Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 16


__ADS_3

Hari-hari yang dijalani keluarga kecil itu terasa sangat indah, serasa semua urusan berjalan dengan mudah ketika suasana rumah penuh dengan kebahagian, keharmonisan


“Jadi ceritanya lakik mu yang dingin itu idah mencair?” Tanya Clara ketika mereka sedang bersantai diruang Clara karena kebetulan hari sudah sore dan pembeli juga agak sepi hari ini jadi mereka mempunyai sesi curhat manja


“Iya bel aku seneng banget tau gk sih, aku ngerasa perjuangan aku ngerendahin harga diri itu gk sia-sia ya walau sama suami sendiri kadang aku juga merasa malu bel” ucap Clara dengan nada sendu bahkan matanya sudah memerah ketika dia menerawang jauh kebelakang membayangkan usahanya untuk meruntuhkan dinginnya benteng yang Abraham bangun


Dia tidak tahu kenapa Abraham sedingin itu, dia juga tidak pernah tahu suaminya ini pernah berurusan dengan wanita sebelum dinikahkan dengan dirinya


“Kadang aku tu heran liat suamimu itu, kenapa dia seakan akan gk tertarik dengan perempuan, kamu cantik karir bagus latar belakang keluarga juga bagus bahkan banyak cowok ngejer-ngejer kamu ra tapi suami kamu tu dingin banget tau gasih” ucap Bella menatap Clara yang duduk dikursi kerjanya


“Aku juga mikir gitu bel, tapi aku mau nanya tentang masa lalu dia aku gk punya keberanian sebesar itu bel. Bahkan kamu tahu aku ingin meluruskan rambut aja dia sampai ngebentak aku tau gk” Clara beranjak dan mendekati bella, dia mendudukkan dirinya berhadapan dengan bella dan mengambil camilan diatas meja


“Ha? Serius? Lebay banget sih, padahal lurus gk lurus menurut aku kamu tetep cantik” ucap Bella


“Ya aku juga merasa gitu walau memang menurut aku dengan rambut bergelombang seperti ini makin cantik tapi dengan rambut lurus gk buat aku jadi jelek juga” balas Clara


Bella menanggapi hanya dengan mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju


Selanjutnya percakapan Clara dan Bella terus berlanjut seputar para sosialita pelanggan mereka, ditengah asyiknya mereka bergosip ria sambil tertawa lepas terdengar suara hp Clara berbunyi

__ADS_1


Kring kring


“Siapa?” Tanya Bella kepada Clara tanpa suara


“Suami kesayangan aku” balas Clara juga bergumam tanpa suara kepada bella


“Hueeekkk” Bella berucap sambil memperagakan gerakan memuntahkan sesuatu


“Speaker speaker” kata Bella


Akhirnya Clara mengangkat dan meloudspeaker panggilan dari Abraham itu


Mendengar panggilan Abraham itu membuat Bella tertawa cekikikan dengan suara tertahan sumpah sikulkas itu sangat menggelikan menurut dia


“Ya sayang sudah, kenapa? Kamu sudah selesai kerja ya? Berarti tinggal jemput aku ya?” Tanya Clara memang sejak membaiknya hubungan mereka Abraham memutuskan untuk mengantar jemput Clara kebutik biar semakin intim pikir Abraham


“Maaf istriku sepertinya aku tidak bisa menjemputmu, dikantor lagi banyak sekali kerjaan yang harus aku selesaikan” jawab Abraham dengan nada lirih sungguh mendengar nada semangat istrinya membuatnya merasa bersalah karena memang hari ini dia harus mengerjakan semua berkas ini dengan cepat.


Kenapa tidak dibawa kerumah? Jawabannya adalah Abraham akhir-akhir ini jika melihat Clara selalu bernafsu menidurinya sehingga tiada hari tidak bercinta dengan istrinya itu sehingga dia takut membawa pekerjaan ini kerumah karena pasti tidak akan terselesaikan juga, dia pasti akan sibuk membuat istrinya mendesah ke.nik.matan dibawah kungkungannya.

__ADS_1


“Apa tidak bisa dibawa kerumah?” Tanya Clara sungguh dia selalu menantikan waktu-waktu Abraham menjemputnya pulang kerja


“Tidak bisa Ara istriku, kamu tahukan kalau dirumah aku akan selalu bercinta denganmu” jawab Abraham tersenyum disebrang sana dia membayangkan dirinya yang sekarang selalu menggoda Clara agar mau ber.cin.ta dengannya


Sementara Clara yang mendengar perkataan Abraham spontan mematikan telfon itu karena Bella yang ikut mendengarnya


“Hahahaha jadi sekarang sidingin itu yang selalu mengajakmu ber.cin.ta?” Bella tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan frontal Abraham itu


Tapi sungguh dari lubuk hatinya dia senang akhirnya perjuangan sahabatnya itu tidak sia-sia. Dia rasa Sebenarnya hati Abraham sudah milik Clara hanya saja melihat sifat pria itu yang tertutup sehingga tidak menyadarinya. Semoga saja benar.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Selamat membaca gaessss


Jangan lupa tinggalin like, komen dan kasih otor vote dan hadiah klen dong gaesss


Biar otor seneng wkwkwkkw


Tetap jaga kesehatan man teman semuanya

__ADS_1


__ADS_2