
Tak berlama lama terlarut dalam tangisannya, Abraham langsung bangkit dengan tangan terkepal dan rahang yang mengeras pertanda dia sedang dalam emosi yang memuncak
Dipikirannya terlintas seseorang yang pasti mengirimkan foto ini kepada istrinya
"Sialan Key! kau akan mati" ucap Abraham dengan gigi gemeletuk
Teganya wanita itu menghancurkan dirinya untuk kedua kalinya, masih tidak puaskah wanita itu yang meninggalkannya dengan depresi dahulu dan sekarang setelah dia menemukan kebahagiaan yang baru kenapa dengan teganya wanita itu menghancurkan dirinya sekali lagi. Dulu dia mampu bertahan dan bangkit namun saat ini dia rasa dia tidak akan mampu bahkan ketika dia menarik nafas pun rasanya sudah sangat berat
Abraham melajukan mobilnya keluar dari rumahnya dengan emosi yang memuncak sementara Clara terlihat menatap kepergian sang suami dari balkon kamar sang anak
"Kupikir sudah saatnya memberimu maaf dan memulai semua dari awal, hanya kita! namun sekali lagi kau membuatku tak mampu menggenggam cintaku padamu Abraham. Bahkan setelah aku tahu aku dia bagimu aku masih berusaha menggenggam dirimu namun saat ini aku menyerah, aku melepasmu untuk dirinya" ucap Clara lirih
Tes
air matanya luruh tanpa dia minta, dengan segera Clara menghapus air mata tersebut. Dia sudah memutuskan tidak akan menangis lagi, sudah cukup sampai saat ini air mata yang dia keluarkan
Clara memutar kursi rodanya dan masuk kedalam kamar, dia mengambil ponselnya yang terletak diatas nakas dan mendial sebuah kontak
"Jemput saya sekarang" ucap Clara setelah panggilannya diterima dan langsung mematikan kontaknya
Tak berselang lama Clara turun menggunakan lift dan terlihat para pelayannya telah berkumpul menyambutnya
__ADS_1
"Nyonya" panggil mereka kompak ketika melihat Clara keluar dari lift
Clara tersenyum melihat para pelayan setianya yang membantunya selama ini
"Jangan menangis nanti aku juga ikutan nangis" ucap Clara pura pura merajuk
"Nyonya bisakah kami ikut nyonya saja?" tanya mereka
"Maaf aku tidak bisa membawa kalian karna aku membeli rumah yang tidak terlalu besar karena hanya aku dan Arsen saja" balas Clara, dia merasa terharu betapa para orang yang membantunya dirumah ini begitu merasa kehilangan dirinya
Akhirnya mereka berpelukan satu persatu dengan Clara, tanpa banyak tanya merekapun sudah tahu apa yang terjadi dengan rumah tangga sang majikan hingga memutuskan keluar dari rumah ini
Mereka mengantar Clara sampai memasuki mobil dan melaju menghilang dari pandangan mereka
"Ya, aku tidak terima wanita sebaik nyonya harus menderita karena pelakor" sahut pelayan yang lainnya namun dia segera menutup mulutnya karena merasa lancang dengan kata kata terakhirnya
"Hussss, kita tidak tahu apa ini semua karena pelakor" ucap yang lainnya lagi lalu dengan kompak mereka masuk kembali kedalam rumah
"Akusih yakin ini karena pelakor, tidak mungkin karena masalah ekonomi? perbedaan prinsip? ckk bahkan sampai Arsen berusia 5 tahun mereka tidak pernah cekcok" ucap pelayan yang mengatakan tentang pelakor pertama kali, dan teman temannya yang lain terlihat mengangguk mengiyakan
Sementara Abraham akhirnya sampai dibasement apartemen Key, tidak ini adalah apartemennya yang dia anggap sumbangkan kepada seorang wanita homeless yang ternyata justru menyerangnya dan menghancurkan dirinya
__ADS_1
Dengan tergesa dia masuk kedalam lift yang terlihat memang pas berada dibasement karena ada yang turun ke basement tersebut
Didalam lift tangan Abraham mengepal dan rahangnya terlihat mengetat
Ting
Pintu lift terbuka dan dengan sedikit berlari dia menuju apartemennya
Brakkk... brakkkk
Abraham menggebrak pintu tersebut dengan kasar, dia bahkan tidak ingat bahwa pin pintu tersebut adalah tanggal momen sakral yang selalu dia ingat
Key yang memang sedang berada diruang tengah menonton televisi tersentak ketika mendengar pintunya digebrak, dia segera bangkit dengan emosi. Dia tahu pasti ini ulah tetangga sebelahnya yang memang jika mabuk membuat ulah
"Tetangga sialan bahkan belum terlalu malam sudah mabuk" ucapnya dan membuka pintu dengan kasar
Deg
Namun yang dia lihat adalah mantan kekasih yang masih dicintainya, namun dengan spontan Key memundurkan langkahnya ketika melihat ekspresi Abraham
Dia ingin berbalik dan berlari namun kalah cepat
__ADS_1
Grep
Abraham mencekiknya dengan sangat kuat