
Tidak berapa lama akhirnya Alex datang dan dia sudah mengerti situasi yang akan dihadapinya, dia mendekati Abraham dan Gio
Dengan bantuan Gio akhirnya akhirnya Abraham disuntikkan obat penenang oleh Alex lalu Gio menggendong sang sahabat masuk kedalam kamar
"Semoga setelah sadar nanti kau sudah merasa lebih baik sobat" ucap Gio lalu meninggalkan Abraham dalam tidurnya namun langkahnya terhenti ketika tidak sengaja matanya menangkap suatu objek didekat meja dan sofa dikamar tersebut
Gio mendekati objek tersebut dan ternyata sebuah foto, Gio meraihnya dan seketika Gio tersentak
"Bajingan" maki Gio lalu dia memunguti beberapa foto lagi mulai dari Club malam dan berakhir dengan Abraham berciuman dengan Key didepan pintu apartemen
Gio menoleh kearah Abraham dengan memandang tajam lalu dia bangkit mendekati ranjang dimana Abraham terlihat damai dalam tidurnya
Bug
tidak puas hanya sebelah
Bug
Gio meninju pipi Abraham sebelahnya lagi
"Ternyata kau masih memelihara wanita sialan itu, lalu kenapa kau yang seperti orang gila"
Bug
__ADS_1
sekali lagi Gio memukul Abraham
"Kau melukai Clara dan anakku" Gio memang sangat menyayangi Arsen hingga dia menganggap Arsen adalah anaknya bahkan dia pernah ingin Arsen memanggilnya papa namun Abraham tidak terima anaknya memanggil orang lain selain dirinya sebagai ayah
Tidak ingin berlama lama dikamar tersebut yang mungkin memancing emosinya dan akan berakhir memukuli Abraham yang tidak sadar akhirnya Gio keluar
"Apa yang terjadi?" tanya Alex begitu melihat Gio datang menghampirinya
Gio hanya menggeleng karena dia belum sepenuhnya paham situasinya, sejenak dia berpikir tidak mungkin dalam keadaan sadar Abraham mencumbu Key jika pada akhirnya Abraham akan semenderita ini
"Yang aku tahu Clara dan Arsen tidak berada dirumah ini" jawab Gio
"Bagaimana menurutmu?" tanya Alex
Gio menggeleng, dia mengerti maksud pertanyaan Alex
Alex membuang nafasnya kasar dan menyandarkan tubuhnya disandaran sofa dan kepala menghadap langit-langit, dia terbayang bagaimana dulu dia dan Gio juga menghadapi situasi Abraham yang seperti ini ketika ditinggal Key
"Kita harus membawa Clara dan Arsen kembali apapun yang terjadi" ucap Alex tiba-tiba seraya menegakkan tubuhnya
"Kurasa ini tidak akan semudah itu" ucap Gio dengan nada putus asa, tentu saja dia paham bagaimana rasa sakit Clara melihat foto foto tersebut
"Kita tetap harus mencoba" ucap Alex tegas
__ADS_1
"Melihat situasi ini aku tidak yakin kita akan berhasil membawa Abraham keluar dari keterpurukannya" lanjut Alex
Gio pun setuju, dia akan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Lalu Gio merogoh sakunya untuk menghubungi orang orang mereka untuk mencari keberadaan Clara dan Arsen
Sementara saat ini disebuah rumah terlihat seorang ibu dan anak yang sedang berpelukan diatas ranjang
"Apakah kita akan selamanya disini ma?" tanya Arsen pelan
"Kenapa sayang? apa Arsen tidak suka rumah ini?" tanya balik Clara
Arsen menggeleng
"Selama mama bahagia Arsen akan bahagia juga" balas Arsen walau dalam hatinya dia sedikit merindukan sang daddy namun dia paham apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya
"Lalu kenapa Arsen bertanya seperti tadi?" tanya Clara lembut
"A-arsen" ucap Arsen gugup
Clara yang merasakan kegugupan sang anak akhirnya menurunkan pandangannya agar dapat melihat wajah sang anak, dilihatnya mata Arsen berkaca-kaca
"Hei kenapa sayang?" tanya Clara takut takut terjadi sesuatu kepada sang anak
"Ta-tapi mama jangan marah ya" ucap Arsen dengan suara berat karena menahan tangisnya
__ADS_1
"Kenapa sayang? jangan buat mama takut" balas Clara
"A-arsen sedikit rindu daddy, ta-tapi ha-hanya sedikit hiksss...hiksss" ucap Arsen dan tangisnya pecah dia menyembunyikan wajahnya didada Clara dan memeluk Clara erat, dia tidak ingin mamanya marah