
Abraham melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju apartemen tempatnya menampung sang mantan kekasih
"Bi" panggil Key pelan bahkan nyaris tidak terdengar, sungguh dia sangat takut saat ini melihat ekspresi Abraham dan kecepatannya mengemudi mobil sungguh dia masih belum ingin mati tanpa pernah menyandang status istri sah pria disampingnya ini.
Abraham sebenarnya mendengar surara wanita disampingnya ini, tetapi ntah kenapa saat ini dia sedang dalam mood yang benar-benar buruk, dia takut membuat wanita ini takut akibat emosinya yang sudah tidak dapat ditahannya lagi ini.
Setelah sampai dibasement gedung apartemen Abraham segera turun dan menuju kearah lift, Key yang melihat itupun dengan segera menyusul Abraham
"Kenapa kau bisa sampai bertemu bajingan itu?" tanya Abraham begitu mereka masuk kedalam apartemen Abraham
"Ma-maafkan aku Bi, A-aku saat itu ingin keminimarket untuk membeli sesuatu dan ternyata dia ada disana, ma-maafkan aku Bi" ucap Key dengan nada gugup karna sesungguhnya tidak seperti itu
"Bukankah sudah semua keperluan untuk kau pakai sudah dibeli? lalu apalagi yang kurang? dan kau membuat ku dalam posisi sulit" Abraham menatap tajam mantan kekasihnya ini yang dengan cerobohnya berani keluar rumah
"A-aku ingin membeli pe-pembalut Bi, kemarin kita tidak membelinya se-sementara a-aku a-akan datang bulan. sungguh Bi" balas Key dan dia menatap Abraham dengan raut wajah memelas agar Abraham tidak mengintimidasinya
Hufffttttt
Abraham membuang nafasnya kasar, sungguh semua terasa melelahkan dipagi hari ini, mulai dari anehnya sikap sang anak semata wayangnya lalu dilanjutkan dengan masalah mantan kekasihnya ini lagi
Deg
Abraham tersadar kalau dia tidak menuruti keinginan Arsen yang ingin diantar olehnya, dengan buru-buru Abraham berjalan keluar sembari melihat jam mahalnya apakah masih terkejar untuk mengantar anaknya kesekolah
__ADS_1
"Bi.... Bi.... tunggu! kau mau kemana Bi?" Key ikut mengejar Abraham karena dia merasa Abraham marah terhadap dirinya
"Auuwww" Key tersandung oleh kakinya sendiri yang memang sudah terluka akibat perlakuan kasar Zack tadi
Abraham menoleh dari lift melihat mantan kekasihnya tersebut terjatuh, merasa tidak tega apalagi sorot mata teduh penuh permohonan itu sedang menatapnya sendu
Dia berpikir ini juga sudah jauh dari jam masuk kelas Arsen sehingga dia sudah pasti terlambat jika ingin mengantar Arsen
Akhirnya Abraham memutuskan keluar kembali dari Lift, dia memutuskan akan menjelaskan kepada Arsen nanti ketika bertemu dirumah
Abraham mendekat dan merendahkan tubuhnya untuk mengangkat Key dalam gendongannya karena merasa kasihan dengan kaki wanita tersebut yang sedang berdarah
Dalam hati Key tersenyum
Key menyunggingkan senyumnya yang tidak dapat dilihat Abraham, dia melingkarkan tangannya dileher Abraham dan menyandarkan kepalanya dibahu Abraham
Dia bisa mencium aroma parfum pria matang ini yang tidak pernah berubah, ini adalah parfum yang Key hadiahkan di anniversary mereka bulan pertama
Biarkan Tuhan aku bahagia kali ini dengannya, tolong sekali ini saja jadikan dia milikku lirih Key didalam hati berharap kali ini Tuhan mendengarkan doanya
Dia tahu dia jahat karena berniat merebut seorang suami dari istrinya, dia jahat karna akan menciptakan luka bagi seorang anak yang masih butuh kasih sayang lengkap kedua orangtuanya diusia hampir 5 tahun. Namun bukankah cinta harus diperjuangkan? bukankah memang harus ada yang dikorbankan jika kita mencintai seseorang. Benarkan?
Aku pasti bisa menjadi ibu sambung yang baik untuk Arsen makin mengada-ngada saja hayalan Key bahkan luka dikakinya tidak lagi terasa karena dia sedang terbawa suasana dengan imajinasi happy ending yang dirinya ciptakan sendiri
__ADS_1
Sementara dirumah megah yang sekarang seperti bagai neraka bagi seluruh penghuninya
"Mama saja yang mengantar Arsen mau?" tanya Clara, sungguh dia sakit hati melihat anaknya diabaikan oleh Abraham hanya karena telepon dari seseorang yang Clara yakini adalah selir sang suami
Arsen menoleh kearah Clara dan memasang wajah cerianya lagi walau sebenarnya tidak ada yang tahu apa yang ada dalam hatinya, ini adalah penolakan pertama Abraham atas permintaannya
"Tidak ma, Arsen diantar supir saja mama juga harus bersiap kebutik kan?" Balas Arsen dan dia melangkahkan kakinya kearah Clara dan meminta Clara untuk berjongkok
CUP CUP
Arsen mengecup kedua pipi Clara setelah Clara berjongkok dan dia melangkahkan kakinya keluar rumah
Tes
Airmata yang coba ditahannya tadi didepan sang mama akhirnya jatuh juga
Tanpa diketahui Abraham dan Clara, Arsen mendengar semua pertengkaran mama dan papanya, tentang perselingkuhan sang papa, tentang sang papa yang mempunyai wanita lain selain sang mama
Arsen hanya berpura-pura tidur disaat perang antara kedua orang tuanya terjadi, dia tidak ingin menjadi beban terlebih untuk sang mama
Arsen menangis sepanjang perjalanan menuju sekolahnya, sampai kapanpun ini tidak akan pernah dia lupakan
Pengkhianatan pria yang dia anggap adalah super heronya....
__ADS_1