
Gio terlihat berlari kearah ruang operasi Clara, dia mendapat kabar ketika mendatangi rumah Abraham untuk membicarakan pekerjaan
Dia belum tahu apa yang terjadi hingga terjadi pertumpahan darah itu
"Arsen" panggilnya ketika hanya melihat Arsen menunggu diruangan itu sendirian dan sungguh dia sangat kaget ketika melihat penampilan Arsen yang bajunya masih penuh darah
Dia bertanya-tanya kemana Abraham kenapa dia membiarkan anak semata wayangnya ini berpenampilan setragis ini
"Om Gio" Arsen mendongak dan melihat kearah Gio
"Mama om... papa mendorong mama om" Arsen berdiri dan memeluk Gio dengan erat dia kembali menangis mengingat peristiwa beberapa saat yang lalu
Gio mendekap erat Arsen, dia memang sudah menganggap Arsen seperti anaknya.
"Tenanglah mama pasti baik-baik saja sayang" ucap Gio walau sesungguhnya dia belum tahu pasti bagaimana keadaan Clara saat ini namun dia mencoba menenangkan Arsen. Dia bisa merasakan tubuh Arsen yang bergetar
"Arsen tidak akan pernah memaafkan papa om, papa selingkuh dari mama sampai mama marah dan papa mendorong mama om" Arsen menjelaskan sedikit kronologi kejadian yang dia ingat
Gio terpaku, tidak mungkin sahabat sekaligus atasannya itu selingkuh. Itu hal yang mustahil karena dia tahu bahwa walau sang sahabat memulai hubungan dengan Clara dengan cara yang salah namun dia tahu bahwa sekarang sahabatnya itu telah mencintai istrinya
"Sekarang Arsen coba katakan kemana papa pergi" Gio perlu mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi
Arsen menggeleng lemah
"Baiklah, Arsen tunggu om disini. Om akan mencari papa sebentar oke?"
Arsen mengangguk, lalu Gio kembali mendudukkan Arsen dikursi tunggu tersebut dan berjalan sembari mencoba menghubungi sahabatnya itu
__ADS_1
Sungguh Gio penasaran apa yang sebenarnya terjadi
Dipanggilan ke tiga barulah Gio mendengar ada sahutan dari Abraham
"Gio" ucap Abraham dengan sangat lemah dan suara yang benar-benar habis akibat berteriak dan menangis
"Dimana kau?" tanya Gio langsung
"Aku ditangga darurat" Sahut Abraham
Mendengar jawaban Abraham Gio segera memutuskan sambungan telepon dan berjalan menuju tangga darurat
Begitu masuk ketangga darurat Gio terpaku melihat penampilan sahabatnya itu yang benar-benar kacau, dia tidak kalah mengenaskan dari Arsen
"Apa yang terjadi?" tanya Gio mengintrogasi langsung
"Bagaimana bisa?"
"Dia melihatku saat bersama Key" balas Abraham
Deg
"Kau bersama Key? bagaimana bisa kau bersamanya?" Gio mulai menerka-nerka didalam hatinya apa sahabatnya memang menjalin kasih kembali dengan Key dibelakang Clara
"Aku menolong Key dan membawanya keapartemen kami"
BUG
__ADS_1
Gio menendang punggung Abraham, ya posisi mereka berbincang memang dengan Abraham yang terduduk di tangga dan Gio masih setia berdiri dibelakang Abraham
Abraham tersungkur kedepan
"Bajingan... KAMI? KAMI? KATAMU!" Gio sungguh murka, dia tahu sejarah Abraham dan Key di apartemen itu hingga Abraham tidak pernah membiarkan orang lain memasuki apartemen itu sekalipun itu istrinya
BUG.. BUG.. BUG
Gio memukul Abraham membabi buta, dia tidak peduli walau penampakan sahabatnya ini sudah penuh luka
Abraham tidak melawan, dia memang membutuhkan seseorang untuk menghajarnya
"Lalu kenapa Clara bisa terluka?" Gio menghentikan pukulannya ke Abraham ketika mengingat ucapan Arsen
"A-aku mendorongnya, dan kepalanya terbentur"
BUG BUG BUG
"BAJINGANNN, Kau menyimpan wanita lain tapi kau justru melukai istrimu"
ARRRGGGGGG
Gio berteriak dan meninju lantai yang tepat berada disamping kepala Abraham
Abraham menutup matanya dengan lengannya dan menangis dengan keras, bukan karena sakit akibat pukulan Gio tapi sakit akibat perkataan terakhir Gio
Ya benar dia menampung wanita lain, melindunginya dari kejamnya suami wanita tersebut, dia menghidupi wanita lain tanpa sepengetahuan istrinya. tapi apa yang dilakukannya? bukannya memohon pengampunan dia justru melukai sang istri
__ADS_1