Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 96


__ADS_3

Setelah berkendaara beberapa puluh menit akhirnya Abraham dan Clara sampai ditempat ekskul sang anak dan bertepatan dengan jam pulang sang anak


Abraham menurunkan kursi roda Clara dan menggendong sang mantan istri untuk didudukkan dikursi rodanya, setelah duduk mereka kompak saling pandang dan tersenyum lalu saling menggenggam tangan sembari menunggu sang anak muncul digerbang sekolahnya


sekitar 10 menit terlihat sang anak hanya keluar sendiri, dengan wajah dingin, dia tidak seperti teman temannya sekolahnya yang lain yang memiliki teman. Arsen sendiri berjalan dengan kepala menunduk


Abraham terenyuh melihat sang anak yang kehilangan keceriaannya dan berubah menjadi anak yang pendiam, penyendiri


"Apakah Arsen akan memaafkanku? anakku terlihat berubah" ucapnya lirih namun dapat didengar Clara, Clara mengusap tangan Abraham yang digenggamnya untuk menenangkan dan meyakinkan Abraham bahwa semua akan kembali baik-baik saja


"Arsen" panggil Clara dan panggilan itu akhirnya membuat Arsen menegakkan kepalanya dengan merekahkan senyumnya namun tidak lama senyum itu hilang ketika dia menyadari siapa sosok yang ada disamping sang ibu


Arsen berlari kencang


"menjauh dari mami" teriaknya dan hal itu cukup mengagetkan oraang-orang sekitar, Arsen memukuli Abraham yang berada disamping Clara


"Menjauh dari mami" teriak Arsen walau diiringi tangisan, seketika dia ingat bahwa pria ini sudah meninggalkan dirinya dan sang mami untuk menikahi wanita lain


"Arsen sayang, stop it dengerin mami nak" Clara berusaha merengkuh tubuh histeris sang anak


"Kenapa mami bersamanya? apakah mami memaafkannya?" tanya Arsen kepada sang mami, bagaimana bisa laki-laki ini dimaafkan?


Keadaan membuat Arsen didewasakan diusianya saat ini


"Arsen, Arsen dengerin mami nak. Mami akan menjelaskan semuanya asal Arsen mau ikut mami dan daddy dulu ya?" ucap Clara lembut


Akhirnya Arsen mengangguk dan mereka bertiga meninggalkan lingkungan sekolah dan disinilah mereka berada dirumah yang ditempati Clara dan Arsen


Abraham berlutut dihadapan Arsen yang sudah duduk dengan nyaman disofa

__ADS_1


"Maafkan daddy, daddy tahu daddy sangat bersalah nak. Berikan daddy satu kali lagi kesempatan untuk memperbaiki semuanya"


"Lalu bagaimana dengan istri daddy yang itu?" tanya Arsen


"Daddy tidak benar-benar menikahinya nak, itu hanya terpaksa. daddy mencintai mami dan Arsen tentu saja daddy tidak akan mungkin meninggalkan mami dan Arsen" Abraham bingung bagaimana menjelaskan kepada sang anakĀ  jadi dia membohongi sang anak sedikit, nanti setelah Arsen sedikit dewasa dia akan menjelaskan lagi yang sesungguhnya. untuk saat ini dia merasa hal ini terlalu sulit untuk dicerna sang anak


Clara menghembuskan nafasnya karena ikut membiarkan Abraham membohongi sang anak, Clara juga merasa terlalu cepat membebani Arsen dengan kisah rumit orang dewasa


"Apa mami bahagia saat ini?" tanya Arsen, jika maminya bahagia dengan kembali kepada sang daddy maka dia akan memaafkan daddynya


"Sangat nak, mami bahagia kita kembali bertiga. kita akan memulai semuanya dari awal lagi, semua kesedihan dimasa lalu akan membuat kita menjadi semakin kuat dimasa depan" ucap Clara dan dia mengangkat Arsen kepangkuannya


"Mami juga tahu selama ini Arsen sangat merindukan daddy bukan?" tanya Clara dan hal itu membuat tangis Arsen pecah lalu dia turun dari pangkuan Clara dan melompat kearah Abraham daan hal itu membuat Abraham yang sedang berlutut menjadi terjungkak kebelakang dengan Arsen diatasnya


