
Abraham yang tersadar ketika mendengar suara mesin mobil seketika mengetuk kaca jendela mobil Clara
"Ara, buka pintunya! ini tidak seperti yang kamu bayangkan" Ucap Abraham dengan panik ketika dia mulai mengerti apa yang ada dipikiran istrinya
"Sayang, please buka pintunya. Honey" tanpa sadar panggilan manis yang tanpa sadar Abraham ucapkan karena dia merasa takut, takut dengan persepsi yang ada dipikiran istrinya. Panggilan manis yang sangat Clara harap Abraham ucapkan untuknya justru membuat Clara tersenyum pahit dan tanpa menoleh Clara melajukan mobilnya dan membiarkan Abraham yang berlari kecil sambil mengetuk kaca mobil berusaha untuk menghentikan langkah mobil itu.
Abraham yang sudah tidak dapat mengejar mobil istrinya seketika tersadar dan berlari mencari mobilnya dan sangking paniknya dia sampai seperti orang bodoh berlari memutari basement mencari mobilnya
"****.. mobil sialan" maki Abraham ketika tidak berhasil menemukan mobilnya padahal seingatnya dia memarkirkan mobilnya juga tidak jauh dari parkiran mobil istrinya setelah lelah dan berusaha mengatur nafasnya dan pikirannya yang kacau Abraham tersadar dan merogoh sakunya dan menemukan kunci mobilnya dan memencet tombol kunci mobilnya dan akhirnya dia menemukan mobilnya dan dengans egera berlari kearah mobilnya
__ADS_1
"**** ****" maki Abraham karena ternyata mobilnya berada ditempat yang sudah dia putari beberapa kali dengans egera Abraham masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hinga decitan ban mobil dilanati areal parkiran itu terdengar dengan jelas
Sementara dari tadi ternyata sepasang mata memandang kearah terjadinya drama antara suami istri itu
"Kita akan kembali Bi, pasti! aku tahu kamu tidak akan semudah itu melupakan kisah kita, tidak mungkin!" Ucap Key pelan dengan tersenyum
maafkan aku Tuhan, tapi kali ini saja! kali ini saja aku ingin menjadi wanita yang egois.aku juga ingin bahagia batin Key lalu melangkah keluar untuk mencari taksi
Clara yang sudha sampai dikediaman megah mereka segera melangkah keluar dari mobilnya dia tahu Abraham juga pasti akan tiba dirumah mereka untuk saat ini mungkin dia tidak akan menahan lagi apa yang ada dipikirannya tadi dia berusaha menekan semua karena berada ditempat umum tentu saja dia tidak akan mempermalukan dirinya sendiri dengan memprovokasi langsung ditempat
__ADS_1
Ternyata Arsen sudah tertidur dengan perlahan dia mengangkat sang anak agar tidak terganggu dan membawanya masuk kedalam rumah, ketika memasuki rumah Clara disambut dengan pengasuh sang anak
"Jaga Arsen dan apapun yang terjadi dan kamu dengar tetaplah didalam kamar jangan biarkan Arsen keluar" Ucap Clara memberi perintah berjaga-jaga jika nanti dia tidak bisa mengendalikan emosinya, tanpa banyak bertanya sang baby sitter mengiyakan perintah majikan karena merasa suasana sangat menegangkan
Clara berjalan keluar kamar sang anak dan memberi perintah untuk mengunci pintu kamar itu, Clara melangkah memasuki kamar pribadinya dengan sang suami yang selama ini ia cintai dalam diam
Dia pikir Abraham juga mencintai dirinya namun sama seperti dirinya yang gengsi mengungkapkan sehingga Clara tidak pernah ambil pusing
Ternyata salah, dia terlalu percaya diri yang menganggap perhatian Abraham adalah bentuk cinta pria itu padanya, dia pikir sikap pria itu yang merubah penampilannya adalah bentuk rasa cinta pria itu yang menginginkan dia terlihat cantik
__ADS_1
Clara berjalan kearah cermin dan berhenti tepat didepan cermin itu dia menatap dirinya yang sekarang terpampang jelas dicermin
"Cantik" ucapnya tersenyum miring namun mengandung kesedihan