Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 103


__ADS_3

Setelah dua hari Clara tidak pernah keluar dari kamarnya memunculkan berbagai pertanyaan bagi pelayan dirumah mewah tersebut sebab seluruh keperluan wanita itu akan dilakukan oleh Arsen dan Arsen kekeh tetap tidak memperbolehkan pelayan memasuki kamar tersebut


Hingga akhirnya salah satu pelayan senior memberanikan diri untuk menelpon majikan besarnya karena takut terjadi sesuatu dengan Clara


Namun karena memang masih berada diluar negeri sehingga membuat kedua orangtua Abraham tidak bisa melihat langsung keadaan Clara sehingga mereka memutuskan untuk meminta tolong kelada Gio


“Halo paman” jawab Gio ketika melihat nomor telepon orangtua Abraham yang memang sudah dia anggap seperti orangtuanya juga


“Halo Gio, apakah kamu sibuk nak?” Tanya ayah Abraham


“Tidak terlalu paman, apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya Gio


“Begini, paman dapat laporan dari rumah bahwa Clara sudah dua hari tidak keluar kamar dan Arsen melarang siapapun memasuki kamar Clara. Jadi paman khawatir kalau Clara sedang sakit nak, bolehkah paman minta tolong untuk mengecek keadaan Clara kerumah karna hanya kamu yang mungkin akan didengarkan Arsen nak. Apakah bisa?” Tanya ayah Abraham menjelaskan situasi yang terjadi


“Baiklah paman, sekarang juga saya akan kerumah untuk melihat keadaan Clara” tanpa pikir panjang Gio memenuhi permintaan ayah Abraham


“Baiklah nak, terimakasih banyak atas bantuanmu. Paman sangat berterimakasih” ucap ayah Abraham bersungguh sungguh


“Tidak masalah paman, pakan bisa mengandalkanku mulai sekarang. Aku juga anak paman dan bibi bukan” balas Gio


Ayah Abraham meneteskan air matanya mendengar perkataan Gio mengingatkannya akan sang anak


“Baiklah paman, Gio matikan dulu ya” Gio tak ingin melanjutkan lagi percakapan yang dia yakini akan mengundang air mata


“Baiklah nak, sekali lagi terimaksih” balas Ayah Abraham dengan suara bergetar lalu mematikan sambungan telepon


Gio segera meluncur kerumah besar tempat Clara dan Arsen tinggal, hampir 45 menit dijalan akhirnya Gio sampai dan langsung memasuki rumah mewah tersebut

__ADS_1


“Apa yang terjadi?” Tanya Gio sembari berjalan menuju kamar Clara ditemani seorang pelayan


“Kami juga tidak tahu tuan, sudah dua hari tuan muda Arsen melarang kami memasuki kamar nyonya muda Clara” balas pelayan tersebut


“Apakah Clara tidak pernah keluar kamar?” Tanya Gio


Pelayan tersebut menggeleng


“Apakah Clara pernah menyuruh kalian membawa sesuatu kekamarnya”


Lagi lagi pelayan tersebut menggeleng


“Apakah kalian pernah mendengar suara Clara selama dua hari ini? Atau suara apapun dari kamar?” Gio menghentikan langkahnya dan memandang sang pelayan dengan tatapan yang ntah


Deg


Seakan melalui kontak mata mereka, Gio dan pelayan tersebut menyimpulkan sesuatu yang sama


Gio berlari kencang menuju kamar Clara


Tok tok tok


“Arsen... Arsen ini paman Gio” Gio berteriak dan mengetuk pintu dengan perlahan, dia akan berusaha setenang mungkin agar Arsen tidak curiga dan takut membuka pintunya


Arsen yang mendengar suara paman Gionya membuka sedikit pintu dan hanya menampakkan kepalanya saja


“Ada apa paman?”

__ADS_1


“Bolehkah paman masuk?” Tanya Gio


“Untuk apa paman?” Tanya Arsen kembali


“Ada yang ingin paman bicarakan dengan mami”


“Tentang apa?” Tanya Arsen lagi, tidak akan dia biarkan orang lain memasuki kamar sang mami


“Tentang butik dan perusahaan daddy kamu, sepertinya mami harus sudah mulai kembali bekerja dibutik atau perusahaan karena kalau hanya paman dan kakek akan sedikit susah padahal kepemilikan sudah atas nama mami kamu” Gio mencoba menjelaskan alasan logis yang bisa dia berikan untuk meyakinkan Arsen


“Tapi mami sedang tidur, jadi tidak bisa diganggu” balas Arsen


“Sebentar saja paman akan bangunkan mami”


“Tidak bisa paman, mami lagi tidur tidak bisa diganggu” lalu Arsen mencoba menutup pintu kamar namun Gio menahannya


“Paman akan bangunkan mami, paman yakin mami tidak akan marah”


“MAMI LAGI TIDUR, TIDAK BOLEH DIGANGGU” teriak Arsen dan mendorong pintu sekuat tenaganya namun apalah daya tenaganya dibanding tenaga Gio


“Hanya sebentar sayang” Gio sudah mulai yakin sudah terjadi hal yang tidak diinginkan


“TIDAK BISA PAMAN” Arsen menggigit tangan Gio yang menahan pintu


Namun Gio menahan sakitnya dan mendorong pintu hingga membuat Arsen terdorong kebelakang


DEG

__ADS_1


__ADS_2