Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 92


__ADS_3

Dari pandangan Abraham dapat Key artikan bahwa Abraham berharap dirinya menjawab Tidak


Melihat tatapan tersebut membuat Key tidak sampai hati untuk menjawab bahwa Bayi itu adalah milik Abraham


“Sebaiknya kita sama sama menunggu hasil tes keluar” jawab Key dan memilih meninggalkan ruangan tersebut


Abraham menatap kepergian Key dengan sejuta kerisauan


Abraham menghembuskan nafasnya kasar lalu memilih keluar dari rumah sakit sekarang tujuannya adalah menemui mantan istrinya


Abraham yakin bahwa Clara pasti ada di butik miliknya, kerinduan ini rasanya sudah tak terbendungnya lagi terlebih setelah bayi yang dikandung Key keluar membuatnya tidak perlu menunggu lama untuk melakukan tes DNA


Setelah berkendara sekitar 45 menit akhirnya Abraham sampai di butik Clara


Abraham belum turun dari mobil dia masih mengamati butik sang mantan dari dalam mobilnya, tak lama terlihat pintu butik terbuka dan menunjukkan dua anak manusia berbeda jenis kelamin keluar dengan beriringan


Melihat keakraban diantara dua manusia tersebut membuat tangan Abraham terkepal erat, bahkan raut wajahnya sudah memerah menandakan bahwa saat ini Abraham sedang sangat emosi


“Kita tidak saling mengenal tapi kenapa kau selalu hadir diantara wanitaku, tidak dahulu tidak sekarang. Dulu mungkin aku memilih mengalah tapi sekarang jangan harap!” Gumam Abraham sembari matanya bak elang yang mengintai musuhnya dengan tajam

__ADS_1


Abraham memutuskan keluar ketika dia merasa sudah tidak sanggup lagi hanya menjadi pengamat


“Ara” panggil Abraham begitu dia keluar dari mobilnya


Deg


Panggilan tersebut membuat Clara dan Zack menoleh, Clara terpaku melihat Abraham berada dihadapannya


Abraham berjalan dengan penuh keangkuhan diwajahnya untuk menunjukkan kepada pria yang disamping sang mantan istri bahwa dia sangatlah tidak sebanding dengan Zack


Clara tidakmelepaskan pandangannya dari Abraham, kerinduan yang dia coba pendam saat ini tiba-tiba menguap ketika melihat sosok yang dia rindukan berada didekatnya


Namun diantara semua kerinduan tersebut tiba-tiba Clara merasa sedih melihat sosok Abraham


Semua itu lenyap, berganti dengan sosok kurus nan tak terurur


“Apakah istri barunya tidak mengurusnya” batin Clara


“Ba-bagaimana kabarmu?” Awalnya Abraham berjalan dengan percaya diri namun setelah berdiri tepat dihadapan Clara seketika dia gugup

__ADS_1


Rasanya rindunya sudah tidak tertahannya lagi, Abraham mengepalkan tangannya erat bahkan dengan sengaja membuat kukunya menancap dikulitnya agar sakit yang dia rasakan membuatnya tetap dalam keadaan sadar. Agar tubuhnya tidak spontan memeluk mantan istrinya tersebut


Clara terpaku melihat Abraham yang berada dihadapannya, dia sudah tidak ingin beradu urat lagi terhadap Abraham. Dia sudah merasa lebih ikhlas sekarang


Clara menyunggingkan senyum manisnya sekilas


“Baik, Arsen juga baik. Namun sayang dia ada kegiatan ekstra disekolah jadi belum bisa pulang” jawab Clara


“Aku tahu” balas Abraham yang memang mengetahui seluruh jadwal sang anak


Clara hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti


“Bisakah kita bicara?” Tanya Abraham


“Aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, bukankah semua sudah selesai?” Balas Clara


Abraham menggeleng cepat


“Tidak ada kata selesai antara aku dan kamu Ara, tidak ada!” Tekan Abraham

__ADS_1


Clara menghembuskan nafasnya kasar dan tersenyum miring, dia ingin membalas dengan kalimat sindirannya namun diurungkan karena sudah tidak ingin ada perdebatan lagi diantara mereka


“Baiklah, katakanlah! Apa ini tentang Arsen? Aku sudah membujuknya untuk menemui kamu namun sepertinya dia masih butuh waktu. Maaf aku belum bisa membujuknya” Clara berucap seakan mencoba menjawab hal yang akan dikatakan Abrahm


__ADS_2