara tergelak ketika melihat wajah Abraham yang panik terangkat dari dalam air dengan mata melotot dan memerah
"Kau tidak apa apa sayang? adakah yang sakit?" Abraham begitu khawatir istrinya terluka
"HAHAHAHA" Clara masih tergelak melihat wajah panik sang suami padahal beberapa detik tadi wajah itu terlihat sangat usil dan mengesalkan
Abraham yang melihat istrinya tertawa puas menertawakan dirinya mampu bernafas lega artinya sang istri baik-baik saja, dengan spontan Abraham meraup air dan mengusapkan kewajah sang istri
Clara yang tidak siap dengan serangan tersebut sedikit merasa kelelep
"Sayanggg" rengeknya dengan manja
"Hahaha" gantian Abraham yang tertawa melihat istrinya tersebut
__ADS_1
Clara pun membalas meraup air dan melemparkan kewajah Abraham dan akhirnya mereka tertawa bersama ditengah tengah ombak yang sesekali menerpa tubuh mereka