
Abraham yang mendengar perkataan istrinya terpaku sejenak dan tanpa kata dia bangkit dari atas ranjang
Dia keluar dari kamar dengan membanting pintu sangat keras, saat ini dia benar-benar merasa sakit hati
Apa kesalahannya tidak termaafkan lagi? Harus dengan cara apa dia meminta maaf agar istrinya memberikan maafnya, semua sudah dia lakukan namun istrinya masih saja dingin
Abraham berjalan dengan cepat kegarasi mobilnya dia menaiki mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi keluar dari rumahnya
Sementara Clara terpaku diatas ranjang dia dapat melihat sorot mata suaminya itu penuh kekecewaan dan putus asa, sejenak dia merasa bersalah telah menolak keinginan suaminya tersebut
“Tidak tidak Clara kau tidak bersalah, biarkan dia tersiksa. Tapi bagaimana jika dia mencari kepuasan dengan wanita di luar sana” Gumam Clara pelan membayangkan apa yang akan dilakukan suaminya tersebut
Sementara Abraham didalam mobilnya memukul mukul stir mobilnya
“Sial Clara! Harus dengan cara apa agar kau memaafkanku” Abraham benar benar tidak habis pikir kenapa sesulit itu istrinya memaafkan kesalahannya
Iya dia mengaku salah tapi dia rasa kesalahannya tidak separah itu
Cittttt
Abraham menghentikan mobilnya diparkiran sebuah club malam yang biasa ia datangi dengan Gio sewaktu lajang dahulu
Sudah lama dia tidak masuk ketempat ini sejak istrinya melahirkan anak mereka dunia Abraham seakan berubah, dia memfokuskan dirinya untuk membesarkan anaknya dan perusahaannya yang dia yakini akan dia wariskan kepada anak semata wayangnya
__ADS_1
Abraham memasuki club tersebut dan memesan sebuah ruangan, dia butuh ketenangan untk memikirkan apa yang harus dilakukannya terhadap istrinya, ntah cara apa lagi yang harus dilakukannya
Dia butuh meredakan emosinya, dia butuh menghilangkan hasratnya yang tidak tersalurkan tadi melalui minuman minuman ini
Abraham minum seperti orang yang baru menemukan oasis dipadang gurun
“Hi” sapa seorang gadis yang merupakan pemandu lagu diclub tersebut
“Boleh saya masuk tuan?” Tanyanya lembut, dia tahu siapa pria ini. Tentu saja dia tahu.
Abraham memandang datar wanita tersebut dia tidak menolak namun juga tidak mengiyakan
Melihat tidak adanya respon membuat wanita tersebut memberanikan diri untuk masuk keruangan tersebut
Bajunya yang sangat seksi sangat pas membalut tubuhnya yang menonjol tepat pada tempat seharusnya
Tahu bahwa dia ditatap membuat gadis tersebut semakin gencar untuk menggoda Abraham, dia memilih lagu dan menyanyikannya sembari meliuk liukkan tubuhnya
“Abang banting dedek bang
Abang cekek dedek bang
Udah lama abang gak banting adek
__ADS_1
Udah lama abang gak cekek adek”
Gadis tersebut menyanyikan sebuah lagu dan dengan gerakan menggoda dia berjalan mendekati Abraham
“Dedek pengen di banting”
Bisik gadis tersebut secara sensual ditelinga Abraham dan menjilat sedikit cuping telinga Abraham
Dengan gerakan meliukkan badannya gadis tersebut duduk dipangkuan Abraham
Abraham menatap wajah gadis yang dengan beraninya duduk dipangkuannya dengan dingin sembari menyesap minumannya
Dengan sengaja gadis tersebut menekankan bokongnya tepat diketegangan Abraham dengan gerakan sensual dan dengan keberaniannya wanita tersebut meraih tangan Abraham dan meletakkan didadanya
“Oh my god, sepertinya malam ini tangkapanku sangat besar” batin gadis tersebut melihat Abraham tidak memberikan perlawanan
“Ahhh” wanita tersebut mengeluarkan suara indahnya ketika Abraham meremat dengan keras dadanya namun terasa nikmat
“Menjijikkan” Abraham seketika berdiri sehingga gadis tersebut terjungkang kebelakang karna tidak siap dengan pergerakan Abraham
Abraham berjalan keluar dari club tersebut dengan sempoyongan, dia masih waras untuk tidak tergoda dengan ****** murahan seperti itu
Abraham memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya untuk pulang
__ADS_1
Ceklek
“Bi”