Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 47


__ADS_3

Tidak ada lagi yang mampu diucapkan Clara semua terasa sangat menyakitkan baginya akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari kamar dan menenangkan pikirannya. Ketika akan keluar dia melintasi Abraham, pria itu bangkit dan menahan Clara dia mencoba untuk menyelesaikan segalanya, dia tidak ingin istrinya selalu salah paham dengan pemahamannya sendiri.


"Kita selesaikan ini dulu sayang"


Clara dengan seketika menghempaskan tangan Abraham yang menahannya.


"Kau menjijikkan!" Ucap Clara sambil tersenyum miring degan ekspresi yang benar sangat-sangat muak. entah kenapa satu kesalahan Abraham ini mampu membuat dirinya benar-benar merasa dikhianati, harga dirinya sebagai seorang wanita benar-benar terluka akan kebenaran yang sangat menyakitkan ini.


Ucapan dan ekspresi menjijikkan yang keluar dari mulut istrinya benar-benar membuat Abraham terpaku, dia hanya mampu melihat istrinya berjalan dan membanting pintu dengan sangat keras yang mengakibatkannya kaget.


Abraham membuang nafasnya dengan kasar dan berjalan menuju ranjang, dia mendudukkan dirinya disisi ranajng dan menunduk menumpu tangannya diatas lutut dan meremas rambutnya dengan sangat keras, sungguh dia tidak menyangka bahwa hubungan yang dia bangun sejauh ini dengan istrinya berakhir dengan perselisihan ini.


' Kenapa menjadi seperti ini? argggttttt"

__ADS_1


Sementara Clara berjalan menuju kamar sang anak, mungkin dengan melihat wajah teduh sang buah hati dapat menenangkan hati dan pikirannya


Ceklek


"Nyonya" ucap pengasuh Arsen terkejut ketika mendengar suara pintu terbuka dan sang nyonya muncul dengan penampilan yang benar-benar membuatnya terlihat sangat menyedihkan.


"Terimakasih sudah menjaga Arsen sekarang beristirahatlah" ucap Clara dengan datar tanpa senyuman ramah yang biasanya selalu tersungging dibibir indah sang majikan.


Setelah pengasuh tersebut keluar keluar Clara menghampiri sang anak dan ikut merebahkan dirinya disamping putra tampannya ini. Dengan perlahan Clara membawa Arsen kedalam pelukannya, pergerakan tersebut mengusik tidur Arsen


"cup...cup...cuppp" dengan segera Clara menepuk nepuk bokong sang putra agar tertidur kembali


"apa yang harus mama lakukan nak?" semua berkecamuk didalam pikiran Clara dia tidak bisa memutuskan sesuatu hanya memikirkan dirinya sendiri, dia juga harus memikirkan posisi Arsen yang sangat dekat dengan sang Ayah.

__ADS_1


Denga pikiran menerawang, Clara flashback membayangkan segala kenangannya dengan Abraham. Tidak pernah sekalipun Abraham berlaku kasar terhadapnya, tidak pernah sekalipun Abraham meninggikan suaranya jika mereka berselisih paham, tidak pernah sekalipun Abraham menolak segala keinginan sang anak sesibuk apapun dirinya jika Arsen meminta maka Abraham akan selalu menjawab YA, Abraham adalah tipe pria yang sangat menyayangi keluarganya, Abraham selalu menemani tumbuh kembang sang anak hingga membangun ikatan yang kuat diantara Abraham dan Arsen


Clara menitikkan air matanya


"kasih sayang itu, kketulusan itu, pelukan ciuman semuanya bahkan saat bercinta apakah dia yang kau lihat? apakah kau membayangkan yang kau tiduri adalah dia? hiksss... hiksss" Clara menangis dengan menahan suaranya agar tak mengusik tidur Arsen


Isakan itu terdengar sangat pilu, Clara yang tidak bisa mengeluarkan suaranya mengakibatkan tubuhnya bergetar, dia menggigit bibirnya untuk menyembunyikan suara tangisnya


"Ini sangat menyakitkan Abraham.... teganya dirimu kupikir kita sama-sama mencoba saling menerima dengan pernikahan ini tapi ternyata!"


Clara menurunkan pandangannya untuk melihat sang anak


"Apa yang harus mama lakukan nak?" ucap Clara lalu mengecup puncak kepala sang anak dengan dalam, dia menutup matanya dan akhirnya setelah bergelut sendiri dengan pikirannya Clara tertidur dengan sendirinya.

__ADS_1


__ADS_2