Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 79


__ADS_3

Gio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tidak peduli akan keselamatan dirinya bahkan keselamatan orang lain karena aksi mengebutnya ini


Tak butuh waktu lama akhirnya Gio sampai dan dengan segera dia keluar dari mobil lalu berlari memasuki rumah megah sang sahabat


Begitu masuk mata Abraham terbelalak melihat betapa hancurnya seisi rumah ini dan terlihat sang sahabat yang masih menghancurkan segala perabot dirumah mewah tersebut


Pecahan kaca meja, kaca lemari tempat penyimpanan barang- barang kecil, guci, bahkan figura-figura semua dihancurkan dan berserak dilantai


Tanpa memperdulikan semua pecahan tersebut Gio berlari kearah Abraham


Dia menangkap tangan Abraham yang mengayunkan stick golf kearah foto yang isinya Abraham, Clara dan ArsenĀ  yang terpajang besar di dinding rumahnya


"APA KAU GILA?" Teriak Gio, dia tidak habis pikir. gerangan apa yang terjadi hingga Abraham menjadi segila dan sebrutal ini


"YA AKU GILA" Abraham balas berteriak kearah Gio


"INI! TIDAK ADA LAGI! INI SEMUA SUDAH HANCUR!" Teriak Abraham sembari menunjuk foto dinding yang akan dia hancurkan yang menampilkan keluarga kecilnya, mereka bertiga dengan pakaian senada dan tersenyum bahagia

__ADS_1


"AKU MENGHANCURKAN INI!" Maki Abraham dan meninju foto dinding tersebut dengan kepalan tangannya


"AAAAA.... Anakku istriku" teriak Abraham ketika melihat kaca foto tersebut hancur sehingga tidak jelas lagi terlihat wajah wajah dalam foto tersebut


Abraham meraih kertas foto besar tersebut dan memeluknya


"Maafkan Daddy sayang, maafkan aku sayang. pasti sakitkan?" ucap Abraham sambil menangis dan mengusap ngusap wajah Clara dan Arsen


"Ja-jangan menangis sayang, maafkan daddy maafkan daddy. Daddy menyesal daddy menyesal sayang. huhuhu...." Abraham terisak dan terus mengucapkan kata maaf terhdap kertas foto tersebut


Gio yang melihatnya menutup mulutnya dan memalingkan wajahnya, dia menangis dalam diam melihat kondisi sang sahabat


Gio ikut mensejajarkan tubuhnya dengan Abraham yang memang sudah terduduk dilantai dengan memeluk kertas foto keluarga kecilnya yang tersenyum bahagia


Gio segera mendekap sang sahabat, Gio ikut menangis meratapi sahabatnya walau dia menyalahkan Abraham namun melihat kondisinya saat ini membuat Gio terluka. Sahabatnya ini adalah pria dengan sejuta pesona yang diidamkan seluruh negeri, kekurangannya hanya satu dan menurut Gio itu merupakan sebuah kesalahan


Kesalahan sang sahabat hanya satu yaitu jatuh cinta kepada wanita yang salah yaitu Key. Seandainya, seandainya sahabatnya ini tidak pernah bertemu dan menjalin hubungan dengan wanita sialan itu ya Gio menyebut wanita tersebut sialan. Seandainya sahabatnya ini tidak jatuh cinta dengan begitu dalam dengan wanita sialan yang begitu teganya meninggalkan Abraham maka segala kerumitan ini tidak akan terjadi

__ADS_1


Seandainya, seandainya Abraham lebih dulu bertemu dengan Clara maka semua pasti akan berjalan mulus karena tidak akan ada bayang-bayang wanita sialan itu


Gio ikut terisak ketika mendengar tangisan pilu Abraham, beginilah Abraham walau banyak wanita diluar sana yang mengejar dirinya tidak pernah membuat Abraham menjadi lelaki playboy. Sahabatnya ini adalah tipe pria bucin jika sudah jatuh cinta, sahabatnya ini adalah tipe yang setia sampai mati


Dulu juga Giolah yang menenangkan Abraham ketika ditinggalkan si sialan itu namun dahulu tidak sama dengan sekarang. Dahulu sahabatnya ini hanya mencintai satu manusia namun sekarang ada dua manusia yang sangat dicintai sahabatnya ini yaitu Clara dan buah hatinya Arsen, Gio tahu bagaimana Abraham begitu mencintai anaknya


"Daddy salah sayang, daddy salah. daddy love you nak, daddy love mommy too" Abraham selalu berucap kata cinta dan maaf


Gio melihat si ibu pelayan tua tersebut dan berucap tanpa suara


"Telepon Alex" ucap Gio dibalik punggung Abraham tanpa suara


Sang pelayan mengangguk mengerti dan beranjak kedapur untuk menelpon Alex


"Ya,,, kau memang sangat mencintai anakmu aku tahu itu" jawab Gio dengan lembut


"Ya Gio kau saksinya tapi aku juga mencintai istriku aku mencintai Clara, aku akan mati tanpa mereka" balas Abraham masih terisak

__ADS_1


"Yayaya aku tahu betapa kau bucin kepada istri dan anakmu, kau ingat waktu Clara hamil Arsen betapa kau menjadi daddy sisuper protektif ckk aku sangat kesal padamu waktu itu" Gio berusaha mengajak Abraham untuk bercerita untuk mengalihkan pikiran Abraham sembari menunggu Alex datang


__ADS_2