Aku Dia Bagimu

Aku Dia Bagimu
Bab 9


__ADS_3

Sampai jam menunjukkan pukul 5 sore dia masih tidak mendapat notifikasi apapun dari istrinya, apa yang sebenarnya dilakukan Clara tidak mungkin sampai jam segini istrinya itu masih sibuk dibutik


Akibat moodnya yang buruk ini semua karyawan yang masuk keruangan Abraham kena imbas dengan bentakan sang boss, sungguh sial


Abraham membalikkan badannya menghadap kaca besar yang langsung menampilkan pemandangan kota dengan gedung-gedung bertingkat, sungguh hari ini tak satupun kerjaannya tersentuh


Moodnya hancur, dia pikir jika pagi Clara tidak mengirim pesan mungkin sibuk dan dia setia menunggu hingga masuk makan siang dan ternyata dia juga tidak mendapatkan notifikasi


Dan puncak emosinya hingga jam pulang kerja Clara tak ada mengiriminya pesan satupun


Huh apa yang salah? Kenapa dia tidak senang ketika istrinya tidak menunjukkan perhatiannya hari ini


Abraham memandang lurus sambil otaknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan mengenai Clara, sungguh dia penasaran kenapa Clara bisa lupa mengiriminya pesan


Ditengah lamunannya dengan pikiran bercabang dengan sejuta pertanyaan tiba-tiba notifikasi hp nya muncul


Seketika dia membalikkan badannya dengan kecepatan turbo dan dengan sekejap mengambil hp yang terletak diatas meja kerjanya


Dengan tersenyum Abraham membuka aplikasi hijau itu untuk melihat pesan istrinya, yang dia pikir pasti itu istrinya. Ya istrinya tidak akan mungkin melupakan dirinya

__ADS_1


Yaya tidak mungkin Clara melupakanku, Abraham kau terlalu memdramatisir sampai uring uringan begini batin Abraham dengan percaya diri


Tanpa melihat nama kontak dia langsung membuka pesan yang terbaru masuk, dan seketika senyumnya hilang wajahnya berubah merah padam dengan mata memerah


“GIOOOOO” Abraham berteriak dengan suara yang sangat keras hingga terdengar sampai keluar


“Bajingan brengsekkk kau gioooo kau kupecatttt bajingan” dengan suara berapi api dan nafas memburu Abraham mengumpat meneriaki asisten sialannya itu


Ketika dia merasa senang istrinya akhirnya mengirim pesan padanya ternyata sahabat sialannya itu mengerjainya dengan pesan kurang ajar yang merendahkan harga dirinya


“GOTCHA” ditatapnya pesan singkat itu sambil meremas hp mahalnya sumpah demi apapun dia ingin menghancurka. Apapun yang terlihat saat ini


“GIOOOOO” panggilnya ulang


“Makanya jangan gengsi saja kau gedein hahaha apa salahnya mengirim pesan lebih dulu kepada istri sendiri hahaha” Gio masih belum mampu menghentikan tawanya


Ini lucu sangat lucu menurutnya, dia yakin sahabatnya ini pastilah sudah memiliki rasa terhadap istrinya tapi terlalu banyak menyangkal, dia pernah melihat Abraham yang seperti ini, Abraham yang tipe manja ketika menjalin hubungan, Abraham tipe pria yang selalu butuh diperhatikan dalam suatu hubungan dan akan uring-uringan jika orang yang dia cintai tak ada kabar


Gio sudah mengamati sahabatnya itu sejak tadi yang selalu mengecek hp nya dan dia yakin Abraham mengecek hp untuk melihat apakah ada notifikasi dari Clara

__ADS_1


Dan dia tidak terima karna mood Abraham yang jelek Abraham melampiaskan kepada karyawannya bahkan sampai ada yang dipecat ckckck untung Gio mampu menenangkan pria bucin yang tak sadar itu


Dan ketika dia ingin mengajak Abraham pulang dia melihat pria itu sedang melamun menghadap kaca disitulah ide mengerjai itu muncul dan seperti dugaannya pria itu pasti menggila


Semoga pembuluh darah sahabatnya itu tidak sampai pecah hahaha


Mendengar teriakan Abraham membuat Gio memutuskan untuk pulang terlebih dahulu jika diladeni dengan emosi meledak-ledak Abraham mungkin mampu membunuh dirinya


“ Hiihhhh aku belum menikah, aku tidak ingin masuk liang kubur sebelum merasakan surga dunia” Gio segera mengambil tas dan kunci mobilnya untuk melarikan diri


“Ayo kita pulang lebih dulu abi, banteng ngamuk itu akan semakin ngamuk jika melihat kita masih disini” Gio mengajak sekretaris Abraham yang meja kerjanya berdekatan dengan mejanya


“Apa tidak apa-apa kita pulang dulu pak?” Tanya abigail memastikan sumpah dia takut memang mendengar teriakan Abraham tadi cuman dia lebih takut jika dipecat


“Sudah tidak apa-apa, ayo kita pergi” ajak Gio


Akhirnya asisten dan sekretaris Abraham meninggalkan sang banteng yang sedang ngamuk sendirian


Mereka lebih sayang nyawa ternyata hahaha

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Selamat membaca gaes


__ADS_2