
Setelah menyelesaikan kegiatan makan siang mereka, Clara membawa anak semata wayangnya mengelilingi Mall terbesar dikota mereka itu untuk melihat-lihat.
"Mama apa papa tidak ikut bersama kita?" Tanya Arsen yang merasa kurang ketika sang papa tidak ikut bersama mereka
Clara terdiam sejenak, sejujurnya dia merasa hubungannya dengan sang suami semakin renggang saja sejak kejadian yang sangat melukai harga dirinya sebagai seorang istri.
"Tidak sayang papa sedang sibuk dikantor jadi kita berdua saja ya? Apa Arsen tidak senang jika hanya berdua bersama mama?" Tanya Clara dengan ekspresi cemberut untuk mengalihkan pikiran Arsen dari sang papa
"Tentu saja tidak" Jawab Arsen dengan cepat
"Arsen sangat mencintai Mama" Lanujutnya lagi
Sangking gemasnya akan jawaban Arsen membuat Clara mengangkat sang putra tampannya dan menciumi wajahnya dengan gemas sambil melanjutkan langkah mereka mengelilingi Mall
Saat sedang asyik memilih-milih pakaian yang sekiranya cocok untuk putranya tiba-tiba Clara dikejutkan dengan perkataan Arsen
"Itu Papa" Ucap Arsen dengan suara girang
"PAPA" Arsen mencoba memanggil dengan suara yang lebih keras, yang membuat Clara menoleh kearah Arsen memanggil dan seketika Clara membeku melihat apa yang sekarang menjadi objek penglihatannya
"Mama ayo kita jumpai papa ma" Kata Arsen dan dengan segera berlari kearah sang papa tanpa tahu apa-apa
__ADS_1
Abraham begitu terkejut ketika tiba-tiba ada yang memeluk pahanya ketika dia sedang memilih-milih keperluan Key yang akan tinggal di Apartemennya
"PAPA" Seru Arsen dengan girang
"Kenapa papa tidak bilang-bilang kalau akan datang kesini, kata mama papa sibuk" Lanjut Arsen dan perkataan Arsen berhasil menyadarkan Abraham dari lamunannya atas keterkejutannya kan situasi yang dihadapinya saat ini, dia merasa seakan-akan sedang tertangkap basah berselingkuh dibelakang anak dan istrinya
Abraham yang semulanya memperhatikan wajah sang putra yang memeluk kakinya seketika mendongakkan wajahnya dan mencari keberadaan dimanakah kiranya istrinya itu berada
DEG
Abraham terpaku ketika melihat Clara sedang berjalan kearah dirinya dan sang putra dan mantan kekasihnya ini dengan tatapan yang sangat sangat dingin bahkan Abraham tidak pernah tahu bahwa sang istri mempunyai tatapan seperti itu sebelumnya
Dia menoleh kearah Abraham dengan tatapan heran namun seketika senyum terbit diwajahnya yang sudah pulih dari tindakan kekerasan yang dilakukan suaminya itu, dan dengan sengaja Key memanfaatkan kesempatan itu dengan semakin merapatkan tubuhnya kearah Abraham yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa
Dengan perlahan Key merangkul lengan Abraham seolah sedang ketakutan
"Bi, a aku takut" Kata Key dengan ekspresi yang sangat ketakutan hal itu membuat Abraham tersadar dan menoleh kearah wanita disampingnya itu
"Tenanglah, istriku wanita yang baik dia tidak akan berpikir aneh-aneh terhadap kita" Kata Abraham dengan mengusap perlahan lengan Key untuk menenangkan karena dia berpikir kemungkinan Key trauma dengan orang baru
Akhirnya Clara sampai dihadapan mereka dengan raut wajah yang sangat sulit diartikan Abraham
__ADS_1
"Ara" Panggil Abraham dengan lembut dan melepaskan rangkulan tangan Key, Clara tidak membalas sapaan Abraham karena sungguh sekarang sedang banyak pertanyaan muncul dikepala Abraham, bukan tentang apakah suaminya berselingkuh? apakah suaminya mendua selama ini? Tidak! bukan itu yang menjadi pertanyaan terbesar Clara
Dia menyadari sesuatu, sesuatu yang sampai detik ini Abraham belum menyadarinya sementara dua wanita yang memiliki perasaan terhadap pria ini sudah menyadari sesuatu itu dan sedang menerka-nerka dipikiran masing-masing apa yang telah dilakukan Abraham
Keheningan diantara tiga manusia dewasa ini membuat Arsen membuka suara
"Mama, mama bilang papa sibuk? ini buktinya papa datang" Kata Abraham dengan tersenyum dan seketika dia sadar bahwa tidak hanya mereka dia, mama dan papanya yang berada disitu tetapi seorang wanita yang tidak pernah Arsen lihat wajahnya
"Tante siapa?" Tanya Arsen dengan sinis
"Halo Boy, kenalin tante teman papa kamu" Key mensejajarnya tubuhnya dengan Arsen untuk memperkenalkan dirinya dengans ang bocah tampan ini yang tidak perlu diragukan bahwa dia memang adalah anak mantan kekasihnya ini dan dia harus bisa menarik perhatian sang anak mantan kekasihnya itu
Key mengangkat tangannya untuk mengusap puncak kepala Arsen namun Arsen langsung memundurkan tubuhnya dan mengambil posisi berdiri disisi sang mama dan menggandeng tangan mamanya
"Mama" Kata Arsen sembari menggoyangkan tangan sang mama yang masih terdiam
Mendapati respon tidak bersahabat Arsen Key tersenyum pahit, dia hanya berusaha untuk mendekatkan dirinya dengan anak itu yang kemungkinan besar akan menjadi anak sambungnya nanti, ya nanti! tidak akan lama. batin Key
Sorry jeda lama gaess karena dunia nyata benar-benar menguras seluruh waktu dan pikiranku
Selamat membaca dan jangan lupa tinggalin jejak kalian.....
__ADS_1