
Clara tergeletak tak berdaya setelah kepalanya membentur rak laci tempat penyimpanan barang-barang kecil dirinya dan Abraham, tak ada yang menduga bahwa akan menjadi seperti ini. Abraham pun mendorong istrinya memang hanya karena spontanitas
Clara memandang kosong kearah langit-langit kamar, dia tidak merasakan apa-apa saat ini. Pikirannya kosong dia hanya merasa bahwa tubuhnya sangat lemah seolah mati rasa
Darah terlihat mengalir dari bawah kepala Clara
Arsen yang dari tadi bersembunyi menyaksikan pertengkaran mama dan papanya begitu syok dengan apa yang dilakukan sang papa, dia hanya meyakini apa yang dilihatnya. Dengan jelas dia melihat sang papa yang berteriak lalu mendorong mamanya dengan sangat kuat
Arsen berlari memasuki walk in closet ketika melihat tidak ada pergerakan dari sang mama
"Mama....mama....." Arsen mendekati Clara dan betapa syoknya dia hingga terduduk ketika melihat darah segar keluar dari kepala orang yang paling disayanginya didunia ini
Clara yang masih belum kehilangan kesadarannya memutar bola matanya kearah sang anak yang sudah menangis meraung-raung
"Mama ... jangan tinggalkan Arsen, mama bangun" Arsen terus berteriak
Tuhan jangan ambil aku, tolong aku Tuhan kali ini Tuhan jangan biarkan anakku tumbuh tanpaku Tuhan
__ADS_1
Clara berdoa disisa kesadarannya dia berharap masih diberi kesempatan untuk melihat tumbuh kembang sang anak
Arsen yang melihat mata Clara semakin menutup berteriak histeris
"PAPA... PAPA bawa mama kerumah sakit PAPAAAA" Arsen mencoba menahan kelopak mata Clara agar jangan tertutup dia mengangkat kepala sang mama kepahanya dan berusaha menahan agar mata itu tidak tertutup. Dia pernah melihat film jika orang yang berdarah menutup matanya maka akan meninggal
Tidak dia belum siap jika harus kehilangan mama tercintanya
"Mama lihat Arsen... mama tolong jangan tinggalkan Arsen mama" Arsen mencoba menahan kelopak mata Clara namun tiak membuahkan hasil, lau dia memukul-mukul kecil pipi Clara agar Clara merasa terkejut sehingga tersadar dan tidak menutup matanya
Arsen melihat gunting yang tergeletak dilantai lantas dia mengambil gunting tersebut dan berlari kearah Abraham
Jleb
Bayangkan anak seusia Arsen berani mengambil keputusan dengan menusuk orangtuanya tujuannya hanya satu untuk menyadarkan Abraham, dia menusukkan gunting tersebut kepaha Abraham
Abraham terkejut dan menundukkan kepalanya untuk melihat sang anak, lalu dilihatnya gunting yang masih dipegang sang anak menancap dipahanya
__ADS_1
"Antar mama kerumah sakit" Ucap Arsen setelah dia bertemu pandang dengan sang papa
Abraham yang tersadar mencabut gunting tersebut dan berlari menghampiri Clara
"Sayang... sayang? kau mendengarku? Ara bangunlah" Abraham juga mencoba menyadarkan Clara dengan memukul-mukul pipi istrinya tersebut namun tidak ada respon. tanpa terasa air matanya menetes
Dia merasa menjadi suami paling bajingan dimuka bumi ini yang teganya mencelakakan istrinya
Tidak mendapat respon dari istrinya akhirnya Abraham menggendong Clara keluar kamar untuk membawa kerumah sakit
Ketika mereka bertiga keluar kamar didepan pintu telah berdiri pengasuh Arsen yang memang tahu bahwa sang tuan muda masuk kekamar itu namun dia tidak berani masuk karena sangat segan terlebih dia tahu bahwa kedua majikannya sedang berseteru sehingga dia memutuskan untuk menunggu diluar saja
Ahkkkkkkkk
Dia berteriak histeris melihat ketiga majikannya keluar dengan keadaan yang sangat mengerikan, nyonya yang bersimbah darah didalam gendongan tuannya dalam keadaan tidak sadarkan diri, sang tuan yang terlihat luka didahi dan didadanya juga bajunya yang sudah penuh darah yang diyakini adalah darah sang nyonya begitupun sang tuan muda yang pakaiannya penuh darah
Teriakan histeris pengasuh tersebut mengundang keingin tahuan penghuni rumah lainnya dan mencoba mencari penyebabnya dan betapa kagetnya semua orang melihat keadaan tiap orang yang penuh dengan darah
__ADS_1