
Kebahagiaan Abraham tak terkira saat ini, sudah seminggu dia merawat istrinya dan hubungan dengan sang anak juga sudah mulai mencair kembali
"Semuanya sudah nak?" tanya Abraham kepada Arsen yang saat ini sedang membereskan buku-buku dan mainannya, selama sepuluh hari Clara dirawat selama itu juga Arsen berada dirumah sakit. Dia tidak ingin meninggalkan sang mama walaupun ada Abraham
"Sedikit lagi pa" Jawab Arsen, begitulah anak-anak yang belum memiliki jiwa pendendam, Arsen hanya mengikuti hubungan kedua orangtuanya ketika dia melihat mama dan papanya kembali bertegur sapa dengan ramah mengembalikan rasa cintanya pada sang papa
Clara dan Abraham tersenyum melihat sang anak yang terburu-buru memasukkan segala barangnya kedalam koper
"Besok anak mama sudah bisa sekolah lagi, oke?" tanya Clara ramah
"Bisakah Arsen tidak sekolah saja? atau Arsen belajarnya dari rumah saja?" pinta Arsen
"Arsen harus sekolah dan belajar bersosialisasi dengan teman-teman oke?" Clara ingin anaknya melupakan kenangan buruk yang terjadi akhir-akhir ini dengan membuat Arsen sibuk dengan kegiatan sekolahnya
"Hufttt.. papa? please?" Arsen membuat wajahnya seimut mungkin berharap Abraham membantunya mengabulkan keinginannya
__ADS_1
"Sorry boy, papa memilih mama" Jawab Abraham lalau memeluk Clara
Clara berusaha menahan diri akan perlakuan Abraham tersebut
Akhir-akhir ini Abraham memang sering melakukan sentuhan-sentuhan kecil kepada istrinya berharap Clara merasakan ketulusannya, dia akan memulai semua dari awal. Bahkan dia sudah memblokir nomor mantan kekasihnya tersebut dia tidak akan goyah lagi, dia akan berusaha untuk tidak peduli akan urusan mantannya tersebut. Dia percaya inilah kebahagiaannya,tertawa bersama anak dan istrinya adalah nafasnya, dia sudah merasakan hubungannya yang rusak terhadap anak dan istrinya dan itu sangat menyiksa jiwanya
"Done... Arsen juga mau dipeluk" Arsen berlari kearah ranjang Clara dimana mama dan papanya berpelukan
Arsen naik keatas ranjang dan masuk kedalam pelukan Clara dan Abraham
"Ya boy tentu saja, papa akan selalu mengingat itu" balas Abraham dan mencium puncak kepala anak tampannya ini
"Baiklah, Arsen akan selalu mengawasi papa" jawab Arsen dan melabuhkan ciuman kepipi Abraham
"Karna Arsen sangat mencintai mama jadi Arsen juga sakit kalau papa menyakiti mama" sambungnya lagi dan tidak lupa mencium seluruh wajah cantik sang mama lalu menyandarkan kepalanya didada Clara
__ADS_1
"Arsen cinta mama, mama harus cepat sembuh ya" Anak ini memang didewasakan oleh keadaan dengan sangat cepat
Abraham hampir saja menangis jika dia tidak cepat-cepat mengalihkan pandangannya
"Baiklah, ayo pulang" Ajak Abraham untuk memecahkan keheningan diantara mereka
Clara mengangguk lalu Arsen turun dari pelukan Clara agar sang mama bisa diangkat kekursi rodanya, setelah memindahkan Clara kekursi roda akhirnya mereka bertiga keluar ruangan dan diluar sudah menunggu 1 orang pelayan dan supir yang akan membantu membawa barang-barang mereka
"Mama, boleh Arsen duduk sama mama?" tanya Arsen karna dia melihat sepertinya seru
"Sayang, mama masih sakit. tidak boleh ya nak" Abraham mencoba memberikan pemahaman untuk sang anak, memang tubuh Clara masih sangat lemah
"Tidak apa, mama sudah kuat kok" Clara tidak akan membiarkan sang anak kecewa, dia mengulurkan tangannya dan menepuk pahanya meminta Arsen naik.
Akhirnya Arsen naik dan duduk dipaha Clara dia duduk menghadap kearah Clara dan menyandarkan kepalanya kedada Clara seperti kebiasaannya
__ADS_1
"I love you mama" ucap Arsen seperti berbisik, Clara tersenyum lalu dia mendekap sang anak dengan erat