
Setelah menghabiskan seharian diluar akhirnya keluarga kecil itu pulang kekediaman mereka dengan hati gembira
Sesampainya dirumah mereka serempak turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, Arsen yang tertidur berada digendongan Clara diambil alih oleh Abraham
“Sini biar aku yang bawa Arsen kekamar, kamu langsung bersih-bersih saja kamu juga pasti lelahkan” titah Abraham
“Hmm baiklah” kata Clara
Akhirnya Abraham yang menggendong Arsen dan membawanya kekamar anaknya itu, dibaringkannya Arsen dengan perlahan takut membangunkan anaknya itu lalu dikecupnya kening anaknya itu
“Selamat malam anakku” kata Abraham lalu berjalan perlahan mematikan lampu dan keluar
Setelah keluar dilihatnya pengasuh Arsen datang dengan tergesa-gesa
“Ma-maafkan saya tuan, saya tidak tahu tuan dan nyonya sudah datang. Sa-saya baru dari belakang makan tuan” Ina sang pengasuh sungguh takut karena terlambat menghampiri majikannya untuk mengambil tuan mudanya itu, apalagi harus berhadapan dengan majikan prianya ini sungguh dia sangat takut
Dengan mengulas senyum Abraham menjawab
“Tidak papa Ina sekarang masuklah tapi Arsen sudah tidur dia sangat lelah jika nanti sudah bangun tolong bersihkan Arsen” kata Abraham ramah untuk menghilangkan ketakutan pengasuh anaknya ini
“Ba-baiklah tuan” kata Ina menunduk
Lalu Abraham segera berlalu dari hadapan sang nanny
__ADS_1
Ceklek
Pintu kamar dibuka oleh Abraham dan terlihatlah Clara sedang menyusun baju-baju yang mereka beli tadi, tapi dilihatnya Clara berdiri sambil memandangi pakaian-pakaiannya dilemari
Abraham lalu menghampiri dan memeluk Clara dari belakang
“Kenapa?” Kata Abraham
Clara agak kaget dengan adanya Abraham dikamar itu, karena dirinya terlalu fokus mengamati isi lemarinya
“Sayang lihat deh semua warna baju aku hampir sama semua, motifnya juga mirip-mirip semua, modelnya juga gk jauh-jauh beda. Issss ini semua gara-gara kamu tau gak” kata Clara menggerutu, baru sekarang dia berani mengutarakan rasa penasarannya karena melihat hubungan mereka yang mencair sekarang membuat dia lebih berani
Abraham terdiam dengan jantung yang berdebar
“Kenapa aku harus pakai pakaian model seperti itu? Apa kamu gk suka dengan style aku yang dulu?” Tanya Clara hati-hati
Abraham mengangguk berusaha menutupi kegugupannya
“Kamu lebih cantik dengan gaya seperti itu istriku cup” jawab Abraham tersenyum manis lalu memberikan kecupan dibibir istrinya
Maafkan aku Ara ucap batin Abraham memohon pengampunan
“Masa sih? Perasaan dulu sebelum nikah sama kamu banyak yang suka sama aku yang seperti dulu sebelum kamu mengubahku” kata Clara lagi mulai berani meluapkan isi hatinya dia masih belum puas dengan jawaban suaminya ini
__ADS_1
Sungguh Abraham ingin nangis sekarang, dia benar-benar merasa bersalah
“Apa kamu merasa aku mengubahmu?” Tanya Abraham
“Tentu saja, aku merasa aku tidak mengenali diriku yang sekarang bahkan Bella juga mengatakan seperti itu, ya walau aku akui aku semakin cantik dengan segala perubahan yang kamu buat terhadap diriku” kata Clara
Abraham bungkam, sejenak hening diantara mereka. Mereka hanya saling menatap
Sebenarnya ada satu pertanyaan yang mengganjal dipikiran Clara yang ingin dia tanyakan kepada suaminya ini tapi dia takut
“A-apa aku boleh bertanya sesuatu?” Tanya Clara dengan sedikit gagap dan nada lirih
Abraham mengangguk dengan jantung berdebar, dia mencoba menebak pertanyaan Clara dan dia berharap apa yang dia pikirkan tidak sama dengan yang akan dilontarkan Clara
“Siapa aku dimatamu?” Tanya Clara dengan mantap tanpa keraguan walau sebenarnya hatinya sakit akan kemungkinan jawaban ini
DEG
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Oke gaess bakal masuk kekonflik yeee
Selamat membaca jangan lup tinggalin jejak jejak kalian wkwkwkw
__ADS_1