"i miss you daddy, jangan tinggalin Arsen dan mami lagi" Arsen tak mampu membendung lagi rasa rindunya kepada Abraham, wangi tubuh sang daddy yang sangat dia rindukan akhirnya dapat kembali dia cium


Abraham tersentuh, daalam posisi terlentang dilantai dia mengetatkan pelukannya. Akhirnya dia mendapatkan kembali istri dan anaknya, rasanya semua beban hidupnya menguap begitu saja


Hari-hari berlalu, kebahagian yang Abraham raasakan bahkan membuatnya melupakan masalahnya yang tertinggal dirumah sakit


Mereka hidup layaknya keluarga harmonis lainnya, mengantar Arsen sekolah, mejemput dan terkadang makan siang diluar atau pergi ketaman bermain. Semua atas keinginan Arsen, keceriaan anak itu juga perlaahan kembali


Hari ini mereka juga mengantar Arsen kesekolah bersama-sama, tidak ada kata lelah yang dirasakan Abraham walau harus kembali mengantar Clara kerumah lalu keperusahaannya sebentar lalu siangnya kembali kerumah untuk menjemput Clara lalu kembali kesekolah Arsen


Tidak ada kata lelah baginya, dia sangat menikmatinya


Setelah mengantar Arsen dan saat ini Abraham sudah menurunkan Clara dan memasukkan mantan istrinya terrsebut kedalam rumah


"Sayang" panggil Abraham

__ADS_1


Clara merasa ada sesuatu dari nada panggilan Abraham


"Tadi rumah sakit menelpon dan mengatakan bahwa hasil tes sudah keluar" ucap Abraham dengan serius


Deg


Clara tersentak, tiba-tiba jantungnya berdetak tidak normal


"A-apakah aku boleh ikut?" tanya Clara hat-hati jujur dia juga sudah tidak sabar menantikan hasil yang menyatakan bahwa anak itu bukan milik Abraham, hingga Abraham akan berpisah dengan Keysha lalu kembali kepelukannya dengan status yang seharusnya sebelum orang tahu bahwa saat ini Abraham adalah suami orang dan sejujurnya dia merasa malu karena seakan menjadi pelakor yang membiaarkan suami orang tidur dirumahnya walau mereka tidak melakukan hal-hal diluar norma


"Tidak sayang, tunggu aku. Aku akan pulang kesini, kepadamu dan anak kita dengan hasil yang membuktikan kesetiaanku padamu" ucap Abraham yakin


"Janji kau akan pulang?" ucap Clara sendu, dia takut Abraham tidak kembali kepelukannya


"Tentu saja rumahku adalah disini bersamamu dan Arsen, aku akan kembali"


Clara memeluk Abraham seolah takut berpisah dan rasanya dia enggan melepaskan Abraham saat ini


"Jangan tinggalkan aku lagi" Clara menangis


"Tidak akan, tunggu aku disini. Dirumah kita ini, aku akan kembali padamu dengan seluruh cintaku percayalah bahkan hingga aku tidak mampu bernafas lagi cintaku padamu akan abadi yang akan selalu mampu kau rasakan" lalu Abraham mengecup kening Clara dengan sangat dalam dan penuh perasaan


"Jangan seperti itu, kau harus kembali" Clara tersedu


"Tentu saja, namun jika aku tidak kembali hiduplah dengan bahagia bersama anak kita ingatlah aku akan selalu berada disisi kalian" ucapan Abraham tiba-tiba terasa menyakitkan


"Hentikan, jangan berkata seperti itu" Clara semakin menangis, perasaannya menjadi tidak menentu


"Hahaha, aku bercanda tentu saja aku akan kembali karena aku tidak akan membiarkan si Zack itu merebut wanitaku"

__ADS_1


Lalu drama singkat yang seakan menjadi tanda perpisahan tersebut usai dan Abraham meninggalkan Clara untuk bekerja lalu akan kerumah sakit untuk mengetahui hasil yang telah dinantikan semua orang


"Tuhan, aku titipkan anak dan istriku Clara kedalam tanganmu. Aku mohon jaga mereka, aku akan selalu bersama kalian sayang" gumam Abraham dengan perasaan tidak menentu


__ADS_2