
Abraham hanya terdiam mendengar perkataan Clara, dia sadar bahwa mantan istrinya ini tidak menginginkan keberadaannya saat ini. Namun ego yang dia miliki membuatnya menebalkan wajahnya agar tetap bertahan dihadapan mantan istrinya ini
Abraham mendekati Clara lalu menundukkan tubuhnya agar setara dengan kursi roda Clara
“Key sudah melahirkan” ucap Abraham pelan
Clara tersentak, seharusnya ini belum bulannya. Clara memandang Abraham dengan tatapan penuh tanda tanya
Abraham menganggukkan kepalanya
“Ya, bayinya prematur sesuatu terjadi yang mengharuskannya harus melahirkan lebih awal” ucap Abraham sendu ntah kenapa dia merasa bersalah terhadap bayi tersebut dan dia tidak ingin memberikan alasan kenapa Key sampai melahirkan lebih awal, dia takut mantan istrinya ini tambah menjadi benci dia lagi
“Aku bersumpah! Tidak pernah menghamilinya sayang. Tolong percaya padaku sekali ini saja” Abraham sangat mengiba
“Aku sudah melakukan tes DNA dan hasilnya akan keluar dalam dua minggu ini sayang, tolong beri aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan bahwa aku tidak pernah menghianatimu” Dengan memberanikan diri Abraham menjatuhkan kepalanya kepangkuan Clara
Clara tersentak, dia tidak dapat menghindar
Tubuh Abraham bergetar, rasanya beban beratnya runtuh ketika dia menyenderkan kepalanya dipangkuan sang mantan istri tercintanya
Clara merasakan pahanya basah dan dia meyakini bahwa itu adalah air mata Abraham
__ADS_1
Clara membuang pandangannya ketika merasakan dirinya pun akan menangis melihat tubuh rapuh nan kurus mantan suaminya ini
Namun tak kuasa Clara kembali menoleh ketika mendengar suara isak tangis Abraham
“Maafkan aku sayang, aku bersumpah tidak pernah mendurinya” ucap Abraham
“Kenapa kita menjadi seperti ini Abraham? Kenapa setelah kau hidup dengan wanita yang kau cintai justru bukan membuatmu bahagia?” Tanya Clara sendu sembari mengusap kepala Abraham dengan penuh sayang
Abraham menangkap tangan Clara yang mengusap kepalanya, hatinya seketika menghangat mendapatkan perlakuan seperti itu dari Clara
Dikecupnya sekilas tangan indah tersebut
“Maafkan aku yang membuat kita menjadi seperti ini, maafkan lelaki bodoh ini yang terlambat menyadari perasaannya sendiri, maafkan aku sayang, disini...” Abraham membawa tangan Clara kedadanya yang memang sudah berdetak tidak karuan dan Clara dapat merasakannya
Abraham rasanya frustasi ketika melihat Clara hanya diam memandangnya lurus, arti pandangan yang tidak dia mengerti
“Sayang” panggil Abraham dengan sebelah tangannya membelai pipi Clara
“Kau dapat merasakannya kan? Bahkan hanya seperti ini rasanya jantungku akan meledak” ucap Abraham dengan semakin menekankan tangan Clara didadanya
Clara masih membisu
__ADS_1
“Sayang, katakan sesuatu” ucap Abraham mengiba
Clara mengerjabkan matanya lalu fokus kepada Abraham
“Ini sangat menakutkan, Sepertinya setelah berpisah dariku kau mengidap penyakit jantung. Apakah kau sudah periksa kedokter?” ucap Clara sambil menahan tawa
“Sayang...” Abraham rasanya ingin menangis melihat Clara yang masih sempat sempatnya bercanda disaat dia sedang butuh kata maaf dan pengakuan cintanya diterima
“Hahahha, aku takut karena sepertinya detak jantungmu tidak normal sayang” Clara kembali meledek Abraham dan tanpa sadar panggilan sayang itu kembali dia ucapkan
Ketika tersadar Clara seketika menutup mulutnya dan sekarang gantian jantungnya yang berdetak tidak normal karena saat ini pandangan Abraham rasanya sangat menusuk
“Bodoh” maki Clara dalam hatinya
Abraham seketika berhambur memeluk Clara
“Hikssss, sayang terimakasih, terimakasih cintaku” Abraham tersedu meyakini bahwa itu adalah tanda maaf dari Clara dan tanda diterimanya cintanya
Clara merasakan eratnya pelukan Abraham dan tangis Abraham pecah seketika
Tak kuasa menahan gejolak dihatinya akhirnya Clara membals pelukan tersebut dengan tidak kalah eratnya dan air matanya tak dapat dibendungnya lagi
__ADS_1
Akhirnya kerinduannya terhadap sang mantan suaminya dapat terobati