
Sesampainya di rumah Kiandra melihat ibu mertuanya memasak hidangan makanan malam, Kiandra berniat membantu untuk menyiapkan makanan malam.
"Ma, sini Kia bantu. Mama mau masak apa?"
"Gak usah sayang, mendingan kamu istirahat dan membersihkan diri di kamar, Disini kan ada uni ita yang bantu mama".
" Ini mama mau masak itik lado hijau dan acar timun, ini makanan kesukaan Arfan", ucap mama lagi. (di Sumatera Barat nama masakannya memang itik lado hijau bukan Bebek cabe hijau ya).
"Tidak apa apa, Ma".Sekalian Kiandra belajar apa saja makan kesukaan Arfan".
"Baiklah, ini kamu haluskan bumbu-bumbunya, biar mama siapkan bahan yang lainnya".
Setelah membantu mama di dapur, Kiandra segera pergi membersihkan tubuhnya yang sudah lengket. Kiandra segera menuju kamar dan segera mandi dan istirahat sejenak, sambil menunggu waktu sholat maghrib dan akan dilanjutkan makan malam bersama.
...Berapa hari telah berlalu ...
Setelah menyelesaikan pekerjaan di kantor Arfan menyempatkan diri melihat kondisi Alvaro di rumah sakit. Arfan juga merasakan sakit melihat saudara kembarnya belum juga sadar.
"Alvaro cepatlah sadar, Apa kamu tidak ingin bertengkar lagi dengan ku? Lihat,,,bahkan kekasihmu sekarang menjadi istriku! Apa kamu tidak marah hah!"
__ADS_1
"Biasanya aku yang selalu mengalah dengan semua keinginanmu. Bahkan aku yang harus mengambil tanggung jawab menjalankan perusahaan papa, sampai aku tidak ada waktu mencari keberadaan Rara ku. Bangunlah Varo, sampai kapan kamu tidur seperti ini?", Ucap Arfan yang tidak tega melihat Varo seperti ini.
Setelah pergi menemui Alvaro di rumah sakit, Arfan melajukan mobilnya pulang ke rumah orang tuanya. Selama Alvaro di rawat di rumah sakit, pak Arifin menyediakan perawat khusus untuk menjaga dan melihat perkembangan kesehatan Alvaro. Pak Arifin tidak bisa terus-terusan berada di samping anaknya maka dia menyediakan seorang perawat.
Arfan sudah berada di perkarangan rumah dan segera melangkah kaki menuju kamar, dia ingin segera berendam di buthtub untuk merileksasikan tubuh.
ceklek
Arfan melihat seseorang tidur di tempat tidur, Kiandra terlihat sangat pulas dalam tidurnya. Arfan mengagumi kecantikan istri tersebut, seorang wanita yang lembut dan selalu berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan menyiapkan keperluan Arfan. Arfan melanjutkan aktivitas untuk segera mandi dan menjalankan ibadah sholat.
Arfan mulai memiliki ketertarikan kepada Kiandra. Tapi dia berusaha menghindari gejolak yang mulai tumbuh dihatinya ini. Walau sekarang dia yang menjadi suami dari wanita yang tertidur pulas itu, tapi dia takut saat nanti Alvaro tersadar dan akan mengambil kembali wanitanya. Maka dia hanya bisa menghindar sebelum benih cinta itu nantinya akan tumbuh.
"Eh mau udah pulang Fan, Maaf aku ketiduran. Aku sudah sholat kok", Ayo kita turun ".
"Kamu kenapa menggilku dengan sebutan nama saja",
"Terus kamu mau di panggil apa?"
"Terserah kamu... Aku hanya merasa risih saja kamu panggil begitu!".
__ADS_1
"Bagaimana kalau Kak Ifan?",
Deg
Jantung Arfan tiba-tiba berdetak, karena sudah lama iya tidak dipanggil begitu oleh orang lain. Orang yang biasa memanggilnya begitu adalah Cinta monyetnya Rara. "Terserah kamu saja",
"Ayo kak, kita turun".
Arfan dan Kiandra menuruni anak tangga menuju ruang makan. Disana telah menunggu Mama Hana dan Papa Arif. "ayok sayang kita mulai makannya", ajak Mama Hana.
Kiandra mulai mengambilkan makan untuk Arfan terlebih dahulu baru setelah itu untuk mengambil nasi ke piringnya. "Kak Ifan mau lauk apa?"
"Ayam yang bagian sayapnya aja!",
"Wah.. kalian udah semakin dekat saja, dan panggilannya romantis sekali buat papa jadi iri aja", ucap papa menimpali.
"iihhh,,,,papa seperti tidak pernah muda aja, ucap mama sambil mencubit pinggang papa.
Jangan lupa like, Vote, dan komentarnya 👍
__ADS_1