
Setelah mereka berdua masuk kedalam mobil Abraham melajukan mobilnya membawa Key keluar dari rumah mewah Zack itu
"Terimakasih Bi, kau mau membawaku keluar dari neraka itu" ucap Key lirih dengan menolehkan kepalanya menghadap ke Abraham yang sedang serius mengemudikan mobilnya
Abraham sekilas menoleh kepada Key dan tersenyum sembari mengangguk
"Aku hanya ingin membantumu keluar dari tempat itu karena aku juga sudah menjanjikannya kepadamu" Kata Abraham
Key hanya menganggukkan kepalanya lalu menoleh kembali menoleh kepada Abraham
__ADS_1
"kita akan kemana Bi?" Tanya Key karena memang Abraham tidak ada mengatakan tujuan mereka dan dia rasa mereka sudah jauh berkendara namun tidak ada tanda-tanda pemberhentian
"Kita akan keapartemenku" Ya Abraham sudah memutuskan akan membawa Key keapartemen Abraham dulu tempatnya tinggal namun setelah menikah tempat itu sudah tidak pernah diisi lagi namun Abraham tetap mengurusnya
Key tersenyum didalam hatinya dia ingat apartemen itu, apartemen tempat dia dulu sering menginap
Setelah hampir sejam berhenti akhirnya mereka sampai dibasement apartemen yang tidak terlalu mewah karena dulu ayahnya membelikan apartemen yang apa adanya untuk Abraham disaat dia merintis bisnisnya.
"Bi kau?" tanya Key ketika melihat ternyata kode itu masih menggunakan tanggal hari jadian mereka, dia tidak percaya Abraham tidak kenapa Abraham tidak mengganti pin pintu itu. Dia cukup bertanya-tanya kenapa Abraham tidak mengganti padahal sekarang dia sudah menikah
__ADS_1
Abraham yang paham maksud wanita tersebut menoleh kepada Key
"Ya, aku tidak pernah mengganti kodenya karena tidak pernah sempat dan ini hanya hal sepele" Ya Abraham menjawab jujur memang setelah ditinggalkan wanita ini dia memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya karena merasa tidak sanggup berada diapartemen yang penuh kenangan dengan mantannya yang menghianatinya dia hanya selalu menugaskan seseorang untuk rutin membersihkan apartemen itu karena untuk menjualnyapun Abraham tidak sampai hati karena apartemen ini pemberian ayahnya ketika dia merintis bisnisnya dan ketika dia dijodohkan semakin tidak pernah lagi dia terpikir untuk mendatangii apartemen ini karena terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan rumah tangganya.
Key cukup kecewa dengan jawaban Abraham namun dia tidak ingin berharap lebih, Abraham mau menolongnya saja sudah membuatnya bahagia dan dia cukup bahagia bahwa ternyata Abraham tidak berlarut dengan penghianatannya buktinya Abraham menikah sekarang
Setelah pintu terbuka Abraham mempersilahkan Key masuk lebih dulu dan ternyata memang isi apartemen itu tidak berubah sejak hari penghianatan itu terjadi dan Abraham pun ternyata pun cukup speechless dengan isi apartemennya yang tidak pernah dia sentuh lagi
"Bi, kamu tidak membuang foto-foto kita?" kata Key dan menghampiri salah satu figura yang dipanjang dimeja dekat tv dan mengambilnya lalu mengusap figura itu
__ADS_1
Dan melihat apartemen yang masih seperti dulu mereka sama-sama terbawa suasana dulu ketika mereka menjalin kasih, dimana Key sering menginap, dulu sekali mereka menjalin kasih layaknya suami istri kecuali melakukan hal terlarang itu. Namun mereka sering saling bercumbu dan saling memuaskan walau tanpa penyatuan karena mereka cukup mampu menahan diri untuk tidak sampai ketahap itu.