Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 64


__ADS_3

Mata Abraham membola melihat mangkok dan bubur yang berserakan dilantai


Clara tersenyum miring, baru begitu saja suaminya yang mengaku akan menjaga dia saja sudah kelihatan emosi


“Marahlah, tidak perlu kau tahan. Aku tahu saat ini kau sangat ingin mengamuk bahkan mungkin kau ingin mendorongku lagikan? Tidak... tidak...karna kau sudah pernah mendorongku dan hasilnya aku lumpuh mungkin sekarang kau ingin membantingku agar aku mati mungkin” Clara berkata panjang lebar untuk membuat emosi pria ini semakin menjadi


”Sayang... please” Abraham sampai mengiba agar istrinya tidak mengungkit itu lagi


“Keluarlah, aku akan memanggilmu jika sudah lapar” Clara akhirnya mengalah dia tidak tega juga melihat wajah mengiba pria itu


Abraham menghembuskan nafasnya kasar, ntah sejak kapan istrinya ini pandai bermain olah kata yang menusuk jantung. Abraham berusaha menetralkan emosinya dia tidak ingin menyakiti istrinya lagi, tidak akan pernah lagi.


“Baiklah, panggil aku jika istriku yang cantik ini sudah lapar ya? Aku akan selalu melayanimu tuan putri” jawab Abraham tersenyum dan berjalan keluar kamar


Dia berjalan kearah ruang kerjanya, untuk beberapa minggu kedepan mungkin dia akan bekerja dari rumah dia harus selalu mendampingi istrinya yang mungkin jiwanya masih terganggu akibat perubahan drastis keadaannya ini


Setelah sampai dikamar Abraham melakukan panggilan keruang pelayan untuk menyuruh membersihkan kamar istrinya

__ADS_1


Lalu tiba-tiba handphonenya berdering dan itu panggilan dari Gio sahabatnya sekaligus sekretarisnya


“Halo” jawab Abraham


“Bagaimana keadaan istrimu?” Tanya Gio


“Ternyata Clara belum memaafkanku Gio, apa yang selama ini kau lihat dirumah sakit berbanding terbalik setelah sampai dirumah. Clara kembali menunjukkan kebenciannya padaku, apa yang harus kulakukan Gio?” Tanya Abraham lemah, dia sedikit curhat dengan sahabatnya ini untuk meminta masukan yang mungkin bisa menjadi motivasi baginya


“Ya, itu bisa saja terjadi. Mungkin dirumah sakit Clara hanya tidak ingin orang lain tahu kalau kalian bermasalah, menurutku Clara sangat bijaksana. Kau cobalah berbesar hati apapun yang dilakukan istrimu, tidak mudah menerima keadaan dari yang bisa melakukan apa-apa jadi tidak berdaya seperti ini. Dan aku berharap kau berhenti menyembunyikan sesuatu darinya” Gio memberikan nasehat yang mungkin bisa lebih meluaskan rasa sabar sahabatnya ini


“Aku sudah tidak berhubungan dengannya lagi Gi, aku sudah memutuskan kontak darinya” Abraham tahu arah percakapan sahabatnya ini pasti mengenai Key


“Benarkah? Lalu mengapa wanita itu masih tinggal diapartemenmu” sinis Gio akan jawaban temannya ini, pengen ia Tonjok rasanya


“Aku tidak mungkin mengusirnya, mengertilah. Dia tidak punya tempat untuk pulang dikota ini, pernikahannya juga gagal bahkan pria gila itu mungkin masih memcari-carinya” balas Abraham mencoba menjelaskan kenapa dia tidak mengusir Key dari apartemennya


“Usir dia, dia belum cukup tua untuk tidak bisa berbuat apa-apa untuk melanjutkan hidupnya. Jangan jadikan ini boomerang lagi Abaraham, kau pikir jika istrimu tahu apa yang akan dia lakukan?” Gio masih mencoba mengubah pola pikir Abraham yang keras kepala ini

__ADS_1


“Istriku sudah tidak bebas bisa pergi kemana mana lagi Gio, jadi tidak akan ada masalah”


Jawaban Abraham ini justru membuat Gio naik pitam


“Jadi maksudmu kau mensyukuri keadaan Clara? Sehingga kau bebas memiliki wanita lain diluar sana tanpa takut ketahuan begitu?” Gio bahkan sampai berteriak hingga urat-urat lehernya terlihat jelas


Jawaban macam apa itu, pikir Gio.


“Tidak, bukan begitu maksudku. Aku sudah tidak akan mencampuri lagi urusan Key dan istriku juga tidak tahu mengenai apartemen itu jadi tidak akan ada masalah lagi kedepannya Gio, tolong mengertilah.” Abraham mencoba menjelaskan yang justru semakin membuat Gio naik pitam


“Baiklah, aku sudah menasehatimu jika sesuatu terjadi dikemudian hari karena wanita ****** itu maka aku tidak akan membantumu”


“Dia bukan ****** Gio” Abraham menaikkan sedikit oktaf suaranya


“Hahahhah” Gio tertawa dan mematikan sambungan teleponnya


Gio sangat emosi akan pembelaan Abraham terhadap wanita yang baru saja dia usir dari kantor ini

__ADS_1


__ADS_